Sanak Epy, Bung Akmal. Ambo manyimak, setuju pentingnyo peranan penguasaan ilmu 
dan teknologi, nan bisa dilayani dek instansi Pemerintah nan bersangkutan. 
Masalahnyo baa caronyo manjangkau rakyat banyak ko ? Ambo indak tahu. Sampai 
kini nan jaleh urang awak labiah suko jalan surang. Samantaro tu urang lain - 
misalnyo Vietnam atau daerah lain -  maju taruih, indak manunggu awak doh.

Wassalam,
SB, 77, Sby.

Sent from my iPad

> On 12 Feb 2014, at 13.30, Epy Buchari <[email protected]> wrote:
> 
> Bung Akmal dan sanak sapalanta n.a.h,
> AssalamualaikumWW,
> 
> Kunci permasalahan saya kira sudah disebutkan pada bagian akhir tulisan 
> tersebut : penguasaan ilmu dan teknologi. Para petani kita masih jauh..jauh 
> sekali dari ilmu dan teknologi. Masih terbentang jurang antara ilmu yg ada di 
> Dinas Pertanian, lembaga penelitian, buku dll dengan petani. Penyuluh 
> pertanian tidak berfungsi di negeri kita. Jarang atau hampir tidaak ada 
> tamatan sekolah atau fakultas pertanian yg terjun jadi petani praktis.
> Petani masih bergulat dengan caranya sendiri yang mereka anggap benar spt 
> jaring apung Maninjau.
> Coba bung Akmal amati sikon bahwa pasar hortikultura Singapur dan Malaysia 
> trgantung pada 2 sentra utama pertanian : Brastagi dan Bukittinggi. Dengan 
> letusan Sinabung logikanya produksi Brastagi akan trganggu berat dan mereka 
> akan trgantung ke Bukittinggi. Apakah ada angin buritan ini untuk petani Agam 
> ? Saya belum mendengar kabar baik ini.
> Ilmu dan teknologimasuk nagari, inilah saya kira kata kuncinya.
> 
> Maaf & wasalam,
> 
> Epy Buchari
> 
> l-70, Ciputat Timur
> 
> 
> 
>> On Tuesday, February 11, 2014 6:04:26 AM UTC, Akmal Nasery Basral wrote:
>> Assalamu'alaikum Wr. Wb adidunsanak Palanta RN n.a.h.
>> 
>> Mengingat beberapa hari lalu ada thread tentang karamba ikan, dengan sharing 
>> pengalaman dari Bundo Nismah dan Pak Zaid Dunil, hari ko ambo mambaco status 
>> FB surang kawan ambo nan alumnus IPB dan pengamat perikanan seperti di bawah 
>> ko.
>> 
>> Pengalaman yang menyedihkan karena hanya dalam waktu 14 tahun (1998-2012) 
>> posisi Indonesia sebagai "pengajar" Vietnam untuk urusan teknologi karamba, 
>> kini berputar 180 derajat. 
>> 
>> Dari paparan pendek Sdr. Aries Prima ko, ternyata kalau karamba ditangani 
>> serius dan profesional bisa membuat Vietnam menjadi eksportir terbesar di 
>> dunia, bukan hanya di wilayah regional Asia Tenggara, tapi dunia. 
>> 
>> Jika manajemen karamba di Minang dibenahi, mungkinkah Sumbar juga bisa 
>> muncul sebagai eksportir utama dari 33 provinsi di Indonesia? Kalau iya, 
>> satu lagi pemberdayaan ekonomi rakyat bisa dilakukan tanpa harus tergantung 
>> pada pusat/Jakarta.
>> 
>> Wass,
>> 
>> ANB
>> 45, Cibubur
>> 
>> * * *
>> 
>> Aries Prima
>> 4 hours ago
>> Sekitar tahun 1998, orang Vietnam datang ke Indonesia untuk belajar 
>> pembudidayaan ikan Patin. Setelah cukup belajar, mereka membudidayakan ikan 
>> Patin di keramba-keramba sungai Mekong. Merasa bahwa sistem keramba ini 
>> sangat bergantung kepada kualitas air sungai, maka kemudian mereka 
>> mengembangkan dan membangun kolam-kolam yang dapat diatur kualitas airnya di 
>> sepanjang salah satu sungai terpanjang di dunia ini.
>> 
>> Sejak tahun 2012, Vietnam adalah negara pengekspor terbesar ikan patin di 
>> dunia. Memasok sekitar 90 persen kebutuhan ikan Patin dunia. Indonesia pun 
>> kini mengimpor ikan yang termasuk dalam genus Pangasius untuk kebutuhannya 
>> dari Vietnam. Produksi ikan Patin di Vietnam mencapai 400 ton per hektar. 
>> Sedangkan Indonesia hanya mampu memproduksi 70 ton per hektar.
>> 
>> Indonesia telah menjadi "guru" bagi beberapa negara di ASEAN di bidang 
>> teknologi dan pertanian. Namun kini kemampuan serta penguasaan teknologi dan 
>> pertanian negara kepulauan terbesar di dunia ini telah dilampaui oleh para 
>> "murid"-nya. 
>> 
>> Kini saatnya perhatian dan dukungan politis harus diberikan kepada 
>> pengembangan sains, teknologi, keinsinyuran (termasuk pertanian), melalui 
>> berbagai inovasi untuk kebangkitan Indonesia.
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke