Kito juo mestinyo mamparatian dan melestarikan budaya dunsanak kito ditapi
samudra Hindia ko.
 
Senin, 17 November 2008 | 00:38 WIB 

Tuapeijat, Kompas - Pelestarian budaya Mentawai membutuhkan kerja sama semua
pihak. Selama ini, budaya Mentawai belum mendapatkan tempat yang layak
sehingga di sejumlah tempat budaya Mentawai semakin pudar.

Demikian disampaikan anggota Aliansi Masyarakat Adat Peduli Mentawai
(AMA-PM) Kabupaten Kepulauan Mentawai Celester Saguruwjuw, Sabtu (15/11),
saat pembukaan Pagelaran Budaya Mentawai 2008 yang diselenggarakan oleh
Yayasan Citra Mandiri (YCM) di Dusun Mapaddegat, Tuapeijat, Kabupaten
Kepulauan Mentawai.

"Budaya Mentawai tidak kurang dari budaya lain. Budaya itu mencerminkan
harga diri dan martabat orang Mentawai. Budaya Mentawai juga bisa menjadi
acuan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Namun, kapan itu akan
terjadi karena sekarang budaya Mentawai semakin tergusur?" kata Celester.

Dia menambahkan, sejumlah daerah di Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan
Pulau Pagai Selatan sudah kehilangan jejak budaya Mentawai. Sebagian dari
masyarakat bahkan tidak bisa mengenali lagi budaya asli mereka.

Direktur YCM Sandang Puruhum mengatakan, YCM berupaya mengembangkan budaya
Mentawai dengan mendirikan uma, rumah adat masyarakat Mentawai di
Mapaddegat. Mapaddegat adalah salah satu dusun di Pulau Sipora yang sudah
mulai kehilangan budaya asli Mentawai.

"Uma ini akan dikembangkan menjadi pusat pengembangan budaya Mentawai.
Secara berkala, kami akan menghadirkan guru-guru budaya dari Siberut, untuk
melatih aneka budaya Mentawai kepada masyarakat sekitar uma ini," ucap
Sandang.

Di Tuapeijat dan Pulau Sipora pada umumnya, serta di Pulau Pagai Utara dan
Pulau Pagai Selatan, bangunan uma sudah hilang. Uma masih tersisa di Pulau
Siberut saja.

"Selain sebagai tempat pelestarian budaya, sejumlah informasi dan literatur
tentang budaya Mentawai juga akan dikumpulkan dan diletakkan di uma ini.
Harapannya, masyarakat yang membutuhkan aneka literatur tentang budaya
Mentawai bisa mendapatkannya di uma ini," kata Sandang.

Pagelaran Budaya Mentawai 2008 diisi dengan aneka lomba, seperti festival
turuk langgai, lomba memasak, lomba panahan, dan pameran busana Mentawai.
Lomba-lomba itu diikuti puluhan masyarakat Mentawai dari berbagai daerah di
kabupaten itu.

Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet, mengakui keterbatasan
pemda untuk mengembangkan budaya Mentawai selama ini.

Dia berjanji akan menggelar aneka perlombaan serupa pada tahun 2009. Yudas
juga akan mendesakkan budaya Mentawai sebagai muatan lokal dalam kurikulum
di sekolah yang ada di kabupaten itu.

Sebelumnya diberitakan, hingga sembilan tahun setelah Kabupaten Kepulauan
Mentawai terbentuk, usulan memasukkan muatan lokal budaya Mentawai dalam
kurikulum pendidikan belum juga terealisasi. Usulan itu sudah dilontarkan
sejak enam tahun silam.

Selama ini, materi muatan lokal sekolah-sekolah di Mentawai diisi dengan
Budaya Alam Minangkabau. Padahal, budaya dan lingkungan masyarakat Mentawai
jauh berbeda dengan masyarakat Minangkabau. (ART)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11/17/00380588/pelestarian.budaya.ment
awai.masih.minim


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke