Ass.Wr.Wb. Memang sedih cerita Perang. Ambo mandanga carito sajonyo. Mamak ambo hilang baitu sajo, baliau wakatu itu Guru sakola, mandapek beasiswa ka bakirin ka Bulando, tapi kami indak tau dima kini baliau, indak ado kabanyo do. Mande baliau, wakatu baliau masih hiduik juo, mangecek ka ambao;" Lai waang cari mamak waang di Bulando itu Di (namo ambo dirumah)? Ambo jawek sajo;" Lah panek mananyo2 indak absuo do Nek" Ibo ambo ka Nenek tu, trauma, dek anak baliau nan suluang jo bungsu alias tungga babeleng, ilang indak tau rimbonyo. Kawan/murik ambo itu adao nan lah mantan Walkot Medan, jo Wagub sumbar. Bonusnyo ado pulo dapek di Enk ambo, yakni mauruih uang PENSIUN baliau, banyak abih pitihny untuak mauruih Pansiun. Pitih abih, wakatu abih, pansiun indak dapek, PENGALAMAN lai dapek, banyakkkkkk..... Kalau diGerman iko, sasudah PD II, lah panek, basusah2 diperkosa, dsb Sudah itu babangun dek mayoritas padusi2 cako, lah mulaiu makmur, Basuruah padusi2 itu kadapua baliak, dgn pomeo2 macam2. Kini ado himbauan feministin, tapi unsuanyo, bukan profemina, melainkan padusi patuah, gaji labiah murah, karajo labia jimek. (Ibo awak mancaliak kaum padusi, sasudah itu, dirumahtanggo jadi sekertaris pribadi pulo dek lakinyo.) Sayangi lah kaum padusi itu, iburumah tangga itu, karajo nan paling barek, gaji nan paliang murah, untuang sajo kalau anak2nyo mambaleh guno isuaknyo. Wassalam, Muljadi , German -------- Original-Nachricht -------- > Datum: Sat, 25 Oct 2008 08:51:09 +0700 > Von: Ade Zur <[EMAIL PROTECTED]> > An: [email protected] > Betreff: [EMAIL PROTECTED] Perempuan Minang saat PRRI, dan tindak kekerasan > ....
> > Ooohh luar biasa tindak kekerasan saat PRRI, saya dan keluargfa saya > mengalaminya.... Rumah gadang kami nan baukie itu, mereka jadikan asrama, > bayangkan sepatu2 baduri itu naik kaateh rumah nan umuonya lah tuo itu... > ndak > lamo satelah PRRI rumah gadang kami mulai rusak, didiang2nya alah > dipretelin.... Rumah gadang kami tuh dimukonyo ado balai2.... Kami di > Kecamatan > Talawi (kampuongnyo Mr Moh Yamin), waktu terjadi pengungsian besar2an dari > kabupaten Sawahlunto/Sijunjung larinya ka Talawi, ibu saya dan organisasinya > (Seksi G) yang menampung orang2 segitu banyaknya ... terutama makan, saya > masih terbayang ibu saya itu masak terus... yang dibantu ibu2 lainnya. Setelah > makan... umumnya mereka melanjutkan perjalanan ke pedalaman termasuk bapak > saya.... tinggalah ibu2nya... saya masih ingat ibu bupati tinggal dirumah > saya (bukan dirumah gadang)... tapi ibu bupati gak sanggup mengalami > tekanan2, karena sudah tua, akhirnya ibu itu kembali ke Sawahlunto bersama > anaknya > dengan membawa persediaan beras beberapa sumpik, mungkin akhirnya disusul > bapak bupati. Siapa yang tahan setelah pengungsian itu... tinggalah ibu2 > .... diteror terus oleh Tentara kami menyebutnya Tentara pusek/ tentara > sukarno... tiap malam mereka menembakkan senjatanya sehingga kami menggigil > dibuatnya .... bayangkan saja dekat rumah mereka memuntahkan pelurunya puluhan > kali (mitralyur.. apa tuh namanya). Disamping itu setiap hari mereka > berjalan sekitar runah kami, mengintimidasi, mengintai2, bertanya terus..dan > beberapa kali menggeledah rumah kami, cari bapak dengan gaya mengancam dan > kasar... Akhirnya kami tidak tahan pula terpaksa saya dengan ibu dan saudara2 > saya (2 kakak+2 adik), semua perempuan, gelap2 kami berjalan kaki, ada > pedati yang membawa barang2 kami seperlunya meninggalkan rumah, tapi kami ke > pedalaman, kami berjalan berdua2 agar tidak kentara oleh masyarakat > lainnya.... kami khawatir kalau msyarakt tau kami mengungsi... mereka juga > ikut > mengungsi secara rame2...... ternyata ditempat pengungsianpun kami tidak aman, > karena sdh diketahui T.pusek. Sekalai2 bapak datang, besoknya pasti banyak > tentara disekitar rumah pengungsian kami, sampai suatu ketika .... pagi2 > bapak saya dibangunkan banwa T.pusek alah masuok... karuan saja bapak saya > lari ke belakang rumah dan keseberang sungai ... eee ternyata mereka sudah > menunggu disitu..... Padahal kami siang hari selalu masuok rimbo, mancari > kayu... alah sanjo baru pulang.... Karano Bapak alah tatangkok dek T.Pusek, > kami babaliek pulang karumah.... dimulailah kekerasan "jilid duo" setelah > mengungsi, lebih rumit lagi. Tiap hari mereka datang mencari barang2 kantor > yang dulu dititipkan dirumah kami..... Untunglah ibu saya orang yang arif > bijaksana (bundo kanduong) di Talawi....bisa mengahdapinya, mereka datang > gentak2, marah2, geledah rumah.... ibu saya dengan tenang dan lemah lembut > bisa > mengadapinya. Semua barang2 itu dikembalikan ibu saya, dengan alasan itu > kan barang negara, ya harus dikembalikan ke negara...Tapi saya tidak sudi > ibu2 saya digentak mereka, saya lawan mereka, saya gentak pula... Tapi saya > tak gentar, saya lawan lagi, akhisrnya saya diancam mau diseret .. untunglah > inu saya bisa menenangkan kembali dengan lemah lembut bilang: "jangan > pak.. maklumlah anak2..anak saya itu takut" mereka bialh lagi "kok takut > kenapa > melawan" .... macam2 tindak kekerasan dan intimidasi yang dihadapi > perempuan saat itu...... terus berlanjut selama T.pusek menduduki wilayah > PRRI. > Bapak saya itu ketangkapa sama tentara pusek, dibawa ke Sawahlunto terus ke > Padang, selama beberapa bulan... sudah tidak ada beritanya sampai sekarang > .... kalo mati tidak tau kuburannyo, kalau hanyuik indak tahu muaronyo > ...... Perang sdr memang kejam... tindak kekerasan luara biasa tidak saja sama > perempuan tapi juga sama laki2..... Waktu di Jaman Belanda bapak saya pernah > ketangkap dan sudah ditodong pistol oleh Belanda.... Bapak saya sudah > pasrah kepa Allah SWT, akan tetapi sewaktu Bapak saya digeledah dan mereka > menemukan tanda bahwa Bapak saya seorang tokoh adat... penghulu suku Caniago > .... eee malah dibebaskan. Belanda menghargai tokoh adat/ masyarakat > adat.... tapi waktu pendudukuan Tpusek di PRRI.... justru mereka kalau bisa di > habisi.... termasuk tokoh agama. Begitulah........ sekelumit cerita tindak > kekerasan perang sdr. > > > Zoer'aini Djamal > > > > > Date: Fri, 24 Oct 2008 09:38:06 +0700From: [EMAIL PROTECTED]: > [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED] Email dari Reni ttg Perempuan > Minang saat PRRI---------- Forwarded message ----------From: Reni Nuryanti > <[EMAIL PROTECTED]>Date: Oct 22, 2008 5:54 PMSubject: Salam KenalTo: > [EMAIL PROTECTED]'alaikum Pak Abraham Ilyas..Salam kenal, saya > Reni Nuryanti yang menulis PEREMPUAN MINANGKABAU MASA PRRI. Saya membaca email > bapak ke Pak Jacky, yang terkirim ke saya.Betul, apa yang bapak tulis, > bahwa kekerasan terhadap perempuan memang ada yang dilakukan oleh OPR. Tetapi, > demikian juga oleh pihak APRI. Ini saya temukan di Solok, dimana APRI > menempati rumah2 istri tentara PRRI. Lain dengan apa yang terjadi di > Sumpurkudus. Disana mulai muncul istilah ganja batu dan ganja kayu yang > demikian > santer, setelah PRRI. Para perempuan itu tidak dinikahi APRI tetapi orang PRRI > sendiri yang sudah berkeluarga. Mereka banyak ditinggal begitu saja setelah > PRRI. Beda dengan di Bukit Batuah di Agam, salah seorang perempuan mengaku > pernah stress karena disekpa bermalam2 oleh OPR. Nah, dalam hal ini, saya > melihat bahwa tindak kekerasan ataupun memori kesedihan bagi perempuan di > Minangkabau, bukan hanya diakibat OPR, tetapi juga APRI dan APRI.Dalam hal > ini, agar lebih bijak, saya akan melihatnyadalam sudut pandang sosial, > militer, biologis serta psikologis. Oya pak, ada yang cukup mengagetkan bagi > saya. Ada seorang perempuan di dusun terpencil di Solok, namanya Rakana. > Dialah satu2nya perempuan yang menjadi tentara pelajar yang ikut berperang > melawan APRI. Dia bersama 10 orang kawan laki2nya selama 3 tahun di > hutan.Tampangnya khas, dengan rokok yang hampir tak pernah berhenti > mengepul.Mungkin > ini dulu dari saya Pak, saya sedang menulis bab tentang perempuan, InsyaAllah > kalau udah jadi, saya kirim.Salam hangat,Reni Nur -- Psssst! Schon vom neuen GMX MultiMessenger gehört? Der kann`s mit allen: http://www.gmx.net/de/go/multimessenger --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
