Ajo, selamat, ya. Sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni SMA 2 Pariaman di Rawang,
ambo dan seluruh pengurus dan anggota mengucapkan selamat, yo. Semoga
semangat, kerja keras, keuletan dan ketabahan dari Ajo Suryadi, bisa
menulari kami-kami yang lebih muda. Semoga bisa kita kerjakan beberapa hal
ke depan, terutama dalam penulisan buku-buku sejarah.

 

IJP 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Lies Suryadi
Sent: 17 Oktober 2008 15:37
To: [email protected]; Andris Nantuo
Subject: [EMAIL PROTECTED] Balasan: [EMAIL PROTECTED] Ini dia Suryadi, 
Pengelana dari
Pariaman itu..

 

Uni Hifni, Mak Ngah, Dinda Israr Iskandar, Kakanda Tasril, Kanda Andrinof
Chaniago,   'Nantuo' Andris di Bumi Bantam,  sarato kawan2, mamak, adiak, jo
sudaro nan mangirim sms ka ambo nan indak bakaputusan sajak tadi malam

 

Assalamualaikum ww wb.,

 

 

Tarimo kasih atas posting berita mengenai ambo di Kompas (Jumaik, 17 Oktober
2008). Dan talabiah tarimo kasih banyak ateh apresiasi dan dorongan moral
dari Dunsanak sakalian, khususnyo kapado Mak Ngah nan ulasannyo di lapau
rantau-net mambuek ambo terharu.

 

Ya...insnya Allah, ateh dorongan Dunsanak sakalian, ambo akan jalani sajo
iduik ko jo sumangaik sebagaimano adonyo. 

 

Wassalam,

Suryadi


HIFNI HFD <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Suryadi, Pengelana dari Pariaman


  <http://www.kompas.com/data/photo/2008/10/17/3031823p.jpg> 


DOK PRIBADI / Kompas Images <http://www.kompasimages.com/>  
Suryadi 

Jumat, 17 Oktober 2008 | 03:00 WIB

Dia percaya pada takdir. Jalan hidupnya yang penuh onak dan duri diyakini
bukanlah kebetulan. Ada semacam garis nasib yang membentang antara kampung
halaman di pedalaman Pariaman, Sumatera Barat, hingga Leiden, Belanda,
tempat ia bermukim sejak 10 tahun terakhir.

Suryadi memang tipikal perantau Minang. Ulet dan tahan banting. Hanya saja,
sebagai perantau, ia tak menekuni sektor informal, sebagaimana profesi urang
awak perantauan umumnya. Ia memilih jalur keilmuan melalui dunia akademik.
Bidang yang ia tekuni pun tak terlalu umum: naskah-naskah lama!

Menjadi penelaah naskah dan buku klasik (bahasa kerennya filolog) memang
bukan profesi yang bisa mengantarkannya menjadi selebritas, seperti fenomena
para "komentator" bidang ekonomi, politik, dan hukum di Tanah Air. Dari
aspek ekonomi pun, profesi ini jauh dari menjanjikan kehidupan mewah dan
berkecukupan.

Namun, di balik dunia yang sepi itu, ketika larut bersama naskah tua yang ia
kaji di pojok perpustakaan di berbagai perguruan tinggi di Eropa, Suryadi
mengaku menemukan "dunia kecil"-nya itu justru luas membentang. Jalan
kehidupan dia kian terbuka lebar.

"Ternyata saya tidak sendiri. Ada juga orang lain yang menyukai bidang ini,
yang bisa menjadi teman dalam satu network keilmuan," tuturnya.

Hasil penelitian yang ia publikasikan di sejumlah jurnal internasional
banyak mendapat tanggapan. Kajiannya atas surat raja-raja Buton, Bima, Gowa,
dan Minangkabau, misalnya, dimasukkan dalam satu proyek (Malay Concordance
Project) yang berpusat di Australian National University, Camberra,
Australia.

Berkat penelitiannya atas naskah-naskah lama itu pula ia kerap diundang
menjadi pemakalah seminar di mancanegara. Suryadi bahkan dipercaya memimpin
satu proyek pernaskahan yang didanai the British Library.

Kajian komprehensif atas Syair Lampung Karam-satu-satunya sumber pribumi
tentang letusan Gunung Krakatau tahun 1883, yang diikuti gelombang tsunami
dan memorak-porandakan wilayah sekitar Selat Sunda (Kompas, 12 September
2008)-hanya satu dari sekian banyak teks Melayu klasik yang sudah ia teliti.

Syair dalam tulisan Arab-Melayu alias Jawi itu kemudian ia transliterasikan
ke teks beraksara Latin, sebelum dibandingkannya dengan pandangan para
penulis asing (baca: Eropa).

Menggeluti naskah lama atau buku-buku klasik mengenai Nusantara ternyata
memberi keasyikan tersendiri bagi Suryadi. Perpustakaan KITLV dan
Universiteitsbibliotheek Leiden menjadi rumah kedua, tempat ia "bersemedi",
intens menekuni ribuan naskah tentang Indonesia yang pada zaman kolonial
diangkut ke negeri Belanda.

"Saya seperti menyelam ke masa lalu. Banyak hal menarik dari bangsa kita
yang terekam dari naskah-naskah lama. Kadang, sewaktu membaca, saya tertawa
sendiri," ujarnya.

kecil


 

 <http://www.ranahati-hyvny.blogspot.com/> 


 <http://www.tambo-hyvny.blogspot.com/> 


 

 


  _____  


Dapatkan
<http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http:/mail.prom
otions.yahoo.com/newdomains/id/>  nama yang Anda sukai! 
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke