Sanak ambo JB dan sanak di palanta n.a.h


Asal mulonyo masalah  pengadilan Tigaraksa Tangerang nan kito bicarokan di
palantako adolah masalah perzinaan.



Istri pelaku menmukan poto-adegan prono \antaro pelaku (suami korban)
dengan wanita lain..



Sampai dimana keaslian adegan-adegan ini tentu harus menyertakan ahli IT.



Istri tak senang diperlakukan demikian, lalu minta cerai.



Kemungkinan pengacara si istri maupun si istri dari pelaku dengan adegan
dalam poto itu lalu berkesimpulan, “ pelaku sudah berzina”



Dengan alasan sudah berzina itu barangkali si Istri minta cerai.



Pengadilan memberikan keputusan bahwa adegan dalam poto itu tidak bisa
untuk  alasan berzna, karena masih perlu saksi bla-blal…



Kita memang tak tahu apakah ahli IT di minta keteranganny, atau pengandilan
agama positip menolak penggunaan poto sebagai barang bukti. Ini kita belum
jelas.



Tapi dari keterangan pengacara istri pelaku didepan TV Metro/TV ONE.

Jelas menunjukkan poto-poto sur pelaku dengan wanita lain dengan pakaian
setengah badan malah ada yang bugil.



Kalau suami sudah berbuat serong, mestinya, permohonan cerai istri
seharusnya dikabulkan pengadilan, tapi inilah hukum, kalau 3+ 6 =9, tidak
bisa untuk mendapatkan angka 9 itu dengan 7+2 =9.



Wass,



Maturidi (L/75) Talang, Solok,Kutianyia, Duri Riau.




Pada 22 April 2014 22.32, Zubir Amin <[email protected]> menulis:

>  Sdr Maturidi Donsan n sanak Pakanta nn baik.
> Sampai hari ini 22/4 thread sanak spt subject diateh blm terjawab dgn
> tuntas.
> Hemat JB nn menjadi masa lah pokok dari subject itu ada lah masalah 'Foto'
> Pesta Seks(FPS),bukan masalah zinanya..Bisakah foto itu dijadi kan barang
> bukti terhadap kajadian 'pesta seks' itu!
> Sekarang nn berkembang dari subject diateh n banyak diperdebatkan di
> Palanta ini adalah masalah 'zina',shg masalah pokoknya(foto) luput
> dibicarakan.
> Bakaitan dgn masalah FPS ini walaupun JB bukan dari di siplin ilmu hukum n
> bukan ahli hukum pidana,namun JB sapan dapek jo hakim Pengadilan
> Tigaraksa,Tangerang yg menolak FPS sebagai barang bukti.Sayang disini tdk
> dijelas kan apakah FPS itu dlm ben tuk foto cetak(hitam putih or berwarna)
> atau dlm bentuk vi dio casset or cd.
> FYI,dlm kemajuan IT sekarang, foto apapun termasuk foto orang dapat
> direkayasa sesuai dgn nn diinginkan oleh perekayasa tsb dlm betuk foto
> digital.
> Hakim Pengadilan Tigarak sa itu menolak 'F'PS sebagai barang bukti bhw tlh
> terjadi pesta seks(perzinaan?) krn foto itu lemah sebagai barang bukti dgn
> alasan tsb diateh.
> Mungkin sanak2 nn lain di palanta ini bisa lebih mendlm dpt menjelaskan
> bisa atau tidaknya 'foto' dijadikan seba gai barang bukti atas suatu
> perkara di pengadilan.
> JB,DtRJ,75thn,sdg di Jem ber,Jatim.
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
> ------------------------------
> *From: * Maturidi Donsan <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Mon, 21 Apr 2014 17:26:15 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[R@ntau-Net] FOTO PESTA SEKS DITOLAK JADI BUKTI ZINA DI
> PENGADILAN TIGARAKSA TANGERANG
>
> Sanak dipalanta n.a.h
>
> Majelis hakim mengutip Al-Quran Surat An Nur ayat 4 yang mensyaratkan zina
> harus dibuktikan dengan 4 orang saksi yang melihat langsung ...
>
> Baa caro manggunokan ayat 4 surat an Nur tu,  pangadilan dinagari awak kok
> bodoh bana.
>
> Jangankan zina, porno grafi sajo alah bisa untuak mnyalahkan urang jo
> hukum.
>
> Apolai lah ado gambar bisa disaksikan mato bukan 4 urang bisa maliek tapi
> jutaan urang bisa maliek. apao miko indak bisa digunokan untuak mayalahkan
> sipelaku.
>
> Kalu paralu undanglah ahli IT.
> Kalau tak salah pengadilan (mungkin bari Negeri, agama belum?) sudah
> mengakui poto bisa sebagai alat bukti.
>
> Kalu coiko caronyo, peristiwa perkosaan /pelecehan seksual  di Sarilamak
> kapatangko bisa lo indak dianggap perzinaan. Karano mungkinntak ado 4 urang
> nan manyaksikan.
>
> Kalau  mungkin kawan-kawannyo manyaksikan, bisa jo dianggap tak sah,
> karano kawan-kawannyo sajo.
>
> Kalau baitu hukum pungkang sampai sipelaku  bangkak-bankak , tangga gigi
> dsb , salah tu yo.
>
> Aatau iko sangajo Pengadilan Agamo Tangerang  ko ingin mamburuakkan Islam
> , indak tau lah awak.
>
> Manuruik carito , dikampuang Indak ado urang nan maliek urang nan sadiang
> malakukan... tu do, tapi kalau ado naik rumah jando, tak ado hubungan karik
> baik, lampu mati, otomatis sergap tibo, dipungkang dsb, bangkak-bangkak.
>
> Kalu kabatulan panghulu nan malakukan , tangga baju.
>
> Baa ahli hukum agamo nan lai ciek jo duo di lapauko, bari kami pencerahan.
>
> wass,
>
> Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke