PERNAH SEKELAS DENGAN TAN MALAKA : Dahlan Abdullah Pantas Jadi Pahlawan
Nasional

(126 Views) August 25, 2014 9:42 am | Published by Admin | No comment

Padang, Singgalang Mungkin, belum banyak yang mengenal nama H. Bagindo
Dahlan Abdullah. Ia urang awak asli Pariaman. Tokoh besar Indonesia yang
harum namanya hingga ke luar negeri. Ia senior Bung Hatta, seangkatan
dengan Tan Malaka. Ikut pula memperjuangkan kemerdekaan. Saat ini, dia
sedang diajukan sebagai pahlawan Indonesia.

Dahlan Abdullah menyumbangkan banyak jerih payah untuk tanah air. Aktif
dalam banyak organisasi perjuangan kemerdekaan. Pernah menjadi walikota,
burgermeester Jakarta (waktu itu masih kota bernama Hindia Belanda) hingga
menjadi duta besar di Irak. Ia juga salah seorang pendiri Universitas
Indonesia dan Universitas Islam Indonesia.
Sungguh nama Dahlan Abdullah sudah sejak lama harum di luar negeri.
Makamnya di Irak dimuliakan. Pusaranya terletak di komplek pemakaman Syekh
Abdul Kadir Jailani.

Lalu, mengapa nama Dahlan hilang berpuluh tahun lamanya di negeri sendiri?
Bahkan setelah 69 tahun Indonesia merdeka? Pun juga di tanah kelahirannya?
Tak perlu dicari kemana jawabnya.

Sekarang, keluarganya bersama peneliti Suryadi di Universitas Leiden,
sedang memperjuangkan Dahlan Abdullah masuk sebagai jajaran pahlawan yang
pantas dikenang dalam sejarah Indonesia. Pemerintah Kota Pariaman pun ikut
dalam barisan terdepan memperjuangkannya.

Senin (25/8) ini, Pemerintah Kota Pariaman akan meresmikan namanya sebagai
salah satu nama ruas jalan di kota itu. Pemerintah setempat pun sudah
beberapa kali menggelar seminar tentangnya demi memperkenalkannya pada
generasi sekarang. Sebelum peresmian ruas jalan pun akan digelar seminar
serupa.

Lalu, agaknya benar pulalah istilah buah tak jatuh dari pohonnya. Jika di
masa lalu Abdullah Dahlan gemilang untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia,
saat ini, cucunya ikut pula mengisi kemerdekaan Indonesia.
Adalah Iqbal Alan Abdullah, cucu tertua Dahlan Abdullah yang saat ini
menjadi wakil rakyat di Komisi V DPR-RI dari Partai Hanura. Sang cucu
pulalah yang sekarang giat memperjuangkan agar jasa sang kakek tak
tenggelam dan terlupa begitu saja.

Iqbal mengatakan, ia kaget mengetahui di Unversitas Leiden Belanda banyak
dokumentasi data tentang perjuangan kakeknya. Mulai dari keaktifannya
berangan sejak menjadi pelajar di negara itu, hingga perjalanan hajinya.
Semuanya ada dokumentasi di sana.

Iqbal kepada Singgalang, Minggu (24/8), mengatakan, saat ini sebagai cucu,
ia bersama pihak keluarga, terutama anak-anak Dahlan Abdullah, Malik
Abdullah, Gandasari Abdullah dan Jamalludin Abdullah, terus menelusuri
perjuangan Dahlan. Nanti, bersama Suryadi, buku tentang Dahlan Abdullah pun
akan diterbitkan.

Iqbal merasa kakeknya perlu masuk dalam dokumentasi sejarah Indonesia
sebagai pahlawan demi generasi mendatang, terutama urang Piaman. Ia
menilai, sejarah bisa membuat bangsa menjadi percaya diri dan besar. Urang
Piaman perlu tahu, ada tokoh besar yang terlahir di tanah itu, sehingga
mereka termotivasi untuk maju.

Sekilas Hidup Dahlan
Dahlan Abdullah lahir di Pasia, Pariaman, 15 Juni 1895. Setelah tamat di
sekolah rendah, Dahlan melanjutkan pendidikannya ke sekolah Raja
(Kweekschool) di Fort de Kock (sekarang: Bukittinggi). Di sekolah ini ia
duduk sekelas dengan Tan Malaka.

Iqbal mengatakan, sekolah Raja ini merupakan sekolah ala Eropa yang sangat
bergengsi pada waktu itu dan hanya bisa dimasuki sedikit golongan elit
Minangkabau.
“Saya heran, kenapa Kakek (Dahlan Abdullah—red) bisa masuk sekolah itu
karena keluarga saat itu bukan dari golongan elit Minangkabau,” ujarnya.

Karena keenceran otaknya, selepas dari Sekolah Raja, Dahlan melanjutkan
sekolah ke negeri Belanda bersama Tan Malaka. Sekolahnya ke Belanda juga
bersamaan dengan Djamaludin Rasad dan Zainuddin Rasad. Bertiga mereka
akhirnya tercatat sebagai putra Pariaman pertama yang melanjutkan
pendidikan ke Eropa (Negeri Belanda).
Di negeri Belanda ia bergabung dengan Perhimpunan Hindia untuk ikut serta
memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Sekembali ke Tanah Air, dia lalu
bergabung dengan Partai Indonesia Raya (Parindra).

Ia sempat menjadi Dewan Kota Batavia, anggota Badan Pekerja Harian kota
Batavia. Lalu pada masa penjajahan jepang, sempat diangkat menjadi Tokubetu
Huku Sityoo atau Walikota Khusus Walikota Jakarta dan menjadi walikota
(burgesmeester) Jakarta. Dalam masa perjuangan itu, dia sempat pula
ditangkap dan dipenjara oleh Belanda. (403)

http://hariansinggalang.co.id/pernah-sekelas-dengan-tan-malaka-dahlan-abdullah-pantas-jadi-pahlawan-nasional/


-- 



*Wassalam*



*Nofend St. Mudo37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok
SelatanTweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola *

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke