Ooohh luar biasa tindak kekerasan saat PRRI, saya dan keluargfa saya mengalaminya.... Rumah gadang kami nan baukie itu, mereka jadikan asrama, bayangkan sepatu2 baduri itu naik kaateh rumah nan umuonya lah tuo itu... ndak lamo satelah PRRI rumah gadang kami mulai rusak, didiang2nya alah dipretelin.... Rumah gadang kami tuh dimukonyo ado balai2.... Kami di Kecamatan Talawi (kampuongnyo Mr Moh Yamin), waktu terjadi pengungsian besar2an dari kabupaten Sawahlunto/Sijunjung larinya ka Talawi, ibu saya dan organisasinya (Seksi G) yang menampung orang2 segitu banyaknya ... terutama makan, saya masih terbayang ibu saya itu masak terus... yang dibantu ibu2 lainnya. Setelah makan... umumnya mereka melanjutkan perjalanan ke pedalaman termasuk bapak saya.... tinggalah ibu2nya... saya masih ingat ibu bupati tinggal dirumah saya (bukan dirumah gadang)... tapi ibu bupati gak sanggup mengalami tekanan2, karena sudah tua, akhirnya ibu itu kembali ke Sawahlunto bersama anaknya dengan membawa persediaan beras beberapa sumpik, mungkin akhirnya disusul bapak bupati. Siapa yang tahan setelah pengungsian itu... tinggalah ibu2 .... diteror terus oleh Tentara kami menyebutnya Tentara pusek/ tentara sukarno... tiap malam mereka menembakkan senjatanya sehingga kami menggigil dibuatnya .... bayangkan saja dekat rumah mereka memuntahkan pelurunya puluhan kali (mitralyur.. apa tuh namanya). Disamping itu setiap hari mereka berjalan sekitar runah kami, mengintimidasi, mengintai2, bertanya terus..dan beberapa kali menggeledah rumah kami, cari bapak dengan gaya mengancam dan kasar... Akhirnya kami tidak tahan pula terpaksa saya dengan ibu dan saudara2 saya (2 kakak+2 adik), semua perempuan, gelap2 kami berjalan kaki, ada pedati yang membawa barang2 kami seperlunya meninggalkan rumah, tapi kami ke pedalaman, kami berjalan berdua2 agar tidak kentara oleh masyarakat lainnya.... kami khawatir kalau msyarakt tau kami mengungsi... mereka juga ikut mengungsi secara rame2...... ternyata ditempat pengungsianpun kami tidak aman, karena sdh diketahui T.pusek. Sekalai2 bapak datang, besoknya pasti banyak tentara disekitar rumah pengungsian kami, sampai suatu ketika .... pagi2 bapak saya dibangunkan banwa T.pusek alah masuok... karuan saja bapak saya lari ke belakang rumah dan keseberang sungai ... eee ternyata mereka sudah menunggu disitu..... Padahal kami siang hari selalu masuok rimbo, mancari kayu... alah sanjo baru pulang.... Karano Bapak alah tatangkok dek T.Pusek, kami babaliek pulang karumah.... dimulailah kekerasan "jilid duo" setelah mengungsi, lebih rumit lagi. Tiap hari mereka datang mencari barang2 kantor yang dulu dititipkan dirumah kami..... Untunglah ibu saya orang yang arif bijaksana (bundo kanduong) di Talawi....bisa mengahdapinya, mereka datang gentak2, marah2, geledah rumah.... ibu saya dengan tenang dan lemah lembut bisa mengadapinya. Semua barang2 itu dikembalikan ibu saya, dengan alasan itu kan barang negara, ya harus dikembalikan ke negara...Tapi saya tidak sudi ibu2 saya digentak mereka, saya lawan mereka, saya gentak pula... Tapi saya tak gentar, saya lawan lagi, akhisrnya saya diancam mau diseret .. untunglah inu saya bisa menenangkan kembali dengan lemah lembut bilang: "jangan pak.. maklumlah anak2..anak saya itu takut" mereka bialh lagi "kok takut kenapa melawan" .... macam2 tindak kekerasan dan intimidasi yang dihadapi perempuan saat itu...... terus berlanjut selama T.pusek menduduki wilayah PRRI. Bapak saya itu ketangkapa sama tentara pusek, dibawa ke Sawahlunto terus ke Padang, selama beberapa bulan... sudah tidak ada beritanya sampai sekarang .... kalo mati tidak tau kuburannyo, kalau hanyuik indak tahu muaronyo ...... Perang sdr memang kejam... tindak kekerasan luara biasa tidak saja sama perempuan tapi juga sama laki2..... Waktu di Jaman Belanda bapak saya pernah ketangkap dan sudah ditodong pistol oleh Belanda.... Bapak saya sudah pasrah kepa Allah SWT, akan tetapi sewaktu Bapak saya digeledah dan mereka menemukan tanda bahwa Bapak saya seorang tokoh adat... penghulu suku Caniago .... eee malah dibebaskan. Belanda menghargai tokoh adat/ masyarakat adat.... tapi waktu pendudukuan Tpusek di PRRI.... justru mereka kalau bisa di habisi.... termasuk tokoh agama. Begitulah........ sekelumit cerita tindak kekerasan perang sdr. Zoer'aini Djamal
Date: Fri, 24 Oct 2008 09:38:06 +0700From: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED] Email dari Reni ttg Perempuan Minang saat PRRI---------- Forwarded message ----------From: Reni Nuryanti <[EMAIL PROTECTED]>Date: Oct 22, 2008 5:54 PMSubject: Salam KenalTo: [EMAIL PROTECTED]'alaikum Pak Abraham Ilyas..Salam kenal, saya Reni Nuryanti yang menulis PEREMPUAN MINANGKABAU MASA PRRI. Saya membaca email bapak ke Pak Jacky, yang terkirim ke saya.Betul, apa yang bapak tulis, bahwa kekerasan terhadap perempuan memang ada yang dilakukan oleh OPR. Tetapi, demikian juga oleh pihak APRI. Ini saya temukan di Solok, dimana APRI menempati rumah2 istri tentara PRRI. Lain dengan apa yang terjadi di Sumpurkudus. Disana mulai muncul istilah ganja batu dan ganja kayu yang demikian santer, setelah PRRI. Para perempuan itu tidak dinikahi APRI tetapi orang PRRI sendiri yang sudah berkeluarga. Mereka banyak ditinggal begitu saja setelah PRRI. Beda dengan di Bukit Batuah di Agam, salah seorang perempuan mengaku pernah stress karena disekpa bermalam2 oleh OPR. Nah, dalam hal ini, saya melihat bahwa tindak kekerasan ataupun memori kesedihan bagi perempuan di Minangkabau, bukan hanya diakibat OPR, tetapi juga APRI dan APRI.Dalam hal ini, agar lebih bijak, saya akan melihatnyadalam sudut pandang sosial, militer, biologis serta psikologis. Oya pak, ada yang cukup mengagetkan bagi saya. Ada seorang perempuan di dusun terpencil di Solok, namanya Rakana. Dialah satu2nya perempuan yang menjadi tentara pelajar yang ikut berperang melawan APRI. Dia bersama 10 orang kawan laki2nya selama 3 tahun di hutan.Tampangnya khas, dengan rokok yang hampir tak pernah berhenti mengepul.Mungkin ini dulu dari saya Pak, saya sedang menulis bab tentang perempuan, InsyaAllah kalau udah jadi, saya kirim.Salam hangat,Reni Nur _________________________________________________________________ Easily edit your photos like a pro with Photo Gallery. http://get.live.com/photogallery/overview --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
