Salam kapado Pemda Pariaman dan RN Alhamdulillah atas insiatif pemda Pariaman menberikan penghormatan kepada salah satu Pahlawan Nasional meng abadikan jasa beliau kepada sebuah nama jalan yaitu Bagindo Dahlan Abdullah
Kami Keluarga Besar Persatuan Ikatan Kebajikan Masyarakat Minangkabau Kuala Lumpur Malaysia(PIKMM) mengucapkan salam Tahniah dan Salam sukses untuk semua yang terlibat untuk menjayakan Program besar ini Amin YRA Haswin Darwis Pendiri dan Humas PIKMM Kuala Malaysia 2014-08-26 12:19 GMT+08:00 Nofend St. Mudo <[email protected]>: > Bagindo Dahlan Abdullah, Jadi Nama Jalan di Pariaman > August 26, 2014 7:43 am | Published by sgl17 | No comment > > Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman mengusulkan kepada DPRD nama tokoh > pergerakan kemerdekaan RI almarhum H. Bagindo Dahlan Abdullah untuk > dijadikan nama salah satu ruas jalan di ‘kota tabuik’ tersebut. Pemerintah > daerah juga turut mendukung putra Pariaman tersebut dijadikan pahlawan > nasional. > > Senin (25/8), usai kegiatan seminar dan sarasehan bertemakan ‘Sejarah > Pariaman dan Kepahlawanan Bagindo Abdullah’ dilakukan peluncuran plang nama > jalan H. Bagindo Dahlan Abdullah oleh Walikota H. Mukhlis Rahman disaksikan > segenap keluarga besar Dahlan Abdullah. > > Mukhlis Rahman mengatakan, nama besar tokoh sekaliber H. Bagindo Dahlan > Abdullah sangat patut diabadikan sebagai nama salah satu ruas jalan di > Pariaman. Ini sebagai bentuk penghargaan pemerintah daerah dan masyarakat > Pariaman kepada putra daerah yang telah turut membawa harum nama Pariaman. > > Dikatakan, mengabadikan nama seorang tokoh jadi nama jalan, prosesnya > melibatkan eksekutif dan legislatif. Nama jalan ditetap melalui peraturan > daerah (perda). Pemko Pariaman sendiri secepatnya akan menyusun rancangan > perda untuk nama jalan Bagindo Dahlan Abdulah dan mengajukannya ke DPRD. > > Selain mendukung menjadikan nama jalan, pemerintah daerah dan masyarakat > Pariaman baik yang di kampung dan yang di perantauan saat seminar juga > sepakat mendukung rencana besar mengusulkan nama H. Bagindo Dahlan Abdullah > untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional kepada pemerintah pusat. > > Prosesi menjadikan nama Bagindo Dahlan Abdullah putra Pasia Pariaman > tersebut meraih gelar pahlawan nasional terus dilakukan bekerja sama dengan > keluarga besar dan para ahli sejarah, salah satunya Suryadi Sunuri putra > Pariaman yang merupakan staf pengajar di Universitas Leiden, Belanda. > > Pariaman punya banyak nama tokoh pergerakan nasional. Antara lain, H. > Bagindo Dahlan Abdullah, H. Sutan Mohd Rasjid, Zairin Zein, Bagindo Aziz > Chan dan sederet nama besar lainnya. Kiprah putra-putra terbaik Pariaman > tersebut sangat besar pada zaman pergerakan dan kemerdekaan RI. > > Disebutkan, beberapa nama sudah meraih gelar pahlawan nasional. Dan > beberapa nama telah dijadikan nama jalan di Pariaman. Terakhir nama St. > Mohd Rasjid yang diabadikan menjadi nama jalan dan perpustakaan di > Pariaman. Ke depan, akan diupayakan nama-nama tokoh lain. > > Nama St. Mohd Rasjid sendiri dijadikan nama jalan di dua lokasi. Pertama > jalan dari Duku ke BIM dan jalan dari batas kota Pariaman Sampan sampai ke > Simpang Jaguang, Kecamatan Pariaman Selatan. Nama St. Mohd Rasjid juga > diabadikan menjadi nama perpustakaan di Pantai Gandoriah. > > Pendidikan > > Sementara, putri keempat H. Bagindo Dahlan Abdullah, Ny. Gandasari > Abdullah yang merupakan guru besar ilmu politik dan ilmu sejarah Amerika di > Golden West College California mengisahkan, almarhum ayahnya merupakan > sosok yang teguh dalam perjuangan, sekaligus sosok yang cinta pendidikan. > > Banyak keteladanan yang diberikan almarhum ayahanda tercinta kepada > anak-anak maupun kepada generasi muda di zamannya. Salah satunya arti > penting pendidikan. Karena untuk merubah bangsa dan negara ini, salah > satunya melalui pendidikan. > > Selaku pemimpin, almarhum ayahnya Bagindo Dahlan Abdullah merupakan sosok > yang pemimpin sederhana, dermawan, berjiwa sosial kemasyarakatan. Ayahnya > banyak terlibat dalam berbagai organsasi, khususnya organisasi pergerakan > menuju Indonesia merdeka, saat ayahnya masih menempuh pendidikan di Belanda. > > Meski tak menyelesaikan pendidikan di Universita Leiden Belanda, namun > ayahnya Bagindo Dahlan Abdullah tak lantas berhenti di dunia pendidikan. > Setelah kembali ke tanah air karena panggilan hati untuk berjuang demi > kemerdekaan Indonesia, ayahnya tetap belajar dan mengajar di banyak lembaga > pendidikan. > Siapa Bagindo Dahlan Abdulah? > > Dahlan Abdullah lahir di Pasia, Pariaman, 15 Juni 1895. Setelah tamat di > sekolah rendah, Dahlan melanjutkan pendidikannya ke sekolah Raja > (Kweekschool) di Fort de Kock (sekarang: Bukittinggi). Di sekolah ini ia > duduk sekelas dengan Tan Malaka. > > Sekolah Raja merupakan sekolah ala Eropa yang sangat bergengsi pada waktu > itu dan hanya bisa dimasuki sedikit golongan elit Minangkabau. Dahlan > Abdullah yang berasal dari keluarga sederhana di Pariaman bisa masuk ke > sekolah elit zaman belanda itu karena kepintarannya. Otaknya jenius. > > Selepas dari Sekolah Raja, Dahlan melanjutkan pendidikan ke negeri Belanda > tepatnya di Universitas Leiden. Di Lediden Dahlan Abdullah seangkatan > dengan Tan Malaka dan lebih dulu dari Bung Hatta. Dahlan seangkatan dengan > Djamaludin Rasad dan Zainuddin Rasad. > > Dua nama terakhir merupakan putra Pariaman. Dahlan, Djamaludin Rasad dan > Zainudin Rasad tercatat sebagai putra Pariaman pertama mengenyam pendidikan > di Eropa, tepatnya di negeri kincir angin Belanda. Bahkan, Dahlan Abdullah > tercatat sebagai asisten dosen pertama dari Indonesia di Universitas Leiden. > > Selain menempuh pendidikan, di Belanda Dahlan Abdullah terlibat berbagai > organisasi pemuda pelajar dan pergerakan asal Indonesia. Dahlan bergabung > dengan Perhimpunan Hindia. Tujuan organisasi ini bagaimana berjuang untuk > kemerdekaan Indonesia. > > Sekembali ke Tanah Air, Dahlan Abdullah kembali aktif di berbagai > organisasi pergerakan bahkan Dahlan bergabung ke ranah politik bersama > Partai Indonesia Raya (Parindra). Selain di politik, Dahlan juga aktif > mengajar, aktif di organisasi keagamaan dan organisasi sosial ke masyarakat. > > Zaman penjajahan Belanda, Dahlan sempat dipercaya sebagai Dewan Kota > Batavia, anggota Badan Pekerja Kota Batavia. Pada zaman penjajahan Jepang, > Dahlan Abdullah sempat diangkat sebagai Tokubetu Huku Sityoo atau Walikota > Khusus Jakarta dan kemudian menjadi Burgesmeester atau Walikota Jakarta. > > Pada zaman pasca kemerdekaan, Dahlan Abdullah pernah mengenyam dinginnya > dinding penjara Struiswijk Batavia. Dahlan ditangkap tentara NICA yang > diboncengi Belanda karena tak mau kooperatif dengan Belanda. Saat itu > Dahlan ditawari bekerja untuk Belanda, namun ditolak mentah-mentah, Belanda > marah. > > Pada 1949, setelah penyerahan kedaulatan RI, Dahlan diangkat menjadi > anggota panitia penyerahan kekuasaan dari Belanda ke pemerintahan republik > Indonesia Serikat (RIS). Pada tahun 1950, Dahlan diangkat oleh Presiden > Soekarno sebagai duta besar (Dubes) RIS untuk Irak, Syria dan Trans > Jordania. > > Dahlan dilantik sebagau Dubes RI pertama di negeri Timur Tengah di Istana > Merdeka pada 27 Februari 1950. Tuhan berkehendak lain, Dahlan hanya tiga > bulan menjalankan tugas negara sebagai Dubes. Pada 12 Mei 1950 Dahlan > menghembuskan nafas terakhir di Kota Bagdad, Irak karena serangan jantung. > > Atas permintaan H. Agus Salim, jenazah Dahlan Abdullah kemudian dimakamkan > di komplek pemakaman Syeck Abdul Kadir Jailani di Irak. > (301) > > > > http://hariansinggalang.co.id/bagindo-dahlan-abdullah-jadi-nama-jalan-di-pariaman/ > > > Pada 25 Agustus 2014 20.56, ajo duta <[email protected]> menulis: > > Anak almarhum Malik Abdullah ado dimilisko. Cuma indak aktif. Beliau Ketua >> MinangUSA Foundation. Salamaik untuk Ajo Malik atas pengakuan pemerintah ko. >> >> Wassalaamu'alaikum WW >> >> Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), >> 17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo >> Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli - >> Jakarta - Sterling, Virginia USA >> ------------------------------------------------------------ >> > > > > > *Wassalam* > > > > *Nofend St. Mudo37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok > Selatan Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola * > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
