Terima kasih Pak Donard atas tanggapannya. Kalau boleh tahu kira-kira apa ya masalah utama orang-orang baik ini susah masuk ke dalam sistem ini. Apa ada hubungan sama ketegasan kepemimpinan dan komitmen bukan hanya sekedar janji saja.
Salam, Dody ,JKT On May 27, 2014 11:40 AM, "Donard" <[email protected]> wrote: > Contohnyo Australia, tampek carito ambo tadi terjadi. Bukan lembaga > etik, tapi aspek keadilan masuk dlm setiap uu dan institusi. Indak di > masjid sajo. > > Penegakan keadilan yg labiah penting dan itu hanya bisa dilakukan orang2 > baik yg masuk sistem dan maubah sistem. Jadi dari wali nagari sd wali > Negara Ko dibuek mekanisme spy yg naik dan kompeten yg mamimpin. Jadi > dimulai dari kepemimpinan politik. > > Itu sajonyo Pak Dody. Mungkin yg lain punyo pandangan lain. > > Salam > Donard > ------------------------------ > From: Dody Osmon <[email protected]> > Sent: 27/05/2014 12:17 PM > To: Rantaunet <[email protected]> > Subject: RE: [R@ntau-Net] Kejayaan Islam dari Minang? > > Pak Donard, negara ma yang pakai lembaga etik atau etik dilembagakan ko > contohnyo? > Apo ado korelasi dari masalah penegakan hukum di negara kito iko pak?Apo > faktor utamo kito indak melaksanakan kode etik kelembagaan iko? > > Salam, > Dody, JKT > On May 27, 2014 7:15 AM, "Donard" <[email protected]> wrote: > >> Pak Dody, masalah klasik, Pak. Kalau manuruik ambo kemunduran akhlak >> atau paling indak akhlak kito indak terlembagakan. Kito sabananyo indak >> kalah Jo Barat, tapi kito indak sadar. Barat kurang nilai agamo tapi ado >> etik yg dilembagakan. Patang hp ambo hilang, tapi karano ambo labiah yakin >> pasti ado urang malapor ka satpam, ambo tanang2 samo. ternyato iyo hp Tu >> Lah di satpam. >> >> Ambo sangat acok ka RS indak mambayia karena asuransi malakek kasado >> urang dan dilayani sangaik ramah. Dek awak Lah ambo cubo layanan askes Tu >> tambah sakik kapalo ambo dulu. >> >> Kalau Lah ancak layanan RS pemerintah, Tu Lah patando kito maju, ndak >> mundur. >> >> Salam, >> Donard >> ------------------------------ >> From: Dody Osmon <[email protected]> >> Sent: 26/05/2014 10:44 PM >> To: Rantaunet <[email protected]> >> Subject: Re: [R@ntau-Net] Kejayaan Islam dari Minang? >> >> Pak Donard, buliah tanyo ciek.Kemunduran iko kemunduran apo yang dimaksud >> intinyo. >> >> Salam, >> Dody, JKT >> On May 26, 2014 12:17 PM, "Donard Games" <[email protected]> wrote: >> >>> Palanta RN yth. >>> >>> Berikut tulisan saya tentang Islam dan Minangkabau dimuat di Padang >>> Ekspres Sabtu lalu. Ini tulisan sederhana membahas masalah klasik dan masih >>> begitu banyak pertanyaan yang belum terjawab. Saya juga membuat ini salah >>> satunya berdasarkan tulisan yg disampaikan oleh uda ANB sebelumnya tentang >>> seberapa Islami kita, beberapa waktu yg lalu. >>> >>> >>> Salam, >>> >>> Donard, 34 >>> >>> >>> >>> >>> * Kejayaan Islam dari Minang? * >>> >>> >>> >>> Pengalaman saya mengikuti Simposium Muafakat Minang di Port Dickson, >>> April 2014, mengingatkan saya kembali pada cita-cita ideal hubungan Islam >>> dan Minangkabau. Islam dianggap jawaban sempurna untuk semua permasalahan >>> dan orang Minang memiliki segenap apa yang dibutuhkan untuk menjadi bagian >>> terdepan dalam membangun peradaban baru yang lebih Islami. Muchtar Naim >>> menyebutnya “Dunia Melayu Dunia Islam”. Mungkinkah itu terjadi? Pertanyaan >>> yang lebih tepat adalah sejauh mana situasi saat ini memberi kepercayaan >>> diri bahwa cita-cita demikian akan tercapai? >>> >>> Suatu penelitian penting tentang keberagamaan atau lebih >>> tepatnya keIslam-an dari Dessy Kurnia Sari (2014) menjadi sangat penting >>> untuk dikaji lebih lanjut. Dalam penelitiannya, berdasarkan survei 400 >>> responden orang Minang ditemukan bahwa saat ini bahwa saat ini orang Minang >>> dalam beragama berada pada level moderat. Artinya, mereka memandang agama >>> cukup penting, tapi tidak sangat penting dibandingkan dengan beberapa hal >>> lain dalam kehidupan. Tentu penelitian ini tidak berlaku secara umum karena >>> jumlah responden dan lain-lain, tapi paling tidak ini memberikan suatu >>> gambaran bagi kita. Orang Minang tetap beridentitas Islam, tetapi, >>> misalnya, mereka tidak segan-segan memilih partai-partai yang bukan partai >>> Islam. Ketaatan menjalankan ritual seperti shalat tetap terjaga, tapi tidak >>> sangat kuat memengaruhi keputusan terutama dalam bermuamalah. Dalam contoh >>> ekstremnya, orang tidak segan-segan menyuap dan korupsi meskipun mereka >>> tetap shalat dan berhaji. >>> >>> Penelitian saya (2014) juga memberikan pesan yang kuat >>> bahwa ada kecenderungan orang Minang saat ini untuk lebih >>> mengedepankan karakter individualis yang berujung pada kehilangan >>> kepercayaan terhadap orang lain. Ini menjadi sangat penting, misalnya, >>> dalam dunia yang membutuhkan kepercayaan dan kepastian seperti dalam dunia >>> bisnis. Orang Minang selama ini dikenal sebagai suku bangsa perantau yang >>> menjadikan bisnis atau dagang sebagai bagian dari identitas dirinya. Dengan >>> modal seadanya, perantau membutuhkan modal sosial yang kuat untuk dapat >>> bertahan. Kekurangan kepercayaan pada orang lain adalah cermin >>> kekurangpercayaan pada nilai-nilai kejujuran dan keteguhan memegang amanah. >>> Bukankah ini yang menjadi identitas Nabi Besar Muhammad SAW-*al-amin*? >>> >>> >>> >>> >>> >>> *Lalu Apa?* >>> >>> Taufik Abdullah pernah memberitahu saya bahwa justru di era reformasi >>> ini orang Minang mengalami kemunduran. Di saat semua orang bebas >>> berekspresi dan di lain pihak saat ini terbentuk raja-raja kecil karena >>> otonomi daerah yang kebablasan, orang Minang sepertinya cenderung jalan di >>> tempat. Pada suatu masa, ranah Minang adalah pusat pendidikan di tanah air. >>> Saat ini, kita boleh ragu bahwa anak-anak kita terbiasa berlaku curang >>> dalam ujian. Belum lagi kejahatan-kejahatan yang menimbulkan rasa tidak >>> aman sekaligus pertanda merosotnya akhlak dan martabat orang Minang. Lalu, >>> apa yang mesti dilakukan? >>> >>> Penelitian Sari (2014) yang telah saya sampaikan sebelumnya, sebenarnya >>> telah memberi petunjuk yang nyata. Untuk mendekati mereka yang moderat, >>> pendekatan yang dilakukan semestinya berbeda. Ada hal yang selama in >>> terlalu lama kita biarkan tanpa ada perlawanan yang berarti. Ini tentang >>> penerimaan konsep adat basandi sara’ dan sara’ basandi kitabullah dalam >>> tataran simbolik. Ia ibarat mantra yang sering diulang-ulang dan justru >>> kehilangan makna karena kealpaan dalam menerapkan nilai-nilai luhur >>> kitabullah dalam tataran praktis. Sudah saatnya kita tidak lagi menjawab >>> semua persoalan dengan retorika; dan di saat bersamaan mengabaikan inti >>> penyelesaian masalah yang sebenarnya. >>> >>> Kampanye untuk pelaksanaan ibadah ritual seperti shalat,puasa, dan >>> mengaji Alqur’an harus tetap jalan. Namun itu hanya efektif bila >>> dilakukanbersamaan dan selaras dengan pengamalan nilai-nilai Islam yang >>> mewajibkan pemerangan kemiskinan, peningkatan layanan publik, adanya rasa >>> aman dalam masyarakat, dan sikap tanpa mendua anti korupsi. Pesan tulisan >>> ini senada dengan riset yang dilakukan Rehman dan Askari (2010) yang >>> menelaah tentang “seberapa Islami sebenarnya negara-negara Islam (mayoritas >>> penduduknya Islam)? Berdasarkan indeks yang mereka ciptakan, Indonesia >>> berada di peringkat 138 dari 208 negara. Kita kurang Islami ketimbang >>> Malaysia (38), Kuwait (48), Bahrain (64), dan Brunei (65). Tapi, mereka >>> semua juga kurang Islami dibandingkan dengan Islandia (4), Irlandia (3), >>> Luxemburg (2), dan Selandia Baru (1). Para peneliti ini menekankan >>> penilaian mereka berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam Islam, yaitu >>> keadilan dalam segenap aspek kehidupan (politik, ekonomi, dan lain-lain), >>> minimnya korupsi, transparansi, dan adanya kebebasan dalam menentukan >>> pilihan. >>> >>> Irfan Amalee (204) menanggapi hasil riset Rehman dan Askari dengan >>> kembali pada kesimpulan lama dari Rasyid Ridha bahwa umat Islam Islammundur >>> karena meninggalkan ajarannya, sementara Barat maju karena >>> meninggalkan ajarannya. Kalau boleh ditambahkan, saat ini umat Islam mundur >>> karena menjalankan agamanya setengah-setengah sementara mereka tahu mereka >>> telah menggenggam nilai-nilai luhur Islam. Lalu, apakah kemajuan Barat >>> adalah murni karena mereka meninggalkan agama? Bisa jadi iya, tapi mungkin >>> saja ini lebih karena Barat menjadi Islami manakala mereka cenderung pada >>> nilai-nilai keadilan dan kepastian hukum yang dituntut dalam Islam. >>> Sementara, dalam aspek lain, atas nama kebebasan, mereka melangkah >>> terlampau jauh. Selandia Baru yang berada di peringkat satu adalah negara >>> yang mengizinkan pernikahan sesama jenis yang mana itu jelas-jelas tidak >>> Islami. >>> >>> Kembali ke pertanyaan awal, apakah kejayaan Islam bisa berasal salah >>> satunya dari Ranah Minang, itu dapat dijawab oleh orang Minang sendiri. >>> Mampukah kita menjadi suri tauladan yang paripurna; yang mampu menjalankan >>> keadilan dimana dan kapan saja? Mampukah kita memilih pemimpin-pemimpin >>> bukan karena sanak saudara atau popularitas, tapi karena akhlak dan >>> kompetensi yang dimilikinya? Mampukah pemimpin-pemimpin di Minangkabau >>> menangkap intisari ajaran Islam dan mengamalkannya bahkan jika saat ini >>> situasinya tidak ideal untuk itu? Mampukah kita menilai sesuatu bukan >>> karena kepentingan dan kenikmatan sesaat atau kepentingan diri sendri tapi >>> berdasarkan kemaslahatan bersama, kepentingan yang lebih besar, dan lebih >>> daripada itu dengan mengharap ridha Allah? Wallahu a'lam. >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> -- >>> . >>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>> =========================================================== >>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>> * DILARANG: >>> 1. Email besar dari 200KB; >>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>> 3. Email One Liner. >>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >>> mengirimkan biodata! >>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >>> mengganti subjeknya. >>> =========================================================== >>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan >>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>> --- >>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >>> Grup. >>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >>> kirim email ke [email protected]. >>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >>> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >> Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNe > > > [The entire original message is not included.] > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
