Antropolog Indonesia Nyatakan Darurat Keindonesiaan 
Senin,19 Desember 2016 - 20:21:20 WIB
[image: Antropolog Indonesia Nyatakan Darurat Keindonesiaan] Pernyataan 
Gerakan Antropolog untuk Indonesia yang Bhineka dan Inklusif di kota Bandung


PADANG, HALUAN - Ratusan Antropolog Indonesia menyatakan Darurat 
Ke-Indonesiaan. Pernyataan tersebut tertuang dalam siaran pers Gerakan 
Antropolog untuk Indonesia yang Bhineka dan Inklusif. Pernyataan darurat 
para antropolog ini didasari oleh pengamatan mereka terhadap  nilai-nilai 
keindoenesiaan  termasuk semboyan kebangsaan “Bhineka Tunggal Ika” yang 
dinilai terus menerus digerus.

 

“Nilai-nilai keindonesiaan kita terus digerus. Kami menganggap penting 
menyatakan darurat keindonesiaan agar semua pihak menyadari bahwa ini bukan 
soal kecil. Ini soal siapa dan apa kita sebagai Indonesia” kata antropolog 
senior yang ikut menandatangani pernyataan sikap ini, Prof.Dr. Meutia 
F.Swasono.

 

Dalam pandangan para Antropolog, beberapa peristiwa belakangan 
memperlihatkan adanya kelompok-kelompok yang mempertajam perbedaan dengan 
melakukan politik identitas. Ada juga upaya yang justru menegaskan 
perbedaan, menarik garis batas antara yang satu dan yang lainnya serta 
mengucilkan yang berbeda. Selain itu, adapula pemaksaan kehendak atas 
mereka yang dianggap berbeda.

 

Para Antropolog menilai, dalam banyak peristiwa tersebut, pemerintah pusat 
dan daerah serta aparat penegak hukum sering tampak tidak sepenuhnya dapat 
mengantisipasi dan atau memberi perlindungan. Bahkan tidak sedikit elit 
politik justru menggunakan diskursu yang memecah belah dan menggerus nilai 
keindonesiaan. Kampus dan institusi pendidikan juga dinilai tidak banyak 
bertindak. Masyarakat pun kerap berkontribusi pada rangkaian kekerasan yang 
terjadi akhir-akhir ini. Menurut para Antropolog, media sosial seringkali 
dipakai untuk menyebar kebencian secara beringas dan tidak dimanfaatkan 
untuk menggali ilmu pengetahuan. Akibatnya kata para Antropolog, media 
sosial kehilangan hakekat sosial dan sering menjadi forum permusuhan.

 

Untuk itu, para Antropolog ini menyatakan sikap untuk menolak segala bentuk 
kekerasan dan pemaksaan, penyerangan, serta
pembungkaman terhadap kelompok agama, ras, etnik, gender, kepercayaan, 
keyakinan, kelas sosial atau sudut pandang yang berbeda. Pada saat yang 
sama mereka juga meminta pemerintah khususnya Panglima TNI dan Kapolri 
untuk menegakkan hukum secara adil dan independen yang tidak terpengaruh 
oleh tekanan kelompok tertentu. Gerakan Antropolog  untuk Indonesia yang 
Bhineka dan Inklusif ini juga mengharapkan masyarakat berpikir kritis agar 
tidak dimanfaatkan oleh pihak yang menyebarkan intoleransi dan kebencian.

 

Sementara itu, Antropolog asal Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Dr 
Tasrifin Tahara menilai, salah satu faktor yang menyebabkan tergerusnya 
nilai-nilai keindonesiaan kita akibat kurangnya pemahaman dan penerapan 
nilai-nilai multikulturalisme di antara  sesama anak bangsa. Antropolog 
yang juga ikut tergabung dalam Gerakan Antropolog untuk Indonesia yang 
Bhineka dan Inklusif ini menyanyangkan dan mengecam setiap tindakan dan 
upaya yang secara terus menerus menyebarkan rasa permusuhan di kalangan 
masyarakat yang didasari oleh prasangka dan sikap stereotype yang bersifat 
negatif. (h/ben)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke