Bung Akmal dan sanak sapalanta n.a.h,
AssalamualaikumWW,

Kunci permasalahan saya kira sudah disebutkan pada bagian akhir tulisan 
tersebut : penguasaan ilmu dan teknologi. Para petani kita masih jauh..jauh 
sekali dari ilmu dan teknologi. Masih terbentang jurang antara ilmu yg ada 
di Dinas Pertanian, lembaga penelitian, buku dll dengan petani. Penyuluh 
pertanian tidak berfungsi di negeri kita. Jarang atau hampir tidaak ada 
tamatan sekolah atau fakultas pertanian yg terjun jadi petani praktis.
Petani masih bergulat dengan caranya sendiri yang mereka anggap benar spt 
jaring apung Maninjau.
Coba bung Akmal amati sikon bahwa pasar hortikultura Singapur dan Malaysia 
trgantung pada 2 sentra utama pertanian : Brastagi dan Bukittinggi. Dengan 
letusan Sinabung logikanya produksi Brastagi akan trganggu berat dan mereka 
akan trgantung ke Bukittinggi. Apakah ada angin buritan ini untuk petani 
Agam ? Saya belum mendengar kabar baik ini.
Ilmu dan teknologimasuk nagari, inilah saya kira kata kuncinya.

Maaf & wasalam,

Epy Buchari

l-70, Ciputat Timur



On Tuesday, February 11, 2014 6:04:26 AM UTC, Akmal Nasery Basral wrote:
>
> Assalamu'alaikum Wr. Wb adidunsanak Palanta RN n.a.h.
>
> Mengingat beberapa hari lalu ada thread tentang karamba ikan, dengan 
> sharing pengalaman dari Bundo Nismah dan Pak Zaid Dunil, hari ko ambo 
> mambaco status FB surang kawan ambo nan alumnus IPB dan pengamat perikanan 
> seperti di bawah ko.
>
> Pengalaman yang menyedihkan karena hanya dalam waktu 14 tahun (1998-2012) 
> posisi Indonesia sebagai "pengajar" Vietnam untuk urusan teknologi karamba, 
> kini berputar 180 derajat. 
>
> Dari paparan pendek Sdr. Aries Prima ko, ternyata kalau karamba ditangani 
> serius dan profesional bisa membuat Vietnam menjadi eksportir terbesar di 
> dunia, bukan hanya di wilayah regional Asia Tenggara, tapi dunia. 
>
> Jika manajemen karamba di Minang dibenahi, mungkinkah Sumbar juga bisa 
> muncul sebagai eksportir utama dari 33 provinsi di Indonesia? Kalau iya, 
> satu lagi pemberdayaan ekonomi rakyat bisa dilakukan tanpa harus tergantung 
> pada pusat/Jakarta.
>
> Wass,
>
> ANB
> 45, Cibubur
>
> * * *
>
> Aries Prima <https://www.facebook.com/aries.prima?hc_location=timeline> 
> 4 hours 
> ago<https://www.facebook.com/aries.prima/posts/10152249823594533?stream_ref=10><https://www.facebook.com/aries.prima?fref=ts#>
>  Sekitar tahun 1998, orang Vietnam datang ke Indonesia untuk belajar 
> pembudidayaan ikan Patin. Setelah cukup belajar, mereka membudidayakan ikan 
> Patin di keramba-keramba sungai Mekong. Merasa bahwa sistem keramba ini 
> sangat bergantung kepada kualitas air sungai, maka kemudian mereka 
> mengembangkan dan membangun kolam-kolam yang dapat diatur kualitas airnya 
> di sepanjang salah satu sungai terpanjang di dunia ini.
>
> Sejak tahun 2012, Vietnam adalah negara pengekspor terbesar ikan patin di 
> dunia. Memasok sekitar 90 persen kebutuhan ikan Patin dunia. Indonesia pun 
> kini mengimpor ikan yang termasuk dalam genus Pangasius untuk kebutuhannya 
> dari Vietnam. Produksi ikan Patin di Vietnam mencapai 400 ton per hektar. 
> Sedangkan Indonesia hanya mampu memproduksi 70 ton per hektar.
>
> Indonesia telah menjadi "guru" bagi beberapa negara di ASEAN di bidang 
> teknologi dan pertanian. Namun kini kemampuan serta penguasaan teknologi 
> dan pertanian negara kepulauan terbesar di dunia ini telah dilampaui oleh 
> para "murid"-nya. 
>
> Kini saatnya perhatian dan dukungan politis harus diberikan kepada 
> pengembangan sains, teknologi, keinsinyuran (termasuk pertanian), melalui 
> berbagai inovasi untuk kebangkitan Indonesia.
>  

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke