Menarik pertanyaannya...
Sepanjang konflik yang saya tahu dan yang saya baca, juga yang pernah saya
teliti (khusus di Aceh), konflik selalu memberikan dampak negatif terhadap
perempuan.

Dalam riset ambo tahun 2003 lalu jo yang tangah ambo lakukan kini.. kondisi
perempuan lebih tragis dari sebuah dampak konflik. dijadikan alat intimidasi
dan teror. Betul bahwa laki-laki juga mengalami penyiksaan, tetapi kalau
perempuan selain disika juga diperkosa. Perempuanlah yang pertama kali
"berdiri di depan" untuk melindungi lelaki terkasih (bapak, suami, abang)
dari kejaran musuh. Bahkan, ketika satu pihak yang bertikai tengah mencari
musuhnya sering yang dijadikan alat intimidasi itu perempuan. Dalam situasi
ini sering (kalau tidak ingin kita sebut selalu) mereka mengalami pelecehan
dan perkosaan. Dalam laporan The Straits TIme 98 ditemukan sebanyak 600
perempuan Aceh diperkosa sepanjang konflik dalam masa 7 th sebelum
pencabutan DOM.

Dampak negatif itu tidak berhenti hanya sampai disitu, perempuan juga yang
menjadi tulang punggung keluarga, membesarkan sendiri anak2 ketika suami
tengah bersembunyi dan melarikan diri akibat kejaran musuh... dan itu
dilakukan dalam situasi konflik yang hebat yang penuh ancaman dan ketakutan,
bahkan menjadi lurah, camat di dalam situasi genting tersebut karena semua
orang pada takut dan memilih melarikan diri (karena seorang pemimpin di
kampung atau di kecamatan akan selalu menjadi bulan2an para pihak yang
bertikai, malah nyawa pun taruhannya). Namun, ketika konflik berlalu,
kondisi mereka hari ini terbiar dan seperti hilang dari prioritas... bahkan
mereka yang tadinya bertarung menjadi lurah dan camat kini tersingkir dan
banyak yang diberhentikan karena semua orang tengah berlomba mengejar posisi
itu (diskusi saya dengan beberapa mantan lurah/sekdes/camat dalam sebuah
training di Aceh).

BIla melirik ke negara lain, kondisi yang hampir sama juga terjadi. Dalam
temuan tim pencari fakta Masyarakat Eropa (European Community Fact Finding
Team): lebih dari 20.000 perempuan di Bosnia telah diperkosa sejak
peperangan berlangsung April 1992.

Dalam laporan World's Children 1996 juga ditemukan: bahwa gadis-gadis remaja
dijadikan target khusus di Bosnia Herzegovina dan Croatia. Mereka menjadi
korban dari strategi perang yang dinamakan memelihara anak musuh (bear the
enemy's child). Kejadian yang sama terjadi pula di Rwanda, saat pertikaian
berlangsung, remaja-remaja yang awalnya selamat dari serangan musuh
diketahui terpaksa harus menyimpan janin hasil perkosaan. kebanyakan dari
mereka yang telah hamil harus menghadapi kenyataan diasingkan oleh keluarga
dan masyarakat, sebagian menggagalkan kandungannya secara paksa, dan
sebagian lainnya harus menempuh pilihan bunuh diri akibat tak kuasa menahan
penderitaan itu.

 Ini baru dari beberapa negara, terutama di bagian daerah Indonesia salah
satunya. Mungkin ada Bapanda/Ibunda/Kakanda/Adinda/Temenda yang akan turut
berbagi di Palanta Raya ini...


Salam Perdamaian,
ZDj (yang biasa disapa Ibed)
2008/10/24 Lies Suryadi <[EMAIL PROTECTED]>

> Tapi timbul pertanyaan: Apakah ada konflik bersenjata yang tidak menimbukan
> efek negatif kepada perempuan? Di Uganda, di Kolombia, di Timor Leste, di
> Kepualauan Bougenville, di Kamboja, juga di Sumatera Barat...............
>
> Salam,
> Suryadi
>
>
> *zubaidah djohar <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
>
> Wa'alaikumsalam Wr.Wb.,
>
> Tulisan yang luar biasa...!
> Terimakasih Bapak Abraham Ilyas... sudah membagi info penting ini di milis
> ini.
>
> Wah.. saya akan menjadi orang yang paling merugi bila melewati tulisan
> seperti ini.
> Sebagai padusi Minang, tantu ambo harok bana mandanga kisah-kisah heroik
> dan padiah iduik kaum perempuan di maso parang terdahulu... apolai iko
> dikunyah2 melalui sebuah riset... luar biaso! Ambo malah terdampar
> mangunyah2 riset di nagari urang... :)
> Dengan imel ko ingin pulo ambo berkenalan dan badiskusi jo Ibu Reni
> Nurhayanti ko.
>
> Salam parantauan,
> ZDj
> (nan masih tamangut2 jo hasil riset dunsanak Reni)
> 2008/10/24 Abraham Ilyas <[EMAIL PROTECTED]>
>
>> ---------- Forwarded message ----------
>> From: Reni Nuryanti <[EMAIL PROTECTED]>
>> Date: Oct 22, 2008 5:54 PM
>> Subject: Salam Kenal
>> To: [EMAIL PROTECTED]
>>
>> Assalamu'alaikum Pak Abraham Ilyas..
>>
>> Salam kenal, saya Reni Nuryanti yang menulis PEREMPUAN MINANGKABAU MASA
>> PRRI. Saya membaca email bapak ke Pak Jacky, yang terkirim ke saya.Betul,
>> apa yang bapak tulis, bahwa kekerasan terhadap perempuan memang ada yang
>> dilakukan oleh OPR. Tetapi, demikian juga oleh pihak APRI. Ini saya temukan
>> di Solok, dimana APRI menempati rumah2 istri tentara PRRI. Lain dengan apa
>> yang terjadi di Sumpurkudus. Disana mulai muncul istilah ganja batu dan
>> ganja kayu yang demikian santer, setelah PRRI. Para perempuan itu tidak
>> dinikahi APRI tetapi orang PRRI sendiri yang sudah berkeluarga. Mereka
>> banyak ditinggal begitu saja setelah PRRI. Beda dengan di Bukit Batuah di
>> Agam, salah seorang perempuan mengaku pernah stress karena disekpa bermalam2
>> oleh OPR. Nah, dalam hal ini, saya melihat bahwa tindak kekerasan ataupun
>> memori kesedihan bagi perempuan di Minangkabau, bukan hanya diakibat OPR,
>> tetapi juga APRI dan APRI.Dalam hal ini, agar lebih bijak, saya akan
>> melihatnya
>> dalam sudut pandang sosial, militer, biologis serta psikologis. Oya pak,
>> ada yang cukup mengagetkan bagi saya. Ada seorang perempuan di dusun
>> terpencil di Solok, namanya Rakana. Dialah satu2nya perempuan yang menjadi
>> tentara pelajar yang ikut berperang melawan APRI. Dia bersama 10 orang kawan
>> laki2nya selama 3 tahun di hutan.Tampangnya khas, dengan rokok yang hampir
>> tak pernah berhenti mengepul.Mungkin ini dulu dari saya Pak, saya sedang
>> menulis bab tentang perempuan, InsyaAllah kalau udah jadi, saya kirim.
>>
>> Salam hangat,
>> Reni Nur
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> ___________________________________________________________________________
>> Dapatkan nama yang Anda sukai!
>> Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
>> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
>>
>>
>>
>
> ------------------------------
> Nama baru untuk Anda!
> <http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/>
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan
> @rocketmail.
> Cepat sebelum diambil orang lain
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke