Sabtu, 07 Juni 2008 06:42
Tanah Ulayat Permudah Pembangunan Infrastruktur

  Kapanlagi.com - Wakil Presiden RI H Jusuf Kalla menilai kepemilikan
lahan di Sumatera Barat (Sumbar) berdasarkan hukum tanah ulayat telah
mempermudah pembangunan infrastruktur.

"Saya berterima kasih soal pembangunan infrastruktur di Sumbar yang
lebih mudah dilakukan karena kepemilikan tanah ulayat, bukan hak milik,"
kata Wapres di Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, Jumat (6/6).


Hal ini disampaikan Jusuf Kalla ketika meresmikan pabrik pakan ternak PT
Multiphala Agribisnis, anak perusahaan nasional Japfa Indonesia.


Kalau di tempat lain pembangunan infrastruktur sulit karena lahan
berstatus hak milik, sehingga pribadi-pribadi masyarakat yang diajak
berunding, tambahnya.


Sedangkan di Sumbar, dengan kepemilikan lahan berstatus tanah ulayat,
tentu hanya pimpinan Nagari (pemerintahan masyarakat adat terendah) atau
pemuka masyarakat yang diajak berunding dan bisa selesai karena
pembangunan penting bagi masing-masing pihak, kata Kalla.


Karena itu, katanya, upaya-upaya bersama seperti ini harus tetap dijaga
dan dijalankan.


Sebelumnya, saat membuka kegiatan penanaman pohon di kawasan Danau
Cimpago, pesisir Pantai Padang, yang digelar Kesatuan Perempuan Partai
Golkar (KPPG) Sumbar, Jusuf Kalla juga memuji hukum adat di Minangkabau
(Sumbar, red), karena mampu menjaga kelestarian lingkungan dan hutan.


Hutan di Sumbar adalah yang terbaik di Indonesia dan terus terpelihara
karena didukung hukum adat masyarakat, katanya.


"Saya yakin hampir semua lahan di sini (Sumbar) tanah ulayat, sehingga
tidak berani orang memotong pohon seenaknya," tambahnya.


Menurut dia, pemberlakuan hukum adat dan status tanah ulayat inilah,
yang menyebabkan tidak banyak penggundulan hutan di Sumbar, karena
pengaruh adat tersebut.


Namun, katanya, kadang-kadang ini (hukum adat dan tanah ulayat, red)
juga memberatkan untuk bikin industri dan macam-macam.


Tapi hukum sangat baik untuk menjaga lingkungan, di samping karena peran
masyarakat dalam menjaga hutan, gunung, bukit dan lembah Sumbar,
tambahnya.


Semua itu telah membuat hutan Sumbar menjadi lebih baik dari wilayah
lain di Indonesia, kata Jusuf Kalla. (kpl/rif) 

(c)2003-2008 KapanLagi.com

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke