alur kerja scan C1:1. Ditulis KPPS dengan merujuk hasil penghitungan suara 
ditingkat TPS. 

2. Hasil perolehan suara ini harus sama dengan C1 plano (ukuran besar yang 
digunakan untuk hitungan secara teli) lalu disalin ke form C1 yang dibuat 
rangkap 8... 

3. satu dari delapan rangkap itu, diberi tanda hologram. 

4. usai perolehan suara C1 diisi oleh petugas KPPS dengan mencocokan C1 plano, 
dokumen tersebut ditandatangani pengawas lapangan Panwaslu, saksi pasangan 
calon dan petugas KPPS serta pemantau..
5. Biasanya proses penghitungan suara di TPS ini juga disaksikan masyarakat 
sekitar..
6. Panwas lapangan, saksi paslon, KPPS dan pemantau dan para pihak lainnya, 
akan diberikan salinan dokumen C1 ini oleh petugas KPPS.

7. C1 berhologram ini kemudian dikirim secara berjenjang ke PPS (kelurahan), 
PPK (kecamatan) untuk kemudian menjalani proses scan di kantor KPU 
kota/kabupaten. 

7. Usai di scan, langsung diaplod ke website KPU... 

pertanyaan saya ke bapak maturidi, kenapa masih ada kecurigaan pada 
penghitungan suara di tingkat TPS dengan proses yang begitu transparan dan 
dokumennya dimiliki oleh banyak pihak terkait...
imran, 
tingga di padang, 
pernah jadi penyelenggara pilkada di tingkat kecamatan pada 2015 lalu...

 

    Pada Rabu, 21 September 2016 13:48, Maturidi Donsan <maturid...@gmail.com> 
menulis:
 

 
Sanak dipalanta n.a.h

 Pilkada  DKI 2017mengasyikan juga diikuti. Ada juga baiknya  kita bincang 
Pilkada maupun Pilpres yang lalu, masing-masing kita mungkinmenyaksikan. 
Mudah-mudahan ada gunanya untuk menghadapi pemilu/pilkada yang akan datang. 
Pada Pilpres 2014, diTPS  nampaknya ada team pemenang kekurangansaksi untuk 
menyaksikan  perhitungansuara, ini terlihat ada  pembantu rumahtangga yang 
direkrut untuk menyaksikan perhitungan hasil suara. Apalah yang bisa 
dilakukanPRT, mungkin hanya sekedar mlihat, setelah itu dapat honor 150 ribu. 
Kemungkinan besar kecuranganitu dimulai dari TPS dan seterusnya. Isi formulir 
C1 itu sudahmulai di manipulasi  dari TPS. Seandainya saksi calondilengkapi 
dengan alat  penscan formulirC1 yang sudah ditanda tangani petugas TPS termasuk 
saksi, begitu discanlangsung kirim ke Pusat. Kalau  menscan  harus izin KPU 
pusat, seharusnya izin tsbdiurus dari sekarang atau mungkin sudah ada dalam 
UU/peraturan KPU. Pada 2014 yang lalu saksi TPSuntuk salah satu calon ini  yang 
menjadi kelemahan. Inikelihatan waktu disidangkan di MK. Selanjutnya penyedotan 
data,bagaimana pula kerjanya alat ini, mungkin rang lapau ada yang tahu, mari 
kitaberbagi. Kalau Formulir C1 itu tidak bisadiscan oleh saksi, 
kecurangan-kecurangan mungkin akan berlanjut. Umat Islam Jkt harus all out - up 
to date untuk mendapatkan scanformulir C1 itu disetiap TPS. Memang perlu biaya 
besar, disetiap TPS palingtidak 2 orang saksi (2 shift – kadang penghitungan 
suara sampai magrib) harusada  dilengkapi alat scan  Lebih baik lagi kalau ada  
 INVESTIGATIVEREPORTER seperti ide Pak Saaf. Umat islam JKT yang 
akanmati-matian  untuk mengalahkan AHOK,kalau kurang melengkapi dengan alat 
yang cukup, rasanya berat. Selama ini umat islam mungkinterlalu mengandalkan 
tokoh tapi kurang mengamankan data.  Meskipun kemaren di Istiqlal sudah 
ngumpulPak Amin Rais, Hidayat Nurwahid, Didin Haifiduddin dst, belum menjamin 
kalaudata  tidak diamankan.  Pengusung Ahok juga akan allout dengan peralatan 
cangih dari taipan door to door demi memenangkan Ahok. Mohon kalau ada yang 
punyadata, bagaimana pula kerjanya penyedotan data ?. Wass,   Maturidi (L/78) 
Talang SolokKutianyia, Duri Riau
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+unsubscr...@googlegroups.com.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


   

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+unsubscr...@googlegroups.com.
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke