Dua Sungai di Limapuluh Kota Alami Pendangkalan Selasa,14 Maret 2017 - 08:18:13 WIB [image: Dua Sungai di Limapuluh Kota Alami Pendangkalan] ilustrasi banjir dan longsor di Limapuluh Kota awal bulan ini. IST
*LIMAPULUH KOTA, HALUAN* – Pasca terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor di Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (2/3) silam, dua Daerah Aliran Sungai (DAS) yakni sungai Batang Maek dan Batang Kapur yang membentang di Kecamatan Pangkalan Koto Baru dan Kapur IX mengalami pendangkalan. Material longsor dan banjir yang terbawa ke dalam sungai membuat debit air semakin sedikit di tampung dan menjadi acuan bagi PLTA Koto Panjang untuk memperhitungkan ketinggian pintu air. Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan mengatakan dalam tinjauannya kedua DAS ini pasca bencana banjir, terjadi pendangkalan yang cukup serius. Pengurangan debit air yang ditampung oleh sungai menurun drastis dan ini menjadi ancaman serius bagi Kabupaten Limapuluh Kota jika hujan lebat Jumat (2/3) kemarin terjadi. Dijelaskannya, kondisi geografis di Kecamatan Pangkalan dan Kapur IX sangat labil. Daerah perbukitan dengan lembah yang curam membuat serapan air tidak terlalu tinggi. Ditambah lagi dengan adanya aktivitas galian C yang diduga menggunakan dinamit. Sedangkan sungai yang menampung dan mengaliri air akan cepat penuh serta meluap jika terjadi hujan lebat. Hal ini akan memberikan celah bagi alam untuk kembali mengamuk. “Banjir dan tanah longsor di Pangkalan dan Kapur IX ini sudah menjadi penyakit yang menahun. Bencana seperti ini sudah berulang kali terjadi dalam 29 tahun terakhir dengan intensitas sedang dan berat. Jika tidak ada tindakan yang real, ditakutkan banjir yang meluluh lantakkan Pangkalan dan Kapur IX akan terjadi lagi. Contohnya banjir awal bulan Maret ini seperti ini juga pernah terjadi di tahun 2016 dan 2010,” kata Ferizal. Terparah, pendangkalan terjadi di Batang Kapur yng bermuara ke Kabupaten Kampar,Riau. Sejak lima tahun terakhir, pendangkalan mulai terjadi dari Nagari Sialang ke Durian Tinggi, Batang Kapur setinggi 1-1,5 meter dari dasar aslinya. Bahkan sepanjang sungai ini, ribuan material turut andil dalam penyembitan badan sungai. “Wajar jika nagari Sialang dan Batang Kapur terendam banjir. Pendangkalan di sungai ini sangat parah. Termasuk di Batang Maek yang menyempit di bagian hulunya. Jadi sangat mudah air meluap ke pemukiman penduduk,” Tambah Wakil Bupati Kabupaten Limapuluh Kota. Akibat pendangkalan ini, tidak tertutup kemungkinan akan berpengaruh kepada kinerja turbin PLTA Koto Panjang dalam memproduksi listrik dan ketinggian pintu air. “Alangkah baiknya sungai ini dikeruk dan dibantu oleh pemerintah pusat agar Daerah Kabupaten Limapuluh Kota bisa terbebas banjir dan PLTA Koto Panjang bisa beraktifitas dengan baik,” tambahnya. (*h/ang*) On Friday, March 10, 2017 at 2:44:51 PM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote: > > Penanganan Bencana Pangkalan 'Bagaleboh', BNPB Ancam Tarik Personel > Jumat,10 Maret 2017 - 12:21:12 WIB > [image: Penanganan Bencana Pangkalan 'Bagaleboh', BNPB Ancam Tarik > Personel] Tim gabungan melakukan evakuasi terhadap korban yang tertimbun > longsor di Kabupaten Limapuluh Kota. FOTO @POLRES 50 KOTA > > > *PENANGANAN BENCANA PANGKALAN BAGALEBOH* > > > > *BNPB Ancam Tarik Personel * > > > > *“Pemkab **Limapuluh Kota **harus **segera menyelesaikan seluruh > administrasi yang diminta oleh BNPB. Jika belum, kami tidak bisa membantu > dan akan menarik seluruh fasilitas dan personil BNPB ke Jakarta**” *Budi > Erwanto. > > > > *“Memang belum selesai. Tapi, hari ini semuanya akan diselesaikan. > Kemarin, kita fokus ke penanganan dan memastikan bantuan tersalurkan > merata”* Irfendi, Bupati Limapuluh Kota > > > > *PAYAKUMBUH, HALUAN *– Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) > meradang. Sikap jajaran Pemkab Limapuluh Kota yang tak juga menyelesaikan > administrasi, menjadi pemicu marahnya lembaga penanganan bencana itu. Tak > tanggung-tanggung, BNPB mengancam akan menarik seluruh personel dari lokasi > bencana di Pangkalan Koto Baru dan Kapur IX ke Jakarta. > > > > Bantuan yang sudah disalurkan, termasuk dua helikopter juga direncanakan > akan ditarik, jika proses administrasi tidak juga diselesaikan dalam waktu > yang ditentukan. Sebab, tanpa kejelasan administrasi, BNPB juga tidak akan > bisa berbuat banyak, termasuk menyalurkan untuk warga yang ditimpa musibah. > > > > “Pemkab Limapuluh Kota harus segera menyelesaikan seluruh administrasi > yang diminta oleh BNPB. Jika belum, kami tidak bisa membantu dan akan > menarik seluruh fasilitas dan personil BNPB ke Jakarta. Ini tidak > main-main. Seluruhnya mesti diselesaikan,” tegas Kasubdit Penanganan > Darurat Bencana BNPB, Budi Erwanto. > > > > Dijelaskan Budi, amburadulnya manajemen administrasi kebencanaan di > Limapuluh Kota, menghambat kinerja BNPB. Apalagi, sekarang masa tanggap > darurat juga diperpanjang. “Boleh-boleh saja memperpanjang masa tanggap > darurat, tapi kami minta diselesaikan administrasinya dulu. Percuma BNPB di > sini, kalau administrasi tak tuntas,” papar Budi Erwanto. > > > > Budi yang merupakan mantan Kepala BPBD Damkar Padang menyebutkan, sejak > personel BPBD berada di Kabupaten Limapuluh Kota, belum ada satupun > administrasi seperti permohonan yang diminta BNPB diselesaikan Pemkab > Limapuluh Kota. > > > > “Kami juga bingung bagaimana membuat laporan pertanggungjawabannya nanti. > Jika tetap tidak selesai sampai besok (hari ini-*red*), kami akan menarik > seluruh personel dan fasilitas BNPB dari Kabupaten Limapuluh Kota dan > kembali ke Jakarta,” tegas Budi. > > > > Ditambahkan Budi, dengan tersendatnya administrasi, bantuan berupa uang > Rp50 ribu setiap rumah dan bantuan lainnya tidak bisa disalurkan. Padahal, > di Jakarta BNPB sudah siap mendistribusikan bantuan kepada Pemkab dan > Satgas. > > > > “Kami sudah mempersiapkan segala hal keperluan untuk bencana alam. Baik > saat tanggap darurat selama tujuh hari pertama ini maupun perpanjangan > sekarang. Termasuk bantuan Rp50 ribu setiap rumah selama sepuluh hari,” > ungkap mantan Kasat Pol PP Padang itu. > > > > Berkemungkinan, juga proses administrasi tidak juga siap, helikopter juga > akan ditarik ke Jakarta. Padahal, keberadaan helikopter sangat penting > dalam pendistribusian bantuan. > > > On Friday, March 3, 2017 at 1:55:35 AM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote: >> >> Banjir Pangkalan Kitobaru 3 Maret 2017 >> >> >> https://www.google.com/amp/pekanbaru.tribunnews.com/amp/2017/03/03/jalur-lintas-riau-sumbar-putus-banjir-rendam-pangkalan-koto-baru >> >> >> ~~ Via iPhone, Sjamsir Sjarif, Santa Cruz, CA, USA >> > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
