AslmWrWb

Da ANB dan sanak sapalanta,

kopiannyo taputuih, jadi indak lengkap doh.
Ambo lengkapi sambuangannyo di bawah.

Tapi memang matrinial Minang dari India agak maloncek, walaupun sacaro umum
budaya Nusantara banyak dipengaruhi India, sehingga sangat mungkin
matrilinial juga masuk dari pengaruh India.

Dan intinyo dari ambo adolah nan di judul, TANPA ISLAM......
Alhamdulillah kito alah Islam, tapi jaan take for granted...

Wassalam
fitr

<
http://internasional.kompas.com/read/2014/02/02/0145038/Akibat.Masalah.Mahar.Pria.India.Bakar.Istri.dan.Bayinya.hingga.Tewas
>


Keluarga sang suami, lanjut Rana, mulai menyiksa dan melecehkan Devi hingga
akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri hidup perempuan malang itu.

"Kini mereka masih meminta saya memberi sebuah televisi dan sepeda motor.
Padahal saya sudah memberikan tanah saya sebagai mahar," lanjut Rana.

Untuk membuat pembunuhan Devi terkesan sebagai sebuah kecelakaan, sang
suami kemudian meletakkan Devi di dekat sebuah perapian dan menaruh sebuah
ember di dekat perempuan itu.

Pada 30 Januari pagi, warga desa setempat melihat Devi dan bayinya
tergeletak di halaman rumahnya dalam kondisi masih hidup meski 90 persen
tubuhnya terbakar. Warga kemudian membawa ibu dan anak itu ke rumah sakit
namun mereka meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

"Ini adalah perbuatan yang sangat kejam. Semua tersangka akan ditahan dan
dihukum sesuai hukum yang berlaku," kata seorang perwira polisi
Superintenden Nirmal Kumar Mishra.





*Dalam budaya India, anak laki-laki selalu menjadi dambaan setiap keluarga.
Sebab, di saat akan menikah pihak keluarga mempelai perempuan yang akan
memberikan mahar kepada keluarga mempelai pria.Akibatnya, ribuan bayi
perempuan digugurkan setiap tahun setelah pemeriksaan USG memastikan bahwa
seorang ibu mengandung seorang bayi perempuan.Berdasarkan data yang dirilis
Biro Catatan Kejahatan Nasional India, pembunuhan perempuan akibat masalah
mahar terjadi hampir setiap jam di negeri itu. Pada 2012, sebanyak 8.233
orang perempuan, sebagian besar dari mereka adalah pengantin baru, menjadi
korban pembunuhan terkait pembayaran mahar.*


2014-02-03 Akmal Nasery Basral <[email protected]>:

> Dinda Fitr,
> peristiwa tragis ini menurut berita tsb terjadi di Jarkhand, yang berada
> di sebelah timur Uttar Pradesh. Sementara adat matrilineal di India kalau
> tak salah hanya ditemukan di Meghalaya (arti harfiah "Rumah Awan"), sebuah
> wilayah yang berbatasan langsung dengan Bangladesh di Selatan. Lebih khusus
> lagi, adat "manjapuik ala India" ko dipraktikkan oleh suku Khasi yang
> merupakan suku mayoritas (50 %) di Meghalaya. Lebih unik lagi, jumlah
> muslim di Meghalaya hanya menempati peringkat keempat (4%) setelah Kristen
> (64,6%), animisme (16,7%) dan Hindu (14,7%) dari sekitar 260 ribu penduduk.
>
> Karena pada berita pendek itu tak disebutkan suku asli Gunjan Masat
> (pelaku pembakaran yang juga suami korban) dan istrinya Annu Devi, agak
> sulit juga menautkan kejadian itu dengan soal "gagal bayar mahar". Apalagi
> dengan panukuik berita, "Namun masalah muncul ketika Devi melahirkan bayi
> perempuan." Jadi, apakah masalah muncul karena yang lahir BUKAN bayi
> laki-laki (yang mungkin sangat diharapkan suami kalap itu), atau tautan
> dengan "mahar perkawinan" hanya kesimpulan  reporter yang menuliskan
> berita.  Kalau pun betul pasangan itu dari etnis Khasi, besar kemungkinan
> dari nama mereka mengindikasikan keduanya dari Khasi Hindu atau bahkan
> animisme (mungkin juga Khasi Kristen), bukan dari Khasi muslim.
>
> Artinya, memang agak spekulatif kalimat terakhir dinda Fitr "Dan memang
> matrilineal Minang tu asanyo dari India ..."
>
> Wass,
>
> ANB
> 45, Cibubur
>
>
>
> Pada 2 Februari 2014 10.15, Fitrianto <[email protected]> menulis:
>
>>
>>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke