Bagindo Dahlan Abdullah, Jadi Nama Jalan di Pariaman
August 26, 2014 7:43 am | Published by sgl17 | No comment

Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman mengusulkan kepada DPRD nama tokoh
pergerakan kemerdekaan RI almarhum H. Bagindo Dahlan Abdullah untuk
dijadikan nama salah satu ruas jalan di ‘kota tabuik’ tersebut. Pemerintah
daerah juga turut mendukung putra Pariaman tersebut dijadikan pahlawan
nasional.

Senin (25/8), usai kegiatan seminar dan sarasehan bertemakan ‘Sejarah
Pariaman dan Kepahlawanan Bagindo Abdullah’ dilakukan peluncuran plang nama
jalan H. Bagindo Dahlan Abdullah oleh Walikota H. Mukhlis Rahman disaksikan
segenap keluarga besar Dahlan Abdullah.

Mukhlis Rahman mengatakan, nama besar tokoh sekaliber H. Bagindo Dahlan
Abdullah sangat patut diabadikan sebagai nama salah satu ruas jalan di
Pariaman. Ini sebagai bentuk penghargaan pemerintah daerah dan masyarakat
Pariaman kepada putra daerah yang telah turut membawa harum nama Pariaman.

Dikatakan, mengabadikan nama seorang tokoh jadi nama jalan, prosesnya
melibatkan eksekutif dan legislatif. Nama jalan ditetap melalui peraturan
daerah (perda). Pemko Pariaman sendiri secepatnya akan menyusun rancangan
perda untuk nama jalan Bagindo Dahlan Abdulah dan mengajukannya ke DPRD.

Selain mendukung menjadikan nama jalan, pemerintah daerah dan masyarakat
Pariaman baik yang di kampung dan yang di perantauan saat seminar juga
sepakat mendukung rencana besar mengusulkan nama H. Bagindo Dahlan Abdullah
untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional kepada pemerintah pusat.

Prosesi menjadikan nama Bagindo Dahlan Abdullah putra Pasia Pariaman
tersebut meraih gelar pahlawan nasional terus dilakukan bekerja sama dengan
keluarga besar dan para ahli sejarah, salah satunya Suryadi Sunuri putra
Pariaman yang merupakan staf pengajar di Universitas Leiden, Belanda.

Pariaman punya banyak nama tokoh pergerakan nasional. Antara lain, H.
Bagindo Dahlan Abdullah, H. Sutan Mohd Rasjid, Zairin Zein, Bagindo Aziz
Chan dan sederet nama besar lainnya. Kiprah putra-putra terbaik Pariaman
tersebut sangat besar pada zaman pergerakan dan kemerdekaan RI.

Disebutkan, beberapa nama sudah meraih gelar pahlawan nasional. Dan
beberapa nama telah dijadikan nama jalan di Pariaman. Terakhir nama St.
Mohd Rasjid yang diabadikan menjadi nama jalan dan perpustakaan di
Pariaman. Ke depan, akan diupayakan nama-nama tokoh lain.

Nama St. Mohd Rasjid sendiri dijadikan nama jalan di dua lokasi. Pertama
jalan dari Duku ke BIM dan jalan dari batas kota Pariaman Sampan sampai ke
Simpang Jaguang, Kecamatan Pariaman Selatan. Nama St. Mohd Rasjid juga
diabadikan menjadi nama perpustakaan di Pantai Gandoriah.

Pendidikan

Sementara, putri keempat H. Bagindo Dahlan Abdullah, Ny. Gandasari Abdullah
yang merupakan guru besar ilmu politik dan ilmu sejarah Amerika di Golden
West College California mengisahkan, almarhum ayahnya merupakan sosok yang
teguh dalam perjuangan, sekaligus sosok yang cinta pendidikan.

Banyak keteladanan yang diberikan almarhum ayahanda tercinta kepada
anak-anak maupun kepada generasi muda di zamannya. Salah satunya arti
penting pendidikan. Karena untuk merubah bangsa dan negara ini, salah
satunya melalui pendidikan.

Selaku pemimpin, almarhum ayahnya Bagindo Dahlan Abdullah merupakan sosok
yang pemimpin sederhana, dermawan, berjiwa sosial kemasyarakatan. Ayahnya
banyak terlibat dalam berbagai organsasi, khususnya organisasi pergerakan
menuju Indonesia merdeka, saat ayahnya masih menempuh pendidikan di Belanda.

Meski tak menyelesaikan pendidikan di Universita Leiden Belanda, namun
ayahnya Bagindo Dahlan Abdullah tak lantas berhenti di dunia pendidikan.
Setelah kembali ke tanah air karena panggilan hati untuk berjuang demi
kemerdekaan Indonesia, ayahnya tetap belajar dan mengajar di banyak lembaga
pendidikan.
Siapa Bagindo Dahlan Abdulah?

Dahlan Abdullah lahir di Pasia, Pariaman, 15 Juni 1895. Setelah tamat di
sekolah rendah, Dahlan melanjutkan pendidikannya ke sekolah Raja
(Kweekschool) di Fort de Kock (sekarang: Bukittinggi). Di sekolah ini ia
duduk sekelas dengan Tan Malaka.

Sekolah Raja merupakan sekolah ala Eropa yang sangat bergengsi pada waktu
itu dan hanya bisa dimasuki sedikit golongan elit Minangkabau. Dahlan
Abdullah yang berasal dari keluarga sederhana di Pariaman bisa masuk ke
sekolah elit zaman belanda itu karena kepintarannya. Otaknya jenius.

Selepas dari Sekolah Raja, Dahlan melanjutkan pendidikan ke negeri Belanda
tepatnya di Universitas Leiden. Di Lediden Dahlan Abdullah seangkatan
dengan Tan Malaka dan lebih dulu dari Bung Hatta. Dahlan seangkatan dengan
Djamaludin Rasad dan Zainuddin Rasad.

Dua nama terakhir merupakan putra Pariaman. Dahlan, Djamaludin Rasad dan
Zainudin Rasad tercatat sebagai putra Pariaman pertama mengenyam pendidikan
di Eropa, tepatnya di negeri kincir angin Belanda. Bahkan, Dahlan Abdullah
tercatat sebagai asisten dosen pertama dari Indonesia di Universitas Leiden.

Selain menempuh pendidikan, di Belanda Dahlan Abdullah terlibat berbagai
organisasi pemuda pelajar dan pergerakan asal Indonesia. Dahlan bergabung
dengan Perhimpunan Hindia. Tujuan organisasi ini bagaimana berjuang untuk
kemerdekaan Indonesia.

Sekembali ke Tanah Air, Dahlan Abdullah kembali aktif di berbagai
organisasi pergerakan bahkan Dahlan bergabung ke ranah politik bersama
Partai Indonesia Raya (Parindra). Selain di politik, Dahlan juga aktif
mengajar, aktif di organisasi keagamaan dan organisasi sosial ke masyarakat.

Zaman penjajahan Belanda, Dahlan sempat dipercaya sebagai Dewan Kota
Batavia, anggota Badan Pekerja Kota Batavia. Pada zaman penjajahan Jepang,
Dahlan Abdullah sempat diangkat sebagai Tokubetu Huku Sityoo atau Walikota
Khusus Jakarta dan kemudian menjadi Burgesmeester atau Walikota Jakarta.

Pada zaman pasca kemerdekaan, Dahlan Abdullah pernah mengenyam dinginnya
dinding penjara Struiswijk Batavia. Dahlan ditangkap tentara NICA yang
diboncengi Belanda karena tak mau kooperatif dengan Belanda. Saat itu
Dahlan ditawari bekerja untuk Belanda, namun ditolak mentah-mentah, Belanda
marah.

Pada 1949, setelah penyerahan kedaulatan RI, Dahlan diangkat menjadi
anggota panitia penyerahan kekuasaan dari Belanda ke pemerintahan republik
Indonesia Serikat (RIS). Pada tahun 1950, Dahlan diangkat oleh Presiden
Soekarno sebagai duta besar (Dubes) RIS untuk Irak, Syria dan Trans
Jordania.

Dahlan dilantik sebagau Dubes RI pertama di negeri Timur Tengah di Istana
Merdeka pada 27 Februari 1950. Tuhan berkehendak lain, Dahlan hanya tiga
bulan menjalankan tugas negara sebagai Dubes. Pada 12 Mei 1950 Dahlan
menghembuskan nafas terakhir di Kota Bagdad, Irak karena serangan jantung.

Atas permintaan H. Agus Salim, jenazah Dahlan Abdullah kemudian dimakamkan
di komplek pemakaman Syeck Abdul Kadir Jailani di Irak.
(301)


http://hariansinggalang.co.id/bagindo-dahlan-abdullah-jadi-nama-jalan-di-pariaman/


Pada 25 Agustus 2014 20.56, ajo duta <[email protected]> menulis:

Anak almarhum Malik Abdullah ado dimilisko. Cuma indak aktif. Beliau Ketua
> MinangUSA Foundation. Salamaik untuk Ajo Malik atas pengakuan pemerintah ko.
>
> Wassalaamu'alaikum WW
>
> Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
> 17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
> Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
> Jakarta - Sterling, Virginia USA
> ------------------------------------------------------------
>




*Wassalam*



*Nofend St. Mudo37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok
SelatanTweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola *

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke