Assalamualaikum w.w.

Iyo aneh rasonyo, Buya. Bantuak-bantuakyo iko indak konsisten. Kenapo
sesudah adonyo kesepakatan pembagian pusako kepada pusako randah dan
pusako tinggi, dengan tujuan utamo untuk menjago hak waris manuruik
syariah Islam, masih ado yang mempelintir pusako rendah tu manjadi
pusako tinggi baliak.

Mungkin mukasuiknyo elok juo, untuak mendukung dan mamaliharo pusako
tinggi sebab tujuan utamo adonyo pusako tinggi lah elok juo..

Tapi demi konsistensi, dan sasuai jo pitua urang tuo juo, "kato daulu
batapati".. tantu handaknyo pusako randah, harato pancaharian,  jan
dikembalikan lagi jadi pusako tinggi.

Apakah disiko pembagian menurut faraid tu masih optional sipaiknyo?

sakitu nan takana diambo, Buya, mohon maaf kalau ado kato nan salah..

-adyan

On 3/31/08, azhari qa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamu'alakum ww
> Buya yang kami hormati,
>
> Masalah poin 2 (harta pusaka tinggi yg berasal dari pusaka rendah) yg
> dijelaskan oleh Uni Rahima terjadi pada isteri saya. Isteri saya asli
> Pesisir Selatan, 3 generasi sebelum isteri saya merantau ke Padang, kemudian
> memiliki harta berupa rumah, tanah, kebun dan sawah. Jadi pada intinya, ini
> harta pusaka rendah karena harta pusaka tinggi seharusnya berada di Pesisir
> Selatan sana.
>
> Kenyataannya kemudian harta itu dianggap harta pusaka tinggi dan dikuasai
> oleh wanita (kakak isteri dan isteri saya), sementara 8 saudara laki-laki yg
> lain tdk berhak atas harta itu. Padahal kakak & adik laki-laki mereka
> mempunyai hak atas harta dan perlu diberikan harta karena sebagian dari
> mereka ekonominya pas-pasan.
>
> Saya sudah wanti-wanti sama isteri, jangan sekali-kali menikmati harta itu
> karena ada hak orang lain disana, beritahukan (dakwah) kakaknya bahwa ada
> hak orang atas harta itu tetapi jika kakaknya masih mau menikmati sendiri
> mau gimana lagi. Hingga saat ini, isteri saya tdk ikut menikmati uang
> kontrakan rumah, padi, karambia, dll. Bia saketek asa halal, klo banyak
> labiah rancak :) Uniknya lagi sebagian tanah di jual oleh kakaknya dan di
> ambil sendiri uangnya, harta pusaka tinggi kok di jual, padahal digadaikan
> saja syaratnya yg 4 macam sangat berat.
>
> Nah.. status harta seperti ini bagaimana menurut Buya, bukankah tadinya
> harta pusaka rendah, yang kemudian berubah status menjadi harta pusaka
> tinggi?
>
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke