Parangai urang minang kan hampia samo jo yahudi, snek-snek pitih pitih...
hehe.

Salam,
Zorion Anas, 58, Padang
Pada 2014 2 4 19:21, "Tasril_moeis" <[email protected]> menulis:

> Pak Maturidi,
>
> Iko dari Wikipedia, daerah2 nan mamakai sistim matrilineal, tamasuak urang
> Yahudi.
>
>
>
> Wassalam
>
> Tan Ameh
>
>
>
> *Matrilineality*
>
> From Wikipedia, the free encyclopedia
>
>
>
> *Matrilineality* is a system in which descent is traced through the
> mother and maternal ancestors. Matrilineality is also a societal system in
> which one belongs to one's *matriline* or mother's lineage, which can
> involve the inheritance of property and/or titles. A *matriline* is a line
> of descent <http://en.wikipedia.org/wiki/Line_of_descent> from a 
> female<http://en.wikipedia.org/wiki/Female>
> ancestor <http://en.wikipedia.org/wiki/Ancestor> to a 
> descendant<http://en.wikipedia.org/wiki/Kinship>(of either
> sex <http://en.wikipedia.org/wiki/Sex>) in which the individuals in all
> intervening generations are mothers - a mother line. In a *matrilineal* 
> descent
> system <http://en.wikipedia.org/wiki/Kinship_and_descent> an individual
> is considered to belong to the same *descent group
> <http://en.wikipedia.org/wiki/Descent_group>* as her or his mother. This 
> *matrilineal
> descent* pattern is in contrast to the more common pattern of patrilineal
> descent <http://en.wikipedia.org/wiki/Patrilineal_descent> from which a family
> name <http://en.wikipedia.org/wiki/Family_name> is usually derived. The
> *matriline* of historical nobility was also called her or his *enatic* or
> *uterine* ancestry, corresponding to the 
> patrilineal<http://en.wikipedia.org/wiki/Patrilineal>
> *agnatic* ancestry.
>
> In some ancient cultures, membership in their groups was (and still *is*if in
> *bold*) inherited matrilineally. Example cultures or societies include
> the Cherokee <http://en.wikipedia.org/wiki/Cherokee>, 
> Choctaw<http://en.wikipedia.org/wiki/Choctaw>,
> *Gitksan <http://en.wikipedia.org/wiki/Gitksan>*, 
> Haida<http://en.wikipedia.org/wiki/Haida_people>,
> Hopi <http://en.wikipedia.org/wiki/Hopi>, 
> Iroquois<http://en.wikipedia.org/wiki/Iroquois>,
> Lenape <http://en.wikipedia.org/wiki/Lenape>, 
> Navajo<http://en.wikipedia.org/wiki/Navajo_people>,
> and Tlingit <http://en.wikipedia.org/wiki/Tlingit_people> of North 
> America<http://en.wikipedia.org/wiki/North_America>;
> the *Minangkabau <http://en.wikipedia.org/wiki/Minangkabau_people>*people of 
> West
> Sumatra <http://en.wikipedia.org/wiki/West_Sumatra>, 
> Indonesia<http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia>and Negeri
> Sembilan <http://en.wikipedia.org/wiki/Negeri_Sembilan>, 
> Malaysia<http://en.wikipedia.org/wiki/Malaysia>;
> the Nairs <http://en.wikipedia.org/wiki/Nairs> of 
> Kerala<http://en.wikipedia.org/wiki/Kerala>and the
> Bunts <http://en.wikipedia.org/wiki/Bunts> of 
> Karnataka<http://en.wikipedia.org/wiki/Karnataka>in south
> India <http://en.wikipedia.org/wiki/India>; the *Khasi
> <http://en.wikipedia.org/wiki/Khasi_people>*, *Jaintia
> <http://en.wikipedia.org/wiki/Synteng>* and *Garo
> <http://en.wikipedia.org/wiki/Garo_%28tribe%29>* of 
> Meghalaya<http://en.wikipedia.org/wiki/Meghalaya>in northeast India; eastern 
> Sri
> Lanka <http://en.wikipedia.org/wiki/Sri_Lanka>; the *Mosuo
> <http://en.wikipedia.org/wiki/Mosuo>* of 
> China<http://en.wikipedia.org/wiki/China>;
> the Basques <http://en.wikipedia.org/wiki/Basques> of Spain and France;
> the *Akan <http://en.wikipedia.org/wiki/Akan_people>* including the *Ashanti
> <http://en.wikipedia.org/wiki/The_Ashanti>* of west Africa; the *Tuaregs
> <http://en.wikipedia.org/wiki/Tuaregs>* of west and north Africa; most *Jewish
> <http://en.wikipedia.org/wiki/Matrilineality_in_Judaism>* communities;
> and the *Serer <http://en.wikipedia.org/wiki/Serer_people>* of 
> Senegal<http://en.wikipedia.org/wiki/Senegal>,
> the Gambia <http://en.wikipedia.org/wiki/Gambia> and 
> Mauritania<http://en.wikipedia.org/wiki/Mauritania>
> .
>
>
>
>
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On
> Behalf Of *Maturidi Donsan
> *Sent:* Tuesday, February 04, 2014 1:21 PM
> *To:* [email protected]
> *Subject:* Re: [R@ntau-Net] Tanpa Islam, jangan2 Minang pun seperti ini...
>
>
>
>
>
> Nakan ANB
>
> Ada juga, menurut bapak Hasan Basri ( bekas bupati Solok ?) yang ikut
> RDPU  RUU desa tempohari, bahwa sekarang ini masih ada 2 sistim
> matrilineal  yang tersisa di dunia yaitu 1. Minangkabau 2. di Amerika
> Seltan,  yang di Amerika selatan ini diramalkan 20 tahun lagi habis.
>
> Hanya tidak diterangkan dimana di Amerika Selatan. Kalau ANB ada data
> yang di Amerika Selatan ini, tolong lewakan ke lapau ko untuk menambah
> pengetahuan kita bersama.
>
> Nakan ANB dari data nan ANB dapek, dari mano sanbananyo asal usua
> matrilineal nan ado di Minangkabao ko. Tolong dilewakan kalau ado.
>
> Tarimo kasih banyak atas infonyo.
>
> Wass,
>
> Maturidi  (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Pada 4 Februari 2014 07.53, Fitrianto <[email protected]> menulis:
>
> AslmWrWb
>
>
>
> Da ANB dan sanak sapalanta,
>
>
>
> kopiannyo taputuih, jadi indak lengkap doh.
>
> Ambo lengkapi sambuangannyo di bawah.
>
>
>
> Tapi memang matrinial Minang dari India agak maloncek, walaupun sacaro
> umum budaya Nusantara banyak dipengaruhi India, sehingga sangat mungkin
> matrilinial juga masuk dari pengaruh India.
>
>
>
> Dan intinyo dari ambo adolah nan di judul, TANPA ISLAM......
>
> Alhamdulillah kito alah Islam, tapi jaan take for granted...
>
>
>
> Wassalam
>
> fitr
>
>
>
> <
> http://internasional.kompas.com/read/2014/02/02/0145038/Akibat.Masalah.Mahar.Pria.India.Bakar.Istri.dan.Bayinya.hingga.Tewas
> >
>
>
>
>
> Keluarga sang suami, lanjut Rana, mulai menyiksa dan melecehkan Devi
> hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri hidup perempuan malang
> itu.
>
> "Kini mereka masih meminta saya memberi sebuah televisi dan sepeda motor.
> Padahal saya sudah memberikan tanah saya sebagai mahar," lanjut Rana.
>
> Untuk membuat pembunuhan Devi terkesan sebagai sebuah kecelakaan, sang
> suami kemudian meletakkan Devi di dekat sebuah perapian dan menaruh sebuah
> ember di dekat perempuan itu.
>
> Pada 30 Januari pagi, warga desa setempat melihat Devi dan bayinya
> tergeletak di halaman rumahnya dalam kondisi masih hidup meski 90 persen
> tubuhnya terbakar. Warga kemudian membawa ibu dan anak itu ke rumah sakit
> namun mereka meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
>
> "Ini adalah perbuatan yang sangat kejam. Semua tersangka akan ditahan dan
> dihukum sesuai hukum yang berlaku," kata seorang perwira polisi
> Superintenden Nirmal Kumar Mishra.
>
> *Dalam budaya India, anak laki-laki selalu menjadi dambaan setiap
> keluarga. Sebab, di saat akan menikah pihak keluarga mempelai perempuan
> yang akan memberikan mahar kepada keluarga mempelai pria.*
>
>
>
> *Akibatnya, ribuan bayi perempuan digugurkan setiap tahun setelah
> pemeriksaan USG memastikan bahwa seorang ibu mengandung seorang bayi
> perempuan.Berdasarkan data yang dirilis Biro Catatan Kejahatan Nasional
> India, pembunuhan perempuan akibat masalah mahar terjadi hampir setiap jam
> di negeri itu. Pada 2012, sebanyak 8.233 orang perempuan, sebagian besar
> dari mereka adalah pengantin baru, menjadi korban pembunuhan terkait
> pembayaran mahar.*
>
> 2014-02-03 Akmal Nasery Basral <[email protected]>:
>
>
>
> Dinda Fitr,
>
> peristiwa tragis ini menurut berita tsb terjadi di Jarkhand, yang berada
> di sebelah timur Uttar Pradesh. Sementara adat matrilineal di India kalau
> tak salah hanya ditemukan di Meghalaya (arti harfiah "Rumah Awan"), sebuah
> wilayah yang berbatasan langsung dengan Bangladesh di Selatan. Lebih khusus
> lagi, adat "manjapuik ala India" ko dipraktikkan oleh suku Khasi yang
> merupakan suku mayoritas (50 %) di Meghalaya. Lebih unik lagi, jumlah
> muslim di Meghalaya hanya menempati peringkat keempat (4%) setelah Kristen
> (64,6%), animisme (16,7%) dan Hindu (14,7%) dari sekitar 260 ribu penduduk.
>
>
>
> Karena pada berita pendek itu tak disebutkan suku asli Gunjan Masat
> (pelaku pembakaran yang juga suami korban) dan istrinya Annu Devi, agak
> sulit juga menautkan kejadian itu dengan soal "gagal bayar mahar". Apalagi
> dengan panukuik berita, "Namun masalah muncul ketika Devi melahirkan bayi
> perempuan." Jadi, apakah masalah muncul karena yang lahir BUKAN bayi
> laki-laki (yang mungkin sangat diharapkan suami kalap itu), atau tautan
> dengan "mahar perkawinan" hanya kesimpulan  reporter yang menuliskan
> berita.  Kalau pun betul pasangan itu dari etnis Khasi, besar kemungkinan
> dari nama mereka mengindikasikan keduanya dari Khasi Hindu atau bahkan
> animisme (mungkin juga Khasi Kristen), bukan dari Khasi muslim.
>
>
>
> Artinya, memang agak spekulatif kalimat terakhir dinda Fitr "Dan memang
> matrilineal Minang tu asanyo dari India ..."
>
>
>
> Wass,
>
>
>
> ANB
>
> 45, Cibubur
>
>
>
>
>
> Pada 2 Februari 2014 10.15, Fitrianto <[email protected]> menulis:
>
>
>
> --
>
> .
>
> .
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke