Dinda Fitr,
peristiwa tragis ini menurut berita tsb terjadi di Jarkhand, yang berada di
sebelah timur Uttar Pradesh. Sementara adat matrilineal di India kalau tak
salah hanya ditemukan di Meghalaya (arti harfiah "Rumah Awan"), sebuah
wilayah yang berbatasan langsung dengan Bangladesh di Selatan. Lebih khusus
lagi, adat "manjapuik ala India" ko dipraktikkan oleh suku Khasi yang
merupakan suku mayoritas (50 %) di Meghalaya. Lebih unik lagi, jumlah
muslim di Meghalaya hanya menempati peringkat keempat (4%) setelah Kristen
(64,6%), animisme (16,7%) dan Hindu (14,7%) dari sekitar 260 ribu penduduk.

Karena pada berita pendek itu tak disebutkan suku asli Gunjan Masat (pelaku
pembakaran yang juga suami korban) dan istrinya Annu Devi, agak sulit juga
menautkan kejadian itu dengan soal "gagal bayar mahar". Apalagi dengan
panukuik berita, "Namun masalah muncul ketika Devi melahirkan bayi
perempuan." Jadi, apakah masalah muncul karena yang lahir BUKAN bayi
laki-laki (yang mungkin sangat diharapkan suami kalap itu), atau tautan
dengan "mahar perkawinan" hanya kesimpulan  reporter yang menuliskan
berita.  Kalau pun betul pasangan itu dari etnis Khasi, besar kemungkinan
dari nama mereka mengindikasikan keduanya dari Khasi Hindu atau bahkan
animisme (mungkin juga Khasi Kristen), bukan dari Khasi muslim.

Artinya, memang agak spekulatif kalimat terakhir dinda Fitr "Dan memang
matrilineal Minang tu asanyo dari India ..."

Wass,

ANB
45, Cibubur



Pada 2 Februari 2014 10.15, Fitrianto <[email protected]> menulis:

> AslmWrWb
>
> Jadi indak OOT dek karano padusi maagiah mahar tu samo bana jo panjapuik
> di Minang.
> Dan memang matrinial Minang tu asanyo dari India...
>
> <
> http://internasional.kompas.com/read/2014/02/02/0145038/Akibat.Masalah.Mahar.Pria.India.Bakar.Istri.dan.Bayinya.hingga.Tewas
> >
>
>
> Wassalam
> fitr
> lk/39/Albany ny
>
>
> *NEW DELHI, KOMPAS.com* - Sebuah peristiwa tragis terjadi di negara
> bagian Jharkand, India, ketika seorang pria membakar istri dan bayinya
> hingga tewas karena keluarga sang istri gagal membayar mahar pernikahan.
>
> Kepolisian Jharkand menjelaskan korban bernama Annu Devi (22), tewas
> dibakar saat tengah menyusui putrinya yang masih bayi.  Polisi kini sudah
> menahan sang suami, Gunjan Masat, yang menuangkan bensin ke tubuh Devi dan
> bayinya, sebelum membakar mereka hidup-hidup.
>
> Menurut keterangan ayah Devi, Raghuni Rana, selama lebih satu tahun
> menjalani pernikahan Devi dan suaminya hidup bahagia. Namun, masalah muncul
> ketika Devi melahirkan seorang bayi perempuan.
>
>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke