Cerita Mamak Zur sungguh mengharukan, ambo sungguh bersimpati. 
Ambo lahir di zaman orde baru, dan tidak mengalami peristiwa PRRI. Namun ayah 
ambo yang mengalami PRRI selalu menceritakan kisah KEKEJAMAN tentara Sukarno di 
kampung nya.
Terdapat benang merah dari cerita ayah ambo dan mamak Zur, bahwa rezim Sukarno 
memang kejam (kontras dengan slogan yang mengagung-agungkan Sukarno : Bapak 
pemersatu Indonesia, penyambung lidah rakyat, dll) 
Nan ambo heran, banyak orang kini mengelu-elukan Sukarno. Mereka tidak memahami 
sejarah perang saudara, dan tidak tahu bagaimana peran Sukarno pada babak kelam 
tanah Minang. 

Wassalam
M. Gifari (L, 27 @tokyo)





--- On Sat, 10/25/08, Ade Zur <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Ade Zur <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Perempuan Minang saat PRRI, dan tindak kekerasan ....
To: [email protected]
Date: Saturday, October 25, 2008, 1:51 AM




#yiv1754468212 .hmmessage P
{
margin:0px;padding:0px;}
#yiv1754468212 {
FONT-SIZE:10pt;FONT-FAMILY:Tahoma;}

Ooohh luar biasa tindak kekerasan saat PRRI, saya dan keluargfa saya 
mengalaminya.... Rumah gadang kami nan baukie itu, mereka jadikan asrama, 
bayangkan sepatu2 baduri itu naik kaateh rumah nan umuonya lah tuo itu...  ndak 
lamo satelah PRRI rumah gadang kami mulai rusak, didiang2nya alah 
dipretelin.... Rumah gadang kami tuh dimukonyo ado balai2.... Kami di Kecamatan 
Talawi (kampuongnyo Mr Moh Yamin), waktu terjadi pengungsian besar2an dari 
kabupaten Sawahlunto/Sijunjung larinya ka Talawi, ibu saya dan organisasinya 
(Seksi G) yang menampung orang2 segitu banyaknya ... terutama makan, saya masih 
terbayang ibu saya itu masak terus... yang dibantu ibu2 lainnya. Setelah 
makan... umumnya mereka melanjutkan perjalanan ke pedalaman termasuk bapak 
saya.... tinggalah ibu2nya... saya masih ingat ibu bupati tinggal dirumah saya 
(bukan dirumah gadang)... tapi ibu bupati gak sanggup mengalami tekanan2, 
karena sudah tua, akhirnya ibu itu kembali ke Sawahlunto bersama
 anaknya dengan membawa persediaan beras beberapa sumpik, mungkin akhirnya 
disusul bapak bupati. Siapa yang tahan setelah pengungsian itu... tinggalah 
ibu2 .... diteror terus oleh Tentara kami menyebutnya Tentara pusek/ tentara 
sukarno... tiap malam mereka menembakkan senjatanya sehingga kami menggigil 
dibuatnya .... bayangkan saja dekat rumah mereka memuntahkan pelurunya puluhan 
kali (mitralyur.. apa tuh namanya). Disamping itu setiap hari mereka berjalan 
sekitar runah kami, mengintimidasi, mengintai2, bertanya terus..dan beberapa 
kali menggeledah rumah kami, cari bapak dengan gaya mengancam dan 
kasar... Akhirnya kami tidak tahan pula terpaksa saya dengan ibu dan saudara2 
saya (2 kakak+2 adik), semua perempuan, gelap2 kami berjalan kaki, ada pedati 
yang membawa barang2 kami seperlunya meninggalkan rumah, tapi kami ke 
pedalaman, kami berjalan berdua2 agar tidak kentara oleh masyarakat lainnya.... 
kami khawatir kalau msyarakt tau kami mengungsi... mereka
 juga ikut mengungsi secara rame2...... ternyata ditempat pengungsianpun kami 
tidak aman, karena sdh diketahui T.pusek. Sekalai2 bapak datang, besoknya pasti 
banyak tentara disekitar rumah pengungsian kami, sampai suatu ketika .... pagi2 
bapak saya dibangunkan banwa T.pusek alah  masuok... karuan saja bapak saya 
lari ke belakang rumah dan keseberang sungai ... eee ternyata mereka sudah 
menunggu disitu..... Padahal kami siang hari selalu masuok rimbo, mancari 
kayu... alah sanjo baru pulang.... Karano Bapak alah tatangkok dek T.Pusek, 
kami babaliek pulang karumah.... dimulailah kekerasan "jilid duo" setelah 
mengungsi, lebih rumit lagi. Tiap hari mereka datang mencari barang2 kantor 
yang dulu dititipkan dirumah kami..... Untunglah ibu saya orang yang arif 
bijaksana (bundo kanduong) di Talawi....bisa mengahdapinya, mereka datang 
gentak2, marah2, geledah rumah.... ibu saya dengan tenang dan lemah lembut bisa 
mengadapinya. Semua barang2 itu dikembalikan ibu
 saya, dengan alasan itu kan barang negara, ya harus dikembalikan ke 
negara....Tapi saya tidak sudi ibu2 saya digentak mereka, saya lawan mereka, 
saya gentak pula... Tapi saya tak gentar, saya lawan lagi, akhisrnya saya 
diancam mau diseret .. untunglah inu saya bisa menenangkan kembali dengan lemah 
lembut bilang: "jangan pak.. maklumlah anak2..anak saya itu takut" mereka bialh 
lagi "kok takut kenapa melawan" .... macam2 tindak kekerasan dan intimidasi 
yang dihadapi perempuan saat itu...... terus berlanjut selama T.pusek menduduki 
wilayah PRRI. Bapak saya itu ketangkapa sama tentara pusek, dibawa ke 
Sawahlunto terus ke Padang, selama beberapa bulan... sudah tidak ada beritanya 
sampai sekarang .... kalo mati tidak tau kuburannyo, kalau hanyuik indak tahu 
muaronyo ...... Perang sdr memang kejam... tindak kekerasan luara biasa tidak 
saja sama perempuan tapi juga sama laki2..... Waktu di Jaman Belanda bapak saya 
pernah ketangkap dan sudah ditodong pistol oleh
 Belanda.... Bapak saya sudah pasrah kepa Allah SWT, akan tetapi sewaktu Bapak 
saya digeledah dan mereka  menemukan tanda bahwa Bapak saya seorang tokoh 
adat... penghulu suku Caniago .... eee malah dibebaskan. Belanda menghargai 
tokoh adat/ masyarakat adat.... tapi waktu pendudukuan Tpusek di PRRI..... 
justru mereka kalau bisa di habisi.... termasuk tokoh agama. Begitulah......... 
sekelumit cerita tindak kekerasan perang sdr.

 

 

Zoer'aini Djamal








Date: Fri, 24 Oct 2008 09:38:06 +0700
From: [EMAIL PROTECTED]
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Email dari Reni ttg Perempuan Minang saat PRRI

---------- Forwarded message ----------
From: Reni Nuryanti <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Oct 22, 2008 5:54 PM
Subject: Salam Kenal
To: [EMAIL PROTECTED]

Assalamu'alaikum Pak Abraham Ilyas..

Salam kenal, saya Reni Nuryanti yang menulis PEREMPUAN MINANGKABAU MASA PRRI. 
Saya membaca email bapak ke Pak Jacky, yang terkirim ke saya.Betul, apa yang 
bapak tulis, bahwa kekerasan terhadap perempuan memang ada yang dilakukan oleh 
OPR. Tetapi, demikian juga oleh pihak APRI. Ini saya temukan di Solok, dimana 
APRI menempati rumah2 istri tentara PRRI. Lain dengan apa yang terjadi di 
Sumpurkudus. Disana mulai muncul istilah ganja batu dan ganja kayu yang 
demikian santer, setelah PRRI. Para perempuan itu tidak dinikahi APRI tetapi 
orang PRRI sendiri yang sudah berkeluarga. Mereka banyak ditinggal begitu saja 
setelah PRRI. Beda dengan di Bukit Batuah di Agam, salah seorang perempuan 
mengaku pernah stress karena disekpa bermalam2 oleh OPR. Nah, dalam hal ini, 
saya melihat bahwa tindak kekerasan ataupun memori kesedihan bagi perempuan di 
Minangkabau, bukan hanya diakibat OPR, tetapi juga APRI dan APRI.Dalam hal ini, 
agar lebih bijak, saya akan melihatnya
dalam sudut pandang sosial, militer, biologis serta psikologis. Oya pak, ada 
yang cukup mengagetkan bagi saya. Ada seorang perempuan di dusun terpencil di 
Solok, namanya Rakana. Dialah satu2nya perempuan yang menjadi tentara pelajar 
yang ikut berperang melawan APRI. Dia bersama 10 orang kawan laki2nya selama 3 
tahun di hutan.Tampangnya khas, dengan rokok yang hampir tak pernah berhenti 
mengepul.Mungkin ini dulu dari saya Pak, saya sedang menulis bab tentang 
perempuan, InsyaAllah kalau udah jadi, saya kirim.

Salam hangat,
Reni Nur



Enrich your blog with Windows Live Writer. Windows Live Writer


 





      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke