*Sampai batamu di Jkt jo, kalau lai singgah ka JKT, kok kapadang se, Katua
Miko hari2 e banyak di Padang kini :)*


​

(18 Views) August 22, 2014 7:18 am | Published by sgl17 | No comment

SURYADI — (Leiden University, Belanda) — Tanggal 25 Agustus 2014 Pemerintah
Kota Pariaman membuat alek gandang untuk meresmikan nama baru sebuah jalan
di kota itu, yaitu Jalan Pahlawan Bagindo Dahlan Abdullah. Acara itu
diramaikan dengan seminar setengah hari tentang Bagindo Dahlan Abdullah
(dalam catatan-catatan colonial namanya dieja ‘Baginda Dahlan Abdullah’),
tokoh nasional asal Pariaman yang namanya diabadikan untuk nama jalan
tersebut.

Suryadi dari Universitas Leiden akan menapaktilasi sejarah hidup Bagindo
Dahlan Abdullah (1895-1950) dan Prof. Gusti Asnan dari Universitas Andalas
akan memaparkan konteks sejarah Pariaman sebagai salah satu entrepot yang
maju dalam era perdagangan pantai di abad ke-19 untuk memberikan latar
historis kehidupan masa kecil Bagindo Dahlan Abdullah.

Setelah itu, beberapa wakil dari keturunan Bagindo Dahlan Abdullah akan
menyampaikan kesan-kesandan kata kenangan tentang ayah/kakek mereka. Seusai
seminar, akan dilakukan pembukaan selubung nama jalan baru tersebut,
dilanjutkan dengan acara ramah-tamah dan hiburan.

Dalam rangka alek gadang itu pula, padaMinggu 24 Agustus, Yayasan H. Bgd
Dahlan Abdullah & Hj. Siti Akmar akan menyerahkan sumbangan tahunan untuk
100 murid SD di Pariaman dan Sungai Limau dan memberi beasiswa untuk 30
murid SMP/SLA. Acara itu akan dihadiri oleh Walikota Pariaman Drs. H.
Mukhlis Rahman, MM, Wakil Walikota Pariaman Dr. Genius Umar, dan Kepala
Dinas Pendidikan Kota Pariaman, Drs. Kanderi, MM.

Mungkin banyak orang Minang dan orang Pariaman sendiri yang tidak mengenal
nama Bagindo Dahlan Abdullah. Untuk itu, masih dalam rangka alekgadang
tersebut, pada 22 Agustus jam 09:30–10:30 Radio Dhara FM Pariaman
menyiarkan secara langsung riwayat hidup Bagindo Dahlan Abdullah, diikuti
dengan quiz berhadiah yang dapat diikuti oleh para pendengar acara tersebut.

Dahlan Abdullah adalah salah seorang putra Pariaman yang telah memberi
kontribusi cukup besar dalam gerakan nasionalisme Indonesia di akhir zaman
kolonial dan menjadi politisi yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan
mempertahankannya ketika dalam usianya yang masih bayisudah dirongrong lagi
oleh Belanda dengan agresi militer yang mereka lakukan tahun 1947-1949.

Dahlan Abdullah lahir pada tanggal 15 Juni 1895 di Pasia Pariaman dari
pasangan Haji Abdullah, seorang kadi di Pariaman, dan istrinya yang akrab
di panggil ‘Uniang’. Mula-mula ia belajar di Sekolah Melayu (Inlandsche
School) di Pariaman dan, sebagaimana anak Minangkabau lainnya, juga
diserahkan oleh orang tuanya mengaji ke surau. Kemudian ia melanjutkan
pendidikannya ke Sekolah Guru (Kweekschool) di Fort de Kock (Bukittinggi).
Dahlan seangkatan dengan Tan Malaka yang juga bersekolah di sana. Studi
dahlan di Kweekschool Fort de Kock diselesaikannya tahun 1913.
“Lantaran keentjeran otaknya”, demikian tulis harian Merdeka edisi 15 Mei
1950, “maka setamatnja dari sekolah ini, ia [Dahlan] beserta Tan Malaka dan
seorang temannja jang lain mendapat kesempatan untuk melandjutkan
peladjarannya ke negeri Belanda dan masuk pada ‘Kweekschool voor
onderwijzer’ di Den Haag sampai tammat tahun 1915.” Bersamaan dengan itu
(atau mungkin dalam rombongan lain) dikirim pula ke Belanda dua orang putra
Pariaman yang termasuk jalan mamak oleh Dahlan Abdullah, yaitu Djamaludin
Rasad dan Zainudin Rasad.
“Kemudian ia [Dahlan] menjambung pengetahuannja untuk mempeladjari
‘Maleische Land en Volkenkunde’ pada Universiteit Leiden hingga tammat
pula. Lalu ia mempeladjari ilmu bahasa2 Timur sambil membantu Prof. Van
Ronkel [menjadi native speaker, ‘penutur asli’ dalam pengajaran bahasa
Melayu di Universitas Leiden], tetapi peladjarannja ini tak pernah
ditamatkannja.

Sebabnja ialah, sebagaimana djuga kebanjakan mahasiswa Indonesia dimasa itu
lantaran ketularan semangat pergerakan nasional. Ia lebih mentjurahkan
fikiran dan tenaganja untuk perdjuangan ‘Perhimpoenan Indonesia’ [berdiri
1908 dengan nama awal DeIndisheVereeninging, ‘Perhimpunan Hindia’] jg.
diketuainja beberapa waktu lamanja [Dahlan menggatikan Loekman
Djajadinigrat menjadi ketua ‘Perhimpoenan Hindia’ pada akhir 1917]. Teman
seperdjuangannja diantaranja ialah Ir. Soerachman [Presiden Balai Perguruan
Tinggi tahun 1950-an], Prof. Surjomihardjo dan banjak lagi lain2 jang
termasuk golongan radikal.”

Sampai akhir hayatnya, Dahlan Abdullah mengabdi kepada Republik Indonesia
yang waktu itu masih berusia muda. Oleh sebab itu, pengabadian nama Bagindo
Dahlan Abdullah untuk nama sebuah jalan di Pariaman ibarat mengembalikan
sirih ke gagangnya, mengembalikan pinang ke tampuknya, memulangkan kembali
seorang putra Pariaman diaspora ke kampung halamannya. Baik Dahlan Abdullah
sendiri maupun para keturunannya yang masih hidup sampai sekarang
kebanyakan tinggal di rantau (dalam dan, luar negeri. Di antara
keturunannya yang masih hidup antara lain adalah anak-anaknya Malik
Abdullah, Gandasari Abdullah (Amerika), Jamaludin Abdullah, dan cucunya
‘Ajo’ Iqbal Alan Abdullah, mantan anggota DPR pusat. Namun demikian, mereka
tetap peduli kepada kampung halaman mereka (Pariaman), terbukti dengan
aktifitas Yayasan H. Bgd Dahlan Abdullah & Hj. Siti Akmar [yang terakhir
ini adalah nama istri beliau] yang didirikan di Pariaman tahun 2007 yang
setiap tahun memberikan bantuan kepada pelajar dan masyarakat di Pariaman
dan Sungai Limau.

Peresmian nama Jalan Pahlawan Bagindo Dahlan Abdullah adalah wujud
penghargaan masyarakat dan Pemerintah Kota Pariaman terhadap seorang putra
terbaik Pariaman. Sebagai bangsa yang besar, sudah sepantasnya kita
menghargai jasa dari para Pahlawan yang sudah mengorbankan jiwa dan raga
untuk merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah. Dua tulisan berikutnya
di harian ini, penyambung tulisan ini, akan memaparkan lebih jauh lanjut
sejarah hidup dan perjuangan Bagindo Dahlan Abdullah untuk Republik
Indonesia. (*)

http://hariansinggalang.co.id/peresmian-jalan-pahlawan-bagindo-dahlan-abdullah-di-pariaman/--

*----*

*Tentang Bagindo dahlan di Blog Ajo Suryadi:*

Minang Saisuak #156 - Nasionalis asal Pariaman: H Bgd. Dahlan Abdullah
http://niadilova.blogdetik.com/index.php/archives/1182

H. Bagindo Dahlan Abdullah Disepakati Untuk Diusulkan Jadi Pahlawan
http://niadilova.blogdetik.com/index.php/archives/1247

H. Bgd. Dahlan Abdullah: Nasionalisme seorang Putra Pariaman (Bag. #1-#5)
http://niadilova.blogdetik.com/index.php/archives/1217
http://niadilova.blogdetik.com/index.php/archives/1220
http://niadilova.blogdetik.com/index.php/archives/1226
http://niadilova.blogdetik.com/index.php/archives/1229
http://niadilova.blogdetik.com/index.php/archives/1235






*Wassalam*



*Nofend St. Mudo37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok
SelatanTweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola *

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke