*Sementara berita-berita Banjir Pangkalan sangat mengharukan, memutuskan 
jalan Payakaumbuh - Pekanbabru, namun pemindahan jalan ke Riau via 
Sijunjung juga menghadapi banjir di Nagari Kamang, Kecamatan Kamang Baru, 
Kabupaten Sijunjung:*

Ini Dia Foto Detik-detik Pria Terseret Banjir di Sijunjung 
Sabtu,04 Maret 2017 - 10:30:38 WIB
[image: Ini Dia Foto Detik-detik Pria Terseret Banjir di Sijunjung] Warga 
yang hampir hanyut dan bertahan di salah satu pohon saat terjadi banjir di 
Kenagarian Kamang Kecamatan kamang Baru, Kabupaten Sijunjung Jumat (3/3).OGY


*SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.COM--* Banjir menggenangi ratusan rumah yang 
tersebar di delapan jorong yang ada di Kenagarian Kamang Kecamatan kamang 
Baru, Jumat (3/3).

 

Selain menggenangi pemukiman warga, bencana tersebut juga merendam 
seratusan hektar lahan pertanian, termasuk kebun sawit milik warga setempat 
serta membuat arus lalu lintas Sumbar-Pekanbaru macet. Curah hujan yang 
tinggi dan meluapnya tiga Sungai yang melintasi Kenagarian Kamang menjadi 
penyebab terjadinya banjir.

 

Tak hanya itu, banjir hampir saja memakan korban, yakni seorang warga yang 
terseret oleh derasnya air. Beruntung, nyawa pria yang beberapa menit 
bertahan di salah satu pohon untuk berpegangan itu dapat tertolong setelah 
seorang warga lainnya.

 

Kejadian menegangkan lainnya yakni, salah seorang warga berusaha melewati 
jalan yang dilintasi oleh derasnya arus banjir. Namun, sampai di tengah 
arus, motor yang ia bawa terseret beberapa meter. Lagi-lagi warga sigap 
membantu pengendara itu.

 

 

Seperti tidak ingin kejadian tersebut terulang kembali, warga sepekat 
mengangkat motor yang ingin melintasi banjir. Terlihat, motor yang diangkat 
oleh empat orang dengan menggunakan dua potongan kayu.

 

 

Banjir di kawasan tersebut mulai terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, luapan 
tiga sungai yang mengalir melalui kenagarian Kamang Kecamatan Kamang Baru, 
yaitu Sungai Batang Kering, Sungai Batang Lalo dan Sungai batang Moran yang 
melintasi desa tersebut.

 

Dari data sementara yang diperoleh pihak BPBD Sijunjung sekitar 468 rumah 
warga sempat terendam banjir dengan ketinggian air hingga 40 dan 60 
sentimeter, namun ada juga yang terendam banjir dengan ketinggian air 
hingga mencapai satu meter lebih di Jorong Simpang Kamang dan Jorong 
Kamang. Tidak ada korban jiwa dalam bencana yang sebagian wilayahnya kini 
mulai surut tersebut.

 

"Kondisi air saat ini sudah mulai surut dibeberapa lokasi banjir di 
Kenagarian Kamang Kecamatan Kamang Baru, bahkan beberapa warga mulai 
membersihkan rumahnya dari sisa banjir," ujar Kepala BPBD Sijunjung 
Hardiwan SP saat berada dilokasi bencana.

 

Selain rumah, puluhan hektar lahan pertanian dan perkebunan milik warga 
yang rata-rata ditanami sawit dan padi ikut terendam.

 

Sementara itu personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten 
Sijunjung beserta Dinas Sosial dibantu Tagana, Polri dan TNI serta Pemuda 
Pancasila saat ini masih terus melakukan pemantauan lokasi dan mendirikan 
dapur umum.

 


   - 1 
      
<http://harianhaluan.com/news/detail/64103/ini-dia-foto-detikdetik-pria-terseret-banjir-di-sijunjung#>
      - 2 
      
<http://harianhaluan.com/news/detail/64103/ini-dia-foto-detikdetik-pria-terseret-banjir-di-sijunjung/1>
      - Halaman Selanjutnya 
      
<http://harianhaluan.com/news/detail/64103/ini-dia-foto-detikdetik-pria-terseret-banjir-di-sijunjung/1>
   




On Saturday, March 4, 2017 at 7:18:16 PM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote:
>
>
> Limapuluh Kota darurat bencana banjir-longsor tujuh hari 
> Sabtu, 4 Maret 2017 10:51 WIB - 3.800 Views 
>
> Pewarta: Miko Elfisha 
>
>
>   
> Limapuluh Kota darurat bencana banjir-longsor tujuh hari 
> Sejumlah warga melintas di samping material longsor di daerah Koto Alam, 
> Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat, Jumat 
> (3/3/2017). Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah 
> Sumatera Barat, sebanyak 8 kendaraan roda empat tertimbun longsor, tiga 
> orang meninggal dunia, 8 orang selamat dan satu masih dalam pencarian, 
> akibatnya jalan Sumbar-Riau putus total. (ANTARA/Muhammad Arif) 
>
> Sarilamak, Sumbar (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, 
> Sumatera Barat (Sumbar), menetapkan daerah tersebut dalam kondisi darurat 
> bencana banjir dan longsor selama tujuh hari ke depan. 
>
> "Mulai saat ini, kita tetapkan darurat bencana untuk tujuh hari ke depan," 
> kata Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi seusai rapat koordinasi antara 
> Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Taruna Siaga 
> Bencana (Tagana), DPRD, dan instansi terkait di eks kantor bupati yang 
> berada di Kota Payakumbuh, Sabtu pagi 
>
> Ia mengatakan status tersebut ditetapkan karena melihat dampak bencana 
> banjir dan longsor yang melanda daerah itu sehingga banyak infrastruktur 
> yang rusak, area pertanian rusak, dan banyak warga yang merasakan dampaknya 
> secara langsung. 
>
> Menurutnya, tim penanganan bencana yang terdiri atas Basarnas, Dinas 
> Sosial, PMI, Tim Kesehatan, TNI, Polri dan berbagai ormas lainnya telah 
> melakukan penanganan hingga sebelum tanggap darurat ditetapkan. 
>
> Bupati juga akan melakukan rapat dengan semua instasi terkait untuk 
> mendapatkan langkah-langkah penangannya bencana tersebut, termasuk tindakan 
> untuk mengevakuasi masyarakat, serta penyedian logistik. 
>
> Ia meminta semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat untuk berperan 
> aktif dalam menangani bencana banjir dan longsor itu. 
>
> "Kepada BPBD, Basarnas, Tagana mengambil langkah untuk penyelamatan 
> masyarakat dari banjir, Dinas Sosial menyuplai makanan dan logistik, serta 
> Dinas Kesehatan menyediakan obat-obatan sehingga tidak banyak masyarakat 
> yang sakit. Untuk OPD lainnya untuk berperan aktif dalam musibah ini," kata 
> Bupati. 
>
> Berdasarkan data yang dihimpun di BPBD setempat, banjir dan longsor 
> terjadi di 23 titik, dari 23 lokasi tersebut, 13 titik longsor dan 10 
> lokasi banjir. 
>
> Dari 13 titik longsor, tujuh di antaranya terjadi di Nagari Koto Alam dan 
> satu titik di Sibunbun Nagari Tanjung Balik, Kecamatan Pangkalan Koto Baru. 
> Selain itu, tiga titik di Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan, dua titik 
> sebelum Kelok Sebilan, tepatnya di Air Putiah, Kecamatan Harau. 
>
> Banjir melanda 10 lokasi, di antaranya Nagari Sopang, Pangkalan, dan 
> Gunuang Malintang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru. 
>
> Selain itu, di Kecamatan Kapur IX, Nagari Limbanang Baruah, Kecamatan 
> Suliki, Nagari Mungka, Kecamatan Mungka, dan Nagari Subarang air, Balai 
> Panjang, dan Bukik Sikumpa, Kecamatan Lareh Sago Halaban. 
>
> Pemkab sudah menurunkan alat berat untuk menyingkirkan material longsor 
> sehingga badan jalan yang tertimbun meterial dapat dilalui. Jalan tersebut 
> sebagai akses masyarakat ke Pangkalan. 
>
> Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Safaruddin menyarankan agar penanganan 
> bencana tersebut dilakukan dalam satu komando sehingga memudahkan mengambil 
> langkah penanganan ke depannya. 
>
> Selain itu, ditunjuk koodinasi di masing-masing kecamatan, hal itu 
> mengingat lokasi bencana bukan hanya satu atau dua titik, melainkan banyak 
> lokasi. 
>
> Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar Pagar Negara meminta 
> bantuan pada BPBD Kabupaten Kampar untuk penanggulangan banjir dan longsor 
> di Kecamatan Pangkalan Koto Baru. 
>
> "Kita sudah berusaha untuk masuk ke daerah bencana, tetapi terhambat oleh 
> beberapa titik longsor. Terpaksa kita minta bantuan BPBD Kampar yang 
> kemungkinan memiliki akses lebih baik ke daerah bencana," kata dia. 
>
> Ia mengatakan sekarang BPBD bersama pihak terkait sedang berupaya 
> menyingkirkan material longsor menggunakan alat berat agar bisa masuk ke 
> lokasi banjir untuk membantu masyarakat. 
> Editor: Fitri Supratiwi 
>
> COPYRIGHT © ANTARA 2017

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke