Terima kasih Pak Donard.

Salam,
Dody, JKT
On May 28, 2014 8:09 AM, "Donard" <[email protected]> wrote:

>  Betul, Pak Dody.
> Kalau ada yg seperti konvensi Partai Demokrat tapi versi lebih baik akan
> bagus juga.
>
> Salam
> Donard
>
>  ------------------------------
> From: Dody Osmon <[email protected]>
> Sent: ‎27/‎05/‎2014 9:18 PM
> To: Rantaunet <[email protected]>
> Subject: RE: [R@ntau-Net] Kejayaan Islam dari Minang?
>
> Terima kasih Pak Donard atas tanggapannya. Kalau boleh tahu kira-kira apa
> ya masalah utama orang-orang baik ini susah masuk ke dalam sistem ini. Apa
> ada hubungan sama ketegasan kepemimpinan dan komitmen bukan hanya sekedar
> janji saja.
>
> Salam,
> Dody ,JKT
> On May 27, 2014 11:40 AM, "Donard" <[email protected]> wrote:
>
>>  Contohnyo Australia, tampek carito ambo tadi terjadi. Bukan lembaga
>> etik, tapi aspek keadilan masuk dlm setiap uu dan institusi. Indak di
>> masjid sajo.
>>
>> Penegakan keadilan yg labiah penting dan itu hanya bisa dilakukan orang2
>> baik yg masuk sistem dan maubah sistem. Jadi dari wali nagari sd wali
>> Negara Ko dibuek mekanisme spy yg naik dan kompeten yg mamimpin. Jadi
>> dimulai dari kepemimpinan politik.
>>
>> Itu sajonyo Pak Dody. Mungkin yg lain punyo pandangan lain.
>>
>> Salam
>> Donard
>>  ------------------------------
>> From: Dody Osmon <[email protected]>
>> Sent: ‎27/‎05/‎2014 12:17 PM
>> To: Rantaunet <[email protected]>
>> Subject: RE: [R@ntau-Net] Kejayaan Islam dari Minang?
>>
>> Pak Donard, negara ma yang pakai lembaga etik atau etik dilembagakan ko
>> contohnyo?
>> Apo ado korelasi dari masalah penegakan hukum di negara kito iko pak?Apo
>> faktor utamo kito indak melaksanakan kode etik kelembagaan iko?
>>
>> Salam,
>> Dody, JKT
>> On May 27, 2014 7:15 AM, "Donard" <[email protected]> wrote:
>>
>>>  Pak Dody, masalah klasik, Pak. Kalau  manuruik ambo kemunduran akhlak
>>> atau paling indak akhlak kito indak terlembagakan.  Kito sabananyo indak
>>> kalah Jo Barat, tapi kito indak sadar. Barat kurang nilai agamo tapi ado
>>> etik yg dilembagakan. Patang hp ambo hilang, tapi karano ambo labiah yakin
>>> pasti ado urang malapor ka satpam, ambo tanang2 samo. ternyato iyo hp Tu
>>> Lah di satpam.
>>>
>>> Ambo sangat acok ka RS indak mambayia karena asuransi malakek kasado
>>> urang dan dilayani sangaik ramah. Dek awak Lah ambo cubo layanan askes Tu
>>> tambah sakik kapalo ambo dulu.
>>>
>>> Kalau Lah ancak layanan RS pemerintah, Tu Lah patando kito maju, ndak
>>> mundur.
>>>
>>> Salam,
>>> Donard
>>>  ------------------------------
>>> From: Dody Osmon <[email protected]>
>>> Sent: ‎26/‎05/‎2014 10:44 PM
>>> To: Rantaunet <[email protected]>
>>> Subject: Re: [R@ntau-Net] Kejayaan Islam dari Minang?
>>>
>>> Pak Donard, buliah tanyo ciek.Kemunduran iko kemunduran apo yang
>>> dimaksud intinyo.
>>>
>>> Salam,
>>> Dody, JKT
>>> On May 26, 2014 12:17 PM, "Donard Games" <[email protected]> wrote:
>>>
>>>>  Palanta RN yth.
>>>>
>>>> Berikut tulisan saya tentang Islam dan Minangkabau dimuat di Padang
>>>> Ekspres Sabtu lalu. Ini tulisan sederhana membahas masalah klasik dan masih
>>>> begitu  banyak pertanyaan yang belum terjawab. Saya juga membuat ini salah
>>>> satunya berdasarkan tulisan yg disampaikan oleh uda ANB sebelumnya tentang
>>>> seberapa Islami kita, beberapa waktu yg lalu.
>>>>
>>>>
>>>> Salam,
>>>>
>>>> Donard, 34
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> *                                        Kejayaan Islam dari Minang? *
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Pengalaman saya mengikuti Simposium Muafakat Minang di Port Dickson,
>>>> April 2014, mengingatkan saya kembali pada cita-cita ideal hubungan Islam
>>>> dan Minangkabau. Islam dianggap jawaban sempurna untuk semua permasalahan
>>>> dan orang Minang memiliki segenap apa yang dibutuhkan untuk menjadi bagian
>>>> terdepan dalam membangun peradaban baru yang lebih Islami. Muchtar Naim
>>>> menyebutnya “Dunia Melayu Dunia Islam”. Mungkinkah itu terjadi? Pertanyaan
>>>> yang lebih tepat adalah sejauh mana situasi saat ini memberi kepercayaan
>>>> diri bahwa cita-cita demikian akan tercapai?
>>>>
>>>>             Suatu penelitian penting tentang keberagamaan atau lebih
>>>> tepatnya keIslam-an dari Dessy Kurnia Sari (2014) menjadi sangat penting
>>>> untuk dikaji lebih lanjut. Dalam penelitiannya, berdasarkan survei 400
>>>> responden orang Minang ditemukan bahwa saat ini bahwa saat ini orang Minang
>>>> dalam beragama berada pada level moderat. Artinya, mereka memandang agama
>>>> cukup penting, tapi tidak sangat penting dibandingkan dengan beberapa hal
>>>> lain dalam kehidupan. Tentu penelitian ini tidak berlaku secara umum karena
>>>> jumlah responden dan lain-lain, tapi paling tidak ini memberikan suatu
>>>> gambaran bagi kita.  Orang Minang tetap beridentitas Islam, tetapi,
>>>> misalnya, mereka tidak segan-segan memilih partai-partai yang bukan partai
>>>> Islam. Ketaatan menjalankan ritual seperti shalat tetap terjaga, tapi tidak
>>>> sangat kuat memengaruhi keputusan terutama dalam bermuamalah. Dalam contoh
>>>> ekstremnya, orang tidak segan-segan menyuap dan korupsi meskipun mereka
>>>> tetap shalat dan berhaji.
>>>>
>>>>             Penelitian saya (2014) juga memberikan pesan yang kuat
>>>> bahwa ada  kecenderungan orang Minang saat ini untuk lebih
>>>> mengedepankan karakter individualis yang berujung pada kehilangan
>>>> kepercayaan terhadap orang lain. Ini menjadi sangat penting, misalnya,
>>>> dalam dunia yang membutuhkan kepercayaan dan kepastian seperti dalam dunia
>>>> bisnis. Orang Minang selama ini dikenal sebagai suku bangsa perantau yang
>>>> menjadikan bisnis atau dagang sebagai bagian dari identitas dirinya. Dengan
>>>> modal seadanya, perantau membutuhkan modal sosial yang kuat untuk dapat
>>>> bertahan. Kekurangan kepercayaan pada orang lain adalah cermin
>>>> kekurangpercayaan pada nilai-nilai kejujuran dan keteguhan memegang amanah.
>>>> Bukankah ini yang menjadi identitas Nabi Besar Muhammad SAW-*al-amin*?
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> *Lalu Apa?*
>>>>
>>>> Taufik Abdullah pernah memberitahu saya bahwa justru di era reformasi
>>>> ini orang Minang mengalami kemunduran. Di saat semua orang bebas
>>>> berekspresi dan di lain pihak saat ini terbentuk raja-raja kecil karena
>>>> otonomi daerah yang kebablasan, orang Minang sepertinya cenderung jalan di
>>>> tempat. Pada suatu masa, ranah Minang adalah pusat pendidikan di tanah air.
>>>> Saat ini, kita boleh ragu bahwa anak-anak kita terbiasa berlaku curang
>>>> dalam ujian. Belum lagi kejahatan-kejahatan yang menimbulkan rasa tidak
>>>> aman sekaligus pertanda merosotnya akhlak dan martabat orang Minang. Lalu,
>>>> apa yang mesti dilakukan?
>>>>
>>>> Penelitian Sari (2014) yang telah saya sampaikan sebelumnya, sebenarnya
>>>> telah memberi petunjuk yang nyata. Untuk mendekati mereka yang moderat,
>>>> pendekatan yang dilakukan semestinya berbeda. Ada hal yang selama in
>>>> terlalu lama kita biarkan tanpa ada perlawanan yang berarti. Ini tentang
>>>> penerimaan konsep adat basandi sara’ dan sara’ basandi kitabullah dalam
>>>> tataran simbolik. Ia ibarat mantra yang sering diulang-ulang dan justru
>>>> kehilangan makna karena kealpaan dalam menerapkan nilai-nilai luhur
>>>> kitabullah dalam tataran praktis. Sudah saatnya kita tidak lagi menjawab
>>>> semua persoalan dengan retorika; dan di saat bersamaan mengabaikan inti
>>>> penyelesaian masalah yang sebenarnya.
