Pak Maturidi, Iko dari Wikipedia, daerah2 nan mamakai sistim matrilineal, tamasuak urang Yahudi.
Wassalam Tan Ameh Matrilineality >From Wikipedia, the free encyclopedia Matrilineality is a system in which descent is traced through the mother and maternal ancestors. Matrilineality is also a societal system in which one belongs to one's matriline or mother's lineage, which can involve the inheritance of property and/or titles. A matriline is a line of descent <http://en.wikipedia.org/wiki/Line_of_descent> from a female <http://en.wikipedia.org/wiki/Female> ancestor <http://en.wikipedia.org/wiki/Ancestor> to a descendant <http://en.wikipedia.org/wiki/Kinship> (of either sex <http://en.wikipedia.org/wiki/Sex> ) in which the individuals in all intervening generations are mothers - a mother line. In a matrilineal descent system <http://en.wikipedia.org/wiki/Kinship_and_descent> an individual is considered to belong to the same descent group <http://en.wikipedia.org/wiki/Descent_group> as her or his mother. This matrilineal descent pattern is in contrast to the more common pattern of patrilineal descent <http://en.wikipedia.org/wiki/Patrilineal_descent> from which a family name <http://en.wikipedia.org/wiki/Family_name> is usually derived. The matriline of historical nobility was also called her or his enatic or uterine ancestry, corresponding to the patrilineal <http://en.wikipedia.org/wiki/Patrilineal> agnatic ancestry. In some ancient cultures, membership in their groups was (and still is if in bold) inherited matrilineally. Example cultures or societies include the Cherokee <http://en.wikipedia.org/wiki/Cherokee> , Choctaw <http://en.wikipedia.org/wiki/Choctaw> , Gitksan <http://en.wikipedia.org/wiki/Gitksan> , Haida <http://en.wikipedia.org/wiki/Haida_people> , Hopi <http://en.wikipedia.org/wiki/Hopi> , Iroquois <http://en.wikipedia.org/wiki/Iroquois> , Lenape <http://en.wikipedia.org/wiki/Lenape> , Navajo <http://en.wikipedia.org/wiki/Navajo_people> , and Tlingit <http://en.wikipedia.org/wiki/Tlingit_people> of North America <http://en.wikipedia.org/wiki/North_America> ; the Minangkabau <http://en.wikipedia.org/wiki/Minangkabau_people> people of West Sumatra <http://en.wikipedia.org/wiki/West_Sumatra> , Indonesia <http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia> and Negeri Sembilan <http://en.wikipedia.org/wiki/Negeri_Sembilan> , Malaysia <http://en.wikipedia.org/wiki/Malaysia> ; the Nairs <http://en.wikipedia.org/wiki/Nairs> of Kerala <http://en.wikipedia.org/wiki/Kerala> and the Bunts <http://en.wikipedia.org/wiki/Bunts> of Karnataka <http://en.wikipedia.org/wiki/Karnataka> in south India <http://en.wikipedia.org/wiki/India> ; the Khasi <http://en.wikipedia.org/wiki/Khasi_people> , Jaintia <http://en.wikipedia.org/wiki/Synteng> and Garo <http://en.wikipedia.org/wiki/Garo_%28tribe%29> of Meghalaya <http://en.wikipedia.org/wiki/Meghalaya> in northeast India; eastern Sri Lanka <http://en.wikipedia.org/wiki/Sri_Lanka> ; the Mosuo <http://en.wikipedia.org/wiki/Mosuo> of China <http://en.wikipedia.org/wiki/China> ; the Basques <http://en.wikipedia.org/wiki/Basques> of Spain and France; the Akan <http://en.wikipedia.org/wiki/Akan_people> including the Ashanti <http://en.wikipedia.org/wiki/The_Ashanti> of west Africa; the Tuaregs <http://en.wikipedia.org/wiki/Tuaregs> of west and north Africa; most Jewish <http://en.wikipedia.org/wiki/Matrilineality_in_Judaism> communities; and the Serer <http://en.wikipedia.org/wiki/Serer_people> of Senegal <http://en.wikipedia.org/wiki/Senegal> , the Gambia <http://en.wikipedia.org/wiki/Gambia> and Mauritania <http://en.wikipedia.org/wiki/Mauritania> . From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Maturidi Donsan Sent: Tuesday, February 04, 2014 1:21 PM To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Tanpa Islam, jangan2 Minang pun seperti ini... Nakan ANB Ada juga, menurut bapak Hasan Basri ( bekas bupati Solok ?) yang ikut RDPU RUU desa tempohari, bahwa sekarang ini masih ada 2 sistim matrilineal yang tersisa di dunia yaitu 1. Minangkabau 2. di Amerika Seltan, yang di Amerika selatan ini diramalkan 20 tahun lagi habis. Hanya tidak diterangkan dimana di Amerika Selatan. Kalau ANB ada data yang di Amerika Selatan ini, tolong lewakan ke lapau ko untuk menambah pengetahuan kita bersama. Nakan ANB dari data nan ANB dapek, dari mano sanbananyo asal usua matrilineal nan ado di Minangkabao ko. Tolong dilewakan kalau ado. Tarimo kasih banyak atas infonyo. Wass, Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau Pada 4 Februari 2014 07.53, Fitrianto <[email protected]> menulis: AslmWrWb Da ANB dan sanak sapalanta, kopiannyo taputuih, jadi indak lengkap doh. Ambo lengkapi sambuangannyo di bawah. Tapi memang matrinial Minang dari India agak maloncek, walaupun sacaro umum budaya Nusantara banyak dipengaruhi India, sehingga sangat mungkin matrilinial juga masuk dari pengaruh India. Dan intinyo dari ambo adolah nan di judul, TANPA ISLAM...... Alhamdulillah kito alah Islam, tapi jaan take for granted... Wassalam fitr <http://internasional.kompas.com/read/2014/02/02/0145038/Akibat.Masalah.Maha r.Pria.India.Bakar.Istri.dan.Bayinya.hingga.Tewas> Keluarga sang suami, lanjut Rana, mulai menyiksa dan melecehkan Devi hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri hidup perempuan malang itu. "Kini mereka masih meminta saya memberi sebuah televisi dan sepeda motor. Padahal saya sudah memberikan tanah saya sebagai mahar," lanjut Rana. Untuk membuat pembunuhan Devi terkesan sebagai sebuah kecelakaan, sang suami kemudian meletakkan Devi di dekat sebuah perapian dan menaruh sebuah ember di dekat perempuan itu. Pada 30 Januari pagi, warga desa setempat melihat Devi dan bayinya tergeletak di halaman rumahnya dalam kondisi masih hidup meski 90 persen tubuhnya terbakar. Warga kemudian membawa ibu dan anak itu ke rumah sakit namun mereka meninggal dunia setibanya di rumah sakit. "Ini adalah perbuatan yang sangat kejam. Semua tersangka akan ditahan dan dihukum sesuai hukum yang berlaku," kata seorang perwira polisi Superintenden Nirmal Kumar Mishra. Dalam budaya India, anak laki-laki selalu menjadi dambaan setiap keluarga. Sebab, di saat akan menikah pihak keluarga mempelai perempuan yang akan memberikan mahar kepada keluarga mempelai pria. Akibatnya, ribuan bayi perempuan digugurkan setiap tahun setelah pemeriksaan USG memastikan bahwa seorang ibu mengandung seorang bayi perempuan. Berdasarkan data yang dirilis Biro Catatan Kejahatan Nasional India, pembunuhan perempuan akibat masalah mahar terjadi hampir setiap jam di negeri itu. Pada 2012, sebanyak 8.233 orang perempuan, sebagian besar dari mereka adalah pengantin baru, menjadi korban pembunuhan terkait pembayaran mahar. 2014-02-03 Akmal Nasery Basral <[email protected]>: Dinda Fitr, peristiwa tragis ini menurut berita tsb terjadi di Jarkhand, yang berada di sebelah timur Uttar Pradesh. Sementara adat matrilineal di India kalau tak salah hanya ditemukan di Meghalaya (arti harfiah "Rumah Awan"), sebuah wilayah yang berbatasan langsung dengan Bangladesh di Selatan. Lebih khusus lagi, adat "manjapuik ala India" ko dipraktikkan oleh suku Khasi yang merupakan suku mayoritas (50 %) di Meghalaya. Lebih unik lagi, jumlah muslim di Meghalaya hanya menempati peringkat keempat (4%) setelah Kristen (64,6%), animisme (16,7%) dan Hindu (14,7%) dari sekitar 260 ribu penduduk. Karena pada berita pendek itu tak disebutkan suku asli Gunjan Masat (pelaku pembakaran yang juga suami korban) dan istrinya Annu Devi, agak sulit juga menautkan kejadian itu dengan soal "gagal bayar mahar". Apalagi dengan panukuik berita, "Namun masalah muncul ketika Devi melahirkan bayi perempuan." Jadi, apakah masalah muncul karena yang lahir BUKAN bayi laki-laki (yang mungkin sangat diharapkan suami kalap itu), atau tautan dengan "mahar perkawinan" hanya kesimpulan reporter yang menuliskan berita. Kalau pun betul pasangan itu dari etnis Khasi, besar kemungkinan dari nama mereka mengindikasikan keduanya dari Khasi Hindu atau bahkan animisme (mungkin juga Khasi Kristen), bukan dari Khasi muslim. Artinya, memang agak spekulatif kalimat terakhir dinda Fitr "Dan memang matrilineal Minang tu asanyo dari India ..." Wass, ANB 45, Cibubur Pada 2 Februari 2014 10.15, Fitrianto <[email protected]> menulis: -- . . -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
