Dd ZD dan sanak dipalanta n.a.h
Tarimo kasih Dd Zd , atas Tip untuk menjadi orang kaya yang dd berikan. Ado siek nan menjadi catatan ambo : 13. Memahami… - ujuangnyo sogok menyogok ? Apakah tip diangko 13 bisa kito,pakai, sebagai penganut agama Islam, baa caro mamakainyo agar agamo tak dilangga , urusan salasai, nan salamoko, ujuangnyo sogok manyogok atau bahaso KPK nyo korupsi . 99 Tip untuk sukses dalam ekonomi yang dd berikan ko, iko memang perlu dihayati nam,pakny kalau ingin kayo. Nam payah oknum umat islam nan lah kayo ingin menayamai urang kayo nan 24 urang tu Untuk itu banyak nan manggunokan Singapur sebagai buntia. Tengok sajolah Anggoro, SKK Migas, Akil Muchtar banyak lain an kamanysul kalau KPK masih ado. Contoh nan paling kongkrit mungkin: Sukanto Tanoto (ST) mungkin hanya puncak gunung es. Riau Pos tahun 2000-an memberitakan bagaimana pak Tabrani Rab (TR) Orang Tua/Tokoh Riau mengeluh terhadap kelakuan ST ini. Tapi apa daya TR, ST bermain diatas. RAPP (usaha bidang kertas dan pulp) punya tunggakan 3,1 T, ke Bank Indonesia atau bank pemerintah) tak bisa bayar. ST minta kucuran dari Bank Pemerintah, agar RAPP bisa jalan, buruh bisa kerja dan bisa mengansur cicilan. Pemerintah dihadapkan kepada dilemma, tak diberi kucuran uang 3,1 T bisa ludes dab buruh nganggur. Diberi kucuran tambah banyak uang negara ke RAPP. Apakah tidak dilalap lari. Akhirnya mungkin dikucurkan juga tak tahulah , saya tak mengikuti lagi. Yang ironinya. ST punya kekayaan 38 T lebih Forbes 2008 disimpan/dioperasikan di Singapura. Hutang di RAPP 3,1 T tak bisa bayar. Kalau ditanya tentu ST akan berkelah, Kekayaan pribadi lain, perusahaan lain. Apa tidak aset RAPP itu yang mengalir ke Singapura, karena pusatnya di Singapura. Kenapa pemerintah membiarkan pengusaha Indonesia bisa berpusat di Singapura, kalau orang Indonesia ya modalnya harus berpusat. Jadi kita sudah dibodohi. Ini penyebanya tak lain korupsi, saya menduga sebagian uang korupsi oknum di sini, ada di Sinagpura, menggunakan jembatan seperti itu (kantor usaha berpusat di Singapura). Saya yakin bapak-bapak kita yang pernah di eselon 1 kementerian dipastikan mengetahui hal ini. Marilah bagi yang sudah pensiun, tidak lagi menggantungkan periuk nasi di Kementerian, bicaralah agar negara ini baik kedepan. Kalau bapak-bapak ini tahu tapi tak mau membukanya, berarti bapak juga ikut menghancurkan negara ini sendiri, NKRI ini tak akan lama. Kalau kebobrokan negara dibiarkan, sejuta ahli ekonomi di Merdeka Utara itu tak akan dapat memperbaiki perekonomian negara ini. Era Joko Wi –JK 2014-2019 kemungkinn era korupsi besar-besaran lebih dahsyat dari yang sudah-sudah, masing-masing akan cari uang untuk bertarung lagi di 2019.. Mudah-mudahan tulisan saya salah. Wass, Maturidi -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