>>>>
>>>> Kampanye untuk pelaksanaan ibadah ritual seperti shalat,puasa, dan
>>>> mengaji Alqur’an harus tetap jalan. Namun itu hanya efektif bila
>>>> dilakukanbersamaan dan selaras dengan pengamalan nilai-nilai Islam yang
>>>> mewajibkan pemerangan kemiskinan, peningkatan layanan publik, adanya rasa
>>>> aman dalam masyarakat, dan sikap tanpa mendua anti korupsi. Pesan tulisan
>>>> ini senada dengan riset yang dilakukan Rehman dan Askari (2010) yang
>>>> menelaah tentang “seberapa Islami sebenarnya negara-negara Islam (mayoritas
>>>> penduduknya Islam)? Berdasarkan indeks yang mereka ciptakan, Indonesia
>>>> berada di peringkat 138 dari 208 negara. Kita kurang Islami ketimbang
>>>> Malaysia (38), Kuwait (48), Bahrain (64), dan Brunei (65). Tapi, mereka
>>>> semua juga kurang Islami dibandingkan dengan Islandia (4), Irlandia (3),
>>>> Luxemburg (2), dan Selandia Baru (1). Para peneliti ini menekankan
>>>> penilaian mereka berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam Islam, yaitu
>>>> keadilan dalam segenap aspek kehidupan (politik, ekonomi, dan lain-lain),
>>>> minimnya korupsi, transparansi, dan adanya kebebasan dalam menentukan
>>>> pilihan.
>>>>
>>>> Irfan Amalee (204) menanggapi hasil riset Rehman dan Askari dengan
>>>> kembali pada kesimpulan lama dari Rasyid Ridha bahwa umat Islam 
>>>> Islammundur karena meninggalkan ajarannya, sementara Barat maju karena
>>>> meninggalkan ajarannya. Kalau boleh ditambahkan, saat ini umat Islam mundur
>>>> karena menjalankan agamanya setengah-setengah sementara mereka tahu mereka
>>>> telah menggenggam nilai-nilai luhur Islam. Lalu, apakah kemajuan Barat
>>>> adalah murni karena mereka meninggalkan agama? Bisa jadi iya, tapi mungkin
>>>> saja ini lebih karena Barat menjadi Islami manakala mereka cenderung pada
>>>> nilai-nilai keadilan dan kepastian hukum yang dituntut dalam Islam.
>>>> Sementara, dalam aspek lain, atas nama kebebasan,  mereka melangkah
>>>> terlampau jauh. Selandia Baru yang berada di peringkat satu adalah negara
>>>> yang mengizinkan pernikahan sesama jenis yang mana itu jelas-jelas tidak
>>>> Islami.
>>>>
>>>> Kembali ke pertanyaan awal, apakah kejayaan Islam bisa berasal salah
>>>> satunya dari Ranah Minang, itu dapat dijawab oleh orang Minang sendiri.
>>>> Mampukah kita menjadi suri tauladan yang paripurna; yang mampu menjalankan
>>>> keadilan dimana dan kapan saja? Mampukah kita memilih pemimpin-pemimpin
>>>> bukan karena sanak saudara atau popularitas, tapi karena akhlak dan
>>>> kompetensi yang dimilikinya? Mampukah pemimpin-pemimpin di Minangkabau
>>>> menangkap intisari ajaran Islam dan mengamalkannya bahkan jika saat ini
>>>> situasinya tidak ideal untuk itu? Mampukah kita menilai sesuatu bukan
>>>> karena kepentingan dan kenikmatan sesaat atau kepentingan diri sendri tapi
>>>> berdasarkan kemaslahatan bersama, kepentingan yang lebih besar, dan lebih
>>>> daripada itu dengan mengharap ridha Allah? Wallahu a'lam.
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> --
>>>> .
>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>>> ===========================================================
>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>>> * DILARANG:
>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>>> 3. Email One Liner.
>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>>> serta mengirimkan biodata!
>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>>> mengganti subjeknya.
>>>> ===========================================================
>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>>> ---
>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>>> Grup.
>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>>> kirim email ke [email protected].
>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>>
>>> --
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> 3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> mengganti subjeknya.
>>> ====================================
>>>
>>
> [The entire original message is not included.]
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke