Menambahan buya, nan tigo terakhir buya sabuik-an tu wak kiro di asimilasi dari 
hadits, hal2 yang tak boleh ditunda (salah seorang harus ada yg menyegerakan 
(fardhu kifayah)).
 
1. gadis (perempuan berwali) dilamar pemuda baik2
2. mengurus orang meninggal
3. menegakkan syariat
 
nan katigo tu klo rumah gadang sebagai simbol tagaknya hukum adat (ABS-SBK), 
berarti runtuhnya, hilang pula syariat yang berada di ABS-SBK...
 
lai masuak ijma ko buya?? 
 
tanJabok 
sadang balaja...
 

--- On Tue, 6/10/08, Masoed Abidin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Masoed Abidin <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Tanah Ulayat Permudah Pembangunan Infrastruktur
To: [email protected]
Date: Tuesday, June 10, 2008, 8:35 PM



Alaikum salam Warahmatullahi wa Barakatuh,
 
Tanah Ulayat satu kekayaan masyarakat adat Minangkabau.
Kekayaan itu akan terjaga dengan hak penguasaan dan pemanfaatan 
secara hukum dan kaidah ekonomi yang bersesuaian  untuk orang banyak 
(anak kemenakan dan kaum), sepanjang masa. 
Jika kita pandai menggunakannya dengan cara-cara yang tepat. 
Selain itu, tanah ulayat menjadi kekayaan budaya yang besar pula manfaat daya 
tariknya. Tanah ulayat sesungguhnya adalah modal yang sangat besar, yang 
lahir dari hukum adat.
 
Karena itu, tanah ulayat jangan di jual, jangan dialihkan.
Budaya Minangkabau sangat kuat membatasinya.
Tanah ulayat tidak boleh di anjak dan atau digadai, kecuali untuk 
penghapus malu jika telah tercoreng di kening, atau ketika mayat terbujur di 
tengah rumah, tak ada lagi manusia sekampung yang rela menyelenggarakan, atau 
ketika gadih gadang indak balaki artinya tidak ada lagi laki-laki di kampung 
itu, atau kalau rumah gadang alah katirisan, barulah tanah ulayat boleh 
digadaikan dan tidak boleh dijual.
Sesungguhnya, ke empat syarat itu jarang akan terjadi.
Mafhum mukhalafahnya adalah tanah ulayat terlarang dialih tangankan !!!

Cara menggadai pun di ingatkan jan ma hangok ka lua badan, artinya hanya dari 
dan oleh lingkungan terdekat lebih dahulu. 
Namun sekarang, persoalannya bagaimana dengan tanah ulayat di Pasaman Barat dan 
Timur, di Lunang dan Silaut, di Sitiung Rimbo Bujang, yang telah berkembang 
menjadi lahan perkebunan luas. 
Di mana hak masyarakat adat itu?
Adakah mereka terperhatikan?
Coba jemput kembali yang tertinggal, dan kamehkan baliek nan ta icie.
Sengketa akan tetap tampil ketika sesuatu indak bakajalehan.
 
Jalan keluarnya gagaskan dengan segera Hak Guna Tanah Ulayat dalam pelaksanaan 
investasi perkebunan, pabrik, pertambangan dan bangunan di atas tanah ulayat 
masyarakat adat di Minangkabau atau Sumatera Barat.
 
Para pakar hukum kita mesti sudah berfikir dan berusaha ke arah itu. Moga 
segera terkabul. Amin.
 
Wassalam,
BuyaHMA
 

Bot S Piliang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mmm..sebenarnya banyak hal positif dari sistem tanah Ulayat. Mungkin "kakobeh" 
urang kan man cime'eh sebagai tradisi Discourse urang Minang.
Sumatera Barat buliah bangga karano alam Sumbar masih terjaga karena hukum 
tanah ulayat ini. 
Kita bisa lihat di Jawa dan Bali dimana hampir setiap sudutnya sudah tergerus 
oleh kapitalisasi asing atau orang Kaya,. Penduduk lokal hanya jadi pemain 
dasar atau burh kasar atau bahkan jadi penonton saja.
Hanya saja, sekarang bagaimana agar pemanfaatan tnah ulayat ini bsia di arahkan 
kearah yang lebih positif, semisal pembangunan fasilitas umum, pengelolaan 
objek wisata yang ebrbasis kerakyatan dan sebagainya.
Jadi pemanfaatan tanah ulayat atau pusako tinggi bukan hanya karana tiga hal 
yang biasa dipakai, (mayik tabujua tangah rumah, rumah gadang katirisan, gadih 
gadang alun balaki)tapi juag duarahkan untuk hal-hal laion yajng menyangkut 
kemaslahatan anak kemanakan dan tentu saja urang di ranah tacinto.
Salam 
BSP

adyan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

Assalamualaikum w.w.

Baru sakali ko rasonyo awak mandapek pandangan nan babedo, nan positif
tentang tanah ulayat.. dari pak Wapres bana malah!
biasonyo selalu ngatif sajo..

salam
-adyan

On Jun 7, 6:00 pm, "Fitr Tanjuang" wrote:
> Mudah2an iko mamatahkan anggapan baso tanah ulayat ko "by default" 
masalah untuak berinvestasi.
>
> Subananya labiah pado pendekatan dan kebijakan.
>
> Tapi iyo kito indak bisa manutuik mato baso masalah sengketa tanah 
sangaik banyak di Minang...
>
> Wassalam
> fitr tanjuang
> lk/33/Albany
>








      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke