Dd ZD dan sanak dipalanta n.a.h

Diantaro urang-urang ko sia nan sabana pribumi.

Kalau indak ado nan sabana pribumi, pribumi Indonesia ko tak akan bangkit.

Awak indak bingik ka  urang nan 24 tu doh tapi policy negara hrus dirubah
kalau ingin pribumiko dapek lo menguasi aset negara ko.

Batasilah kesempatan kawan-kawan non pri tu. Kalau urang punyo HAM, awak
ado pulo HAM nyo handaknyo.

Bagainmanopun nan 24 tu ingin selalu ikut terus menggaruk/mengelola SDA
baik nan masih ditanah maupun nan alah diateh tanah.

Mereka tak salah sebagai orang bisnis, tak ado negara baginyo doh, nan ado
tempat berusaha titik.

Kita tidak benci ke non pri, non pri yang miskin seperti orang indonesia
lainnya juga banyak, non pri Melayu di Riau dan kepulauan juga banyak yang
miskin, begitu juga mungkin di Jawa dan tempat lain.

Hanya kalau pemerintah sadar atau tidak, mungkin secara tak langsung, sudah
mengikuti kemauan yang 24 itu.

Dengan  pemerintah mengizinkan mengimpor apa saja dari luar, sedikit
sedikit impor, coba stoplah import, makan dengan apa yang ada di Indonesia
ini. Yang mau makan enak silakan keluar negeri.

Sekarang tanpaknya dalam mengatur perekonomian negara, pribumi termasuk non
pri yang miskin akan bertambah miaskin.

Kalau pemerintah terbuai oleh kawan yang 24 itu. tak mau mebatasi mereka,
BLBI kedua akan berulang, sekarang Bank sudah menjamur dan pemerintah
membuka ruang.

Kalau ini diteruskan arti reformasi dibidang ekonomi menjadi nol.Kebijalkan
pak Harto terulang kembali.

Nafsu mencari hutang akan bertambah terus, semua oknum pejabat akan cari
recehan terus, penampungnya sudah ada,  berbagai properti yang rakyat biasa
tak akan mungkin menjangkaunya.

Ado Bakri, ado JK,  Hasyim mungkin juga  CT menteri ... kiniko kebetulan CT
sudah masuk yang 24 itu.

Kalau cuma CT baru nan masuak berarti l/k 2,5% dari keseluruhan aset 24
urang tu.belum apa-apa.

Seiring dengan kemungkinan akan isttirahatnya KPK, atau kalau toh masih
ada, giginya mungkin masih tajam tapi tak berani digigitkan lagi karena
ujungnya kandang situmbin, lebih baik cari selamat.


Yang di Senayan sendiri mungkin masih tanda tanya  dengan hadirnya KPK



Untuk renungan kita semua.

Wass,

Maturidi (L/76) Talang, Solok, Duri Riau

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke