Sanak dipalanta n.a.h Pilkada DKI 2017 mengasyikan juga diikuti.
Ada juga baiknya kita bincang Pilkada maupun Pilpres yang lalu, masing-masing kita mungkin menyaksikan. Mudah-mudahan ada gunanya untuk menghadapi pemilu/pilkada yang akan datang. Pada Pilpres 2014, di TPS nampaknya ada team pemenang kekurangan saksi untuk menyaksikan perhitungan suara, ini terlihat ada pembantu rumah tangga yang direkrut untuk menyaksikan perhitungan hasil suara. Apalah yang bisa dilakukan PRT, mungkin hanya sekedar mlihat, setelah itu dapat honor 150 ribu. Kemungkinan besar kecurangan itu dimulai dari TPS dan seterusnya. Isi formulir C1 itu sudah mulai di manipulasi dari TPS. Seandainya saksi calon dilengkapi dengan alat penscan formulir C1 yang sudah ditanda tangani petugas TPS termasuk saksi, begitu discan langsung kirim ke Pusat. Kalau menscan harus izin KPU pusat, seharusnya izin tsb diurus dari sekarang atau mungkin sudah ada dalam UU/peraturan KPU. Pada 2014 yang lalu saksi TPS untuk salah satu calon ini yang menjadi kelemahan. Ini kelihatan waktu disidangkan di MK. Selanjutnya penyedotan data, bagaimana pula kerjanya alat ini, mungkin rang lapau ada yang tahu, mari kita berbagi. Kalau Formulir C1 itu tidak bisa discan oleh saksi, kecurangan-kecurangan mungkin akan berlanjut. Umat Islam Jkt harus all out - up to date untuk mendapatkan scan formulir C1 itu disetiap TPS. Memang perlu biaya besar, disetiap TPS paling tidak 2 orang saksi (2 shift – kadang penghitungan suara sampai magrib) harus ada dilengkapi alat scan Lebih baik lagi kalau ada INVESTIGATIVE REPORTER seperti ide Pak Saaf. Umat islam JKT yang akan mati-matian untuk mengalahkan AHOK, kalau kurang melengkapi dengan alat yang cukup, rasanya berat. Selama ini umat islam mungkin terlalu mengandalkan tokoh tapi kurang mengamankan data. Meskipun kemaren di Istiqlal sudah ngumpul Pak Amin Rais, Hidayat Nurwahid, Didin Haifiduddin dst, belum menjamin kalau data tidak diamankan. Pengusung Ahok juga akan all out dengan peralatan cangih dari taipan door to door demi memenangkan Ahok. Mohon kalau ada yang punya data, bagaimana pula kerjanya penyedotan data ?. Wass, Maturidi (L/78) Talang Solok Kutianyia, Duri Riau -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
