Ralat tertulis AMJ Aziz, seharusnya Amir Jendral Andi Muhammad Jusuf Amir
ashabul nuzul, kunjungan undangan ke AS Kunjungan pertama, Mei 1982 dibatalkan karena surat Presiden RI tidak dapat diterima Wapres. Kunjungan kedua, Juli 1982 diterima Presiden Ronald Reagan di Oval Room, di luar dugaan Presiden Reagan memanggil Wapres George Bush, Sr untuk hadir di ruang kerja Presiden itu. Hal 390-393 Pergantian jabatan, pengumuman Kabinet Pembangunan IV, Maret 1983. M Jusuf diangkat sebagai Pejabat B P K. ... Satu menit kemudian, Si Kolonel yang menjadi Atase Pertahanan AS sudah tersambung telepon. Meskipun hari Sabtu rupanya ia masih masuk kantor. Setelah berbasa-basi selama satu menit, akhirnya Jendral M. Jusuf bertanya dalam bahasa Inggris, "What do you want from me, before I leave this office?" Apa yang kamu mau sebelum saya meninggalkan jabatan ini ? Diujung telepon si Kolonel berpikir sebentar, kemudian dengan ragu ia bertanya apakah ia boleh meminta kenang-kenangan berupa tongkat komando Menhankam/ Pangab ? Jendral Jusuf tertawa. "Okay. No problem. You just come to my office next week, and I will give it to you." hal 401 Jendral M. Yusuf, Panglima Prajurit. Sumarkidjo, Atmadji Kata Hasta Pustaka, 2006 Wallahu 'alam B. A U G I augispot.blogspot.com On 12/27/08, Augi Jusri Djalaluddin <[email protected]> wrote: > Asslm.Wr.Wb. > Adat basandi syarak dan syarak basandi kitabullah > Adat bersendi syariat dan syariat bersendi kitabullah. > Semangat Imam Bonjol dan dilanjutkan oleh Buya Hamka. Selaras dengan > Piagam Jakarta pada pembukaan UUD 45, selaras pula dengan semangat > konstituante sebelum dihentikan oleh Dekrit Presiden 1959, Demokrasi > Terpimpin. > > Perang Padri dan Mataram Diponegoro, dipatahkan bertahap oleh > Protestan Kompeni. Bila Imam Bonjol, Diponegoro dan tokoh > Makasar+Gorontalo mempunyai sarana internet, berkomunikasi dan > bertahan untuk melawan perdamaian sektoral karena kompeni terbatas > personil dan logistiknya. > > Sistem benteng yang mempersempit ruang gerak Pasukan Padri dan Pasukan > Mataram mudah dihantam serentak di daerah, sementara Pasukan Bugis > langsung masuk ke Batavia memutuskan komando dan suplai amunisi > kompeni. Tidak akan mudah kompeni semena-mena menjajah. > > Memoriam > Jendral Andi Muhammad Jusuf Aziz, saat menyerahkan tongkat komandonya > pada Atase Militer US di Jakarta, sesudah menolak menyerahkan Surat > Presiden RI pada Wapres George Bush Sr, di Washington DC. > > Menyambut Hijrah > "Janganlah takut dan bersedih hati, sesungguhnya Allah SWT bersama > kita " Sabda Rasulullah SAW pada Abu Bakar As Siddiq r.a. Saat dalam > gua terkepung Kafir Quresh perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah. > > Semoga berguna > Wallahu Alam B. > A U G I > augispot.blogspot.com. > > On 12/26/08, Abraham Ilyas <[email protected]> wrote: >> *1...Dalam bidang mental, hal ini terkait dengan kenyataan bahwa doktrin >> adat basandi syarak syarak basandi Kitabullah (ABS SBK) yang telah >> dinyatakan sebagai jatidiri Minangkabau ternyata adalah kebijakan Tuanku >> Imam Bonjol pada tahun 1832, setelah menyadari bahwa praktek kekerasan >> Paderi sebelum itu tidak sesuai dengan ajaran Islam yang benar.* >> >> *2....Suatu hal yang selama ini kurang difahami adalah kenyataan bahwa >> tidak >> ada suatu struktur komando terpusat dari para tuanku dalam gerakan Paderi. >> Oleh karena itu setiap tuanku dapat mempunyai kebijakan sendiri dalam >> daerah >> pengaruhnya, berbeda dengan kebijakan para tuanku lainnya.* >> >> Dt. Endang yth. >> >> Menurut pengakuannya Ir. Mangaraja Onggang Parlindungan (MOP), dirinya >> penganut Islam bermazhab Hambali, sedangkan bapaknya seorang pendeta agama >> Kristen yang bernama St. Martua Raja (pernah menjadi ketua Chuo Sangi Kai >> Sumatra Timur di Pematang Siantar). Ir. MOP bukan jamaah Ahmadiyah. >> Setelah mengenal dari dekat, Buya Hamka berkesimpulan: "..saya sendiri >> mendapat kesan bahwa mungkin dalam pengetahuan sejarah luas pengalaman >> Parlindungan, namun dalam hal agama Islam rupanya baru belajar." (antara >> Fakta dan Khayal Tuanku Rao hal. 18) >> >> Dari kesimpulan angka 1 dan 2 di atas, ambo mendapek gambaran bahwa perang >> Padri (1821 - 1837) berbeda penyebab dan caranya dengan perang Diponegoro >> atau perang Jawa (1825 - 1830 yang memiliki komando terpusat). >> Kedua perang ini terjadi dalam waktu bersamaan. >> Perlawanan Padri tidak memiliki struktur komando terpusat untuk seluruh >> alam >> Minangkabau. >> Perang Padri dimulai dengan perang batu antar pendukung sistim adat >> (dipimpin oleh para pangulu) dengan pendukung sistim islam Wahabi >> (dipimpin >> oleh para Tuanku), yang kemudian ditunggangi oleh Belanda. >> >> "Islam politik wahabi" melegalisir sistim kekalifahan/amir, di lain pihak >> apabila Tuanku imam itu seorang penganut tarekat maka hal ini akan menjadi >> dilemma tersendiri untuk beliau sebagai pemimpin perang. >> Dari sini bisa dipahami mengapa perang Padri lebih lama terjadi dari >> perang >> Diponegoro. >> >> *Ambo raso iko memang sudah merupakan ciri khas budaya Minangkabau nan >> barajo surang (dalam pengertian positif lho !). >> Tidak pernah ada "raja" dan tidak pula ada "kawula" Minangkabau seperti >> yang >> ada di daerah lainnya. >> Khusus untuk anak-kamanakan kito nan kini alah manjadi orang Indonesia, >> perlu diingatkan bahwa budaya Minang tidak mengenal istilah "wong cilik" >> ataupun "kawula muda". * >> >> Menurut ambo hal ini telah sesuai dengan adagium adat: luak bapangulu >> (musyawarah para kamanakan di dalam komunitas), rantau barajo (para kawula >> yang diperintah). >> Hanya kesamaan nasib yang dapat dan bisa menyatukan/marapek-alam >> orang-orang >> Minangkabau di dalam berbagai perlawanan/perang terhadap kekuasaan asing >> ataupun mungkin menghadapi berbagai permasalahan lainnya masa kini dan di >> masa-masa yad. >> >> Perang Silungkang (perang ini berlangsung pula di luar nagari Silungkang), >> perang Batipuah (perang ini berlangsung pula di luar nagari Batipuah), >> perang Kamang (perang ini berlangsung pula di luar nagari Kamang), bahkan >> perlawanan PRRI sangat dipengaruhi oleh keikutsertaan masing-masing >> komunitas lokal (sebut saja: nagari, di mana saat itu setiap walinagari >> membubuhkan stempelnya pada uang kertas yang beredar sebagai tanda >> keikutsertaan komunitasnya dalam perlawanan). >> >> Bukti stempel di atas uang kertas merupakan dokumen resmi yang sangat >> jelas >> dan sangat mudah diketahui oleh musuh dibandingkan dokumen-dokumen >> lainnya. >> Seolah-olah setiap walinagari ingin menyatakan, inilah nagari kami, ikut >> dalam peperangan ini. >> saat itu tidak ada terbentuk walinagari-pusat yang berlawanan dengan >> walinagari asli/prri. >> Ketika PRRI kalah dari tentara Pusat/Rezim Soekarno, barulah diadakan >> istilah "tepatan Walinagari" sebagi pengganti walinagari asli. >> Begitupun dalam sebutan piagam *marapek-alam* tidak hanya terjadi di >> bukik *Marapalam >> *yang berada beberapa ratus meter jaraknya dari Bukik Tajadi, tapi ado >> pulo >> puncak yang banamo Marapalam letaknya di perbatasan Lintau dengan nagari >> Tanjuang-Sungayang (sering pula disebut sebagai puncak Pato). >> >> Di lokasi ini tg 12 April 1821 terjadi pertempuran besar yang melibatkan >> lk. >> 12.000 kaum adat/dibantu Belanda >> dengan dubalang Padri pengikut Tuanku Lintau.) lihat: >> http://td73.nagari.org/cc.html >> >> Yang menjadi pertanyaan, - apakah Marapalam itu, nama yang diberikan >> sesudah >> perang Padri untuk mengukuhkan kalimat perdamaian: adat basandi syarak, >> syarak basandi adat, adat jo syarak sanda-basanda ? >> Pernah pula terbaca dalam milis ini beberapa waktu yang lalu bahwa puncak >> Marapalam itu terdapat pula di Luak 50 Koto. >> >> Catatan: Istilah ABS-SBA serta adat jo syarak sanda-basanda, adalah >> kalimat-kalimat tentang adat nan diberitahukan oleh ibu ambo wakatu >> anak-anak dulu. >> >> Wa allohu 'aklamu bish showab. >> >> Wassalam >> Abraham Ilyas, 63 >> www.nagari.org dan www.nagari.or.id >> >> >> >> > > -- > Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com > -- Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
