Tipikal beda kemauan (want) rang rantau jo kebutuhan (need) rang ranah.
Antah dimaa titiak tamunyo...

Wassalam
fitr
lk/41/Osaka


2015-12-02 10:43 GMT-05:00 Zaid Dunil <[email protected]>:

> Kalau saya tidak salah tangkap,tentang wacana pembentukan DIM adalah untuk
> melestarikan Nagari. Sehingga kalau kedua calon Gubernur ingin merubah
> Nagari menjadi semacam  Kabupaten untuk menyesuaikannya dengan Undang
> Undang tentang Desa ,  maka  sebenarnya kedua calon Gubernur Sumbar itu
> tidak ada yang mendudkung DIM. Konsep mereka bertentangan dengan konsep
> pembentukan DIM. yang digagas pak MN.
> Wass
> Dunil Zaid, 72. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Pdg. Tingga di Jkt.
>
>
> 2015-12-02 17:10 GMT+07:00 muhammad syahreza <[email protected]>:
>
>> Assalamu'alaikum wr.wb.
>>
>>
>> Mungkin Sumbar bisa masuak kategori Provinsi Dhuafa, jadi setuju atau
>> indak, pembangunan Sumbar sangaik tagantuang samo dana dari Pusat. Supayo
>> indak jatuah masuak lubang kaduo kali, alah sapatuik nyo siapo pun nan jadi
>> Kapalo Daerah nan tapiliah nanti, bisa maelo dana pusat sabanyak-banyak nyo
>> ka Sumbar.
>> Contoh kakalahan nan lain, pelebaran jalan By Pass, PT. Semen Padang
>> kalah tender samo Merek dari Jawa.
>> padohal itu proyek gadang dan waktu nyo panjang.
>>
>>
>> Salam
>>
>> Reza
>>
>>
>>
>> 2015-12-02 16:31 GMT+07:00 Fashridjal M. Noor <[email protected]>
>> :
>>
>>> Dari debat tersebut dapat diketahui bhw keinginan mengubah Nagari jadi
>>> Desa berdasarkan pertimbangan bahwa jumlah alokasi dana yg  akan diperoleh
>>> jauh lebih besar dengan Desa sebagai unit pemerintahan terkecil.
>>>
>>> Jadi nagari akan dipecah menjadi beberapa desa.
>>>
>>> Ujung-ujungnya Duit (UUD)
>>>
>>> Itu sikap yg pragmatis....dengan lebih banyak dana kegiatan pembangunan
>>> daerah dapat lebih ditingkatkan
>>>
>>> Tentu diperlukan musyawarah/urun rembug antara pemerintah daerah dg
>>> pemuka2 masyarakat agar proses perubahan tersebut berjalan lancar dan sukses
>>>
>>> Salam
>>> FMNS/Bdg
>>> On Dec 2, 2015 3:19 PM, "Andiko" <[email protected]> wrote:
>>>
>>>> Calon Gubernur Sumatera Barat Ingin Ubah Nagari jadi Desa
>>>> Wacana pengubahan itu untuk meraup kucuran dana desa dari pemerintah.
>>>>
>>>> http://politik.news.viva.co.id/news/read/705906-calon-gubernur-sumatera-barat-ingin-ubah-nagari-jadi-desa
>>>> Selasa, 1 Desember 2015 | 11:48 WIB
>>>> Oleh : *Harry Siswoyo*Ilustrasi/Rumah adat 'Gadang' di Sumatera Barat* 
>>>> (inparadiseisland.blogspot.com
>>>> <http://inparadiseisland.blogspot.com>)*
>>>> *VIVA.co.id <http://VIVA.co.id>* - Dua pasangan calon gubernur
>>>> Sumatera Barat sepakat untuk mengganti konsep pemerintahan terkecil mereka,
>>>> dari sistem Nagari menjadi Desa.
>>>>
>>>> Menurut kedua pasangan, Muslim Kasim dan Fauzi Bahar, serta Irwan
>>>> Prayitno dan Nasrul Abit, pengubahan sistem Nagari tersebut diyakini tidak
>>>> akan menghilangkan nilai kedaerahan dan bisa mempermudah bantuan dana dari
>>>> pemerintah.
>>>>
>>>> Konsep kedua calon ini diumbar dalam dalam debat publik yang
>>>> dilangsungkan Senin malam, 30 November 2015. Dalam bingkai tema
>>>> pemerintahan, birokrasi dan demokrasi itu, keduanya menyatakan setuju untuk
>>>> mengubah pola asli pemerintahan masyarakat Minangkabau tersebut.
>>>>
>>>> "Men-desa-kan Nagari perlu untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan.
>>>> Jangan sampai ada ketimpangan kesejahteraan. Untuk itu, perlu sekali
>>>> meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan," kata calon gubernur nomor urut
>>>> satu, Muslim Kasim.
>>>>
>>>> Pasangan nomor urut dua, Irwan Prayitno dan Nasrul Abit, pun
>>>> berpendapat serupa. Bahkan keduanya memproyeksikan tidak menutup
>>>> kemungkinan jika sebuah ke-nagari-an akan bisa menjadi kabupaten.
>>>>
>>>> “Memecah ke-nagari-an ini tujuannya adalah memberikan kemudahan untuk
>>>> publik. Jika hal itu dilakukan akan berdampak kemajuan untuk Sumatera
>>>> Barat,” kata calon wakil Gubernur Nasrul Abit.
>>>>
>>>> Sistem pemerintahan Nagari di Sumatera Barat sudah ada sejak ratusan
>>>> tahun lalu. Namun dilebur negara dengan diterbitkannya Undang-undang Nomor
>>>> 5 tahun 1979 tentang pemerintahan desa. Dengan itu, seluruh istilah nagari
>>>> dihilangkan dan diubah menjadi desa.
>>>>
>>>> Belakangan, konsep itu menuai tentangan dari masyarakat Minangkabau.
>>>> Sejak diterbitkannya Undang-undang nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan
>>>> Daerah, Nagari pun akhirnya dihidupkan kembali.
>>>>
>>>> Nagari sejak lama menjadi sistem pranata adat suku Minangkabau yang
>>>> dianggap paling sempurna dengan masyarakat di Sumatera Barat. Ia memiliki
>>>> struktur politik dan ketentuan tersendiri.
>>>>
>>>> *Novi Yenti/Sumatera Barat*
>>>>
>>>> --
>>>> .
>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>>> ===========================================================
>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>>> * DILARANG:
>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>>> 3. Email One Liner.
>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>>> serta mengirimkan biodata!
>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>>> mengganti subjeknya.
>>>> ===========================================================
>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>>> ---
>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>>> Grup.
>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>>> kirim email ke [email protected].
>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>>
>>> --
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> 3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> ---
>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>> Grup.
>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>> kirim email ke [email protected].
>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke