Banjir Pangkalan, Lima Pintu PLTA Koto Panjang Bakal Dibuka 
Jumat,03 Maret 2017 - 12:14:15 WIB
[image: Banjir Pangkalan, Lima Pintu PLTA Koto Panjang Bakal Dibuka] Bendungan 
PLTA Koto Panjang. Foto INDRA PERDANA


LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM—Hujan deras yang melanda Kabupaten 
Limapuluh Kota menyebabkan banjir di Kecamatan Pangkalan. Bahkan aliran 
sungai di wilayah Pangkalan menyebabkan waduk di PLTA Koto Panjang 
mengalami kenaikan.

 

Informasi yang disampaikan dari akun media sosial @humaspolda_riau bahwa 
pihak Manajemen PLTA Koto Panjang bakal membuka lima pintu spillway 
(pembuangan air) setinggi 30 sentimeter hingga 50 sentimeter pada pukul 
14.00 WIB.

 

Saat Ini Elapasi Air diwaduk PLTA Koto Panjang pada ketinggian 80,48 M yang 
masih dalam batas normal, namun pembukaan dilakukan karena tingginya curah 
hujan yang terjadi di wilayah Kabupaten Kampar dan Sumbar. Ditambah 
meluapnya air sungai kiriman dari Pangkalan Sumatera Barat, dan hulu Sungai 
Kampar membuat permukaan waduk terus naik.

 

Terkait hal ini, dihimbau kepada masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai 
Kampar khususnya disisi hilir waduk PLTA Koto Panjang untuk waspada apabila 
dilakukan pembukaan pintu air waduk PLTA Koto Panjang, maka wilayah hilir 
Sungai Kampar akan mengalami kenaikan ketinggian air.

 

Selain itu juga dihimbau agar masyarakat tidak beraktifitas dan menjauhi 
bantaran Sungai Kampar untuk keselamatan.

 


   - 1 
      
<http://harianhaluan.com/news/detail/64090/banjir-pangkalan-lima-pintu-plta-koto-panjang-bakal-dibuka#>
      - 2 
      
<http://harianhaluan.com/news/detail/64090/banjir-pangkalan-lima-pintu-plta-koto-panjang-bakal-dibuka/1>
      - Halaman Selanjutnya 
      
<http://harianhaluan.com/news/detail/64090/banjir-pangkalan-lima-pintu-plta-koto-panjang-bakal-dibuka/1>
   



On Friday, March 3, 2017 at 4:33:00 PM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote:
>
> Terkait Banjir Pangkalan, PLTA Koto Panjang Harus Bertanggung Jawab! 
> Jumat,03 Maret 2017 - 14:39:33 WIB
> [image: Terkait Banjir Pangkalan, PLTA Koto Panjang Harus Bertanggung 
> Jawab!] Bendungan PLTA Koto Panjang. Foto INDRA PERDANA
>
>
> PADANG, HARIANHALUAN.COM - Banjir besar yang melanda Pangkalan, Kabupaten 
> Limapuluh Kota, Jumat (3/3), adalah petaka berulang. Persisnya sejak PLTA 
> Koto Panjang dioperasikan.
>
>
> Hal itu diungkapkan tokoh muda Kabupaten Limapuluh Kota Bhenz Maharajo. 
> "Pengelola PLTA Koto Panjang harus turut bertanggung jawab terhadap banjir 
> yang melanda Pangkalan. Bencana itu datang karena aliran sungai tersendat 
> akibat bendungan PLTA," terang Bhenz, putera asal Situjuah, yang juga Wakil 
> Ketua KNPI Sumbar itu.
>
>
> Menurut Bhenz, banjir di Pangkalan itu terjadi sejak PLTA Koto Panjang 
> berdiri. Banjir besar pertama tahun 1998. Sebelum PLTA berdiri, jarang 
> sekali Pangkalan dihantam banjir. Kalau pun ada, tak terlalu tinggi. Air 
> juga cepat surut. "Sejak 1998, atau sejak pengoperasian PLTA Koto Panjang, 
> Pangkalan jadi langganan banjir. Rakyat sengsara," papar pengurus PW 
> Al-Wasliyah Sumbar.
>
>
> Limapuluh kota secara umum merupakan daerah tangkapan air dengan beberapa 
> sungai dan anak sungai seperti; Batang Mangilang, batang Samo dan Batang 
> Mahat. Meskipun hujan turun berhari-hari, tidak pernah terjadi banjir 
> besar. Karena, wilayah ini memiliki siklus banjir alami yakni satu kali 
> dalam 25 tahun. Namun, semuanya berubah sejak PLTA Koto Panjang berdiri.
>
>
> "Poin pentingnga, PLTA Koto Panjang nan dulu pembangunannya dibiayai 
> Jepang, lebih banyak mudaratnya bagi Sumbar dibandingkan untungnya. Pemprov 
> Sumbar dan Pemkab Limapuluh Kota harus bertegas-tegas dengan pengelola 
> PLTA, dan mencari jalan keluar permasalahan ini. Kalau tidak, bencana akan 
> terus berulang," tegas Bhenz.
>
>
> Dana CSR PLTA Koto Panjang, konon kabarnya juga lari ke Riau. Pangkalan 
> dan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota nyaris tak menikmati CSR. Padahal, 
> Sumber air dari sana. Pajak air permukaannya juga ndak jelas bagaimana 
> pembagian antara Riau dan Sumbar. "Jangan sampak, Sumbar, khususnya 
> Limapuluh Kota kebagian masalahnya saja," harap Bhenz. (*)
>
>
>
> On Friday, March 3, 2017 at 2:05:55 AM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote:
>>
>>
>>
>> https://www.google.com/amp/pekanbaru.tribunnews.com/amp/2017/03/03/banjir-di-pangkalan-masjid-raya-ini-yang-terlihat-hanya-kubahnya-saja
>>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke