Jepe, Ini ada sisi lain dari iklan

Kato urang rumah ambo nan dulu waktu kuliah maambiak marketing sebagai minor
subjects. ada kecenderungan bahwa Iklan bukan untuk diterjemahkan, karena
iklan adalah bisnis dari pembuat iklan.

Nah bingung, kan?

Tapi inyo maagiah contoh bantuak iko. Di sepanjang jalan tol, banyak iklan
partai atau caleg atau calon2 lainnya.

Logika sederhana saja, siapa yang sempat memperhatikan iklan tersebut, kan
di tol orang2 ngebut, atau kalau tidak - yang lebih sering lagi - berpikir
keras mencari celah atau berusaha bersabar karena jalan tol nya justru macet
... (kita memang agak beda dengan - katanya di LN - dimana di highway,
apalagi jalan tol yang katanya malah tidak boleh ada iklan).

Yang labiah parah, di sepanjang jalan dari pintu tol sampai pintu komplek
ambo. Indak ado lai tiang listrik atau telpon, atau pohon yang bebas dari
tempelan iklan: iklan partai, iklan pilkada, iklan ganti jok, iklan
badut-sulap, iklan sedot wc. Semuanya bertumpuk2

Nah, kapan orang bisa membaca, apalagi memikirkan, dan "memutuskan sesuatu
dari" iklan2 tersebut? Jadi siapa yang paling mendapatkan manfaat dari
iklan? Pemasang iklan, pembaca iklan, atau? Yang pasti pembuat iklannya ...

Secara umum, pembuat iklan haruslah orang yang luar biasa hebat (iya donk,
kalau ga, orang ga terpengaruh). Saking hebatnya, kita sering tidak sadar
itu sebuah iklan. Atau - seperti pertanyaan saya 2x kemaren di RN ini
tentang nan sadang berlangsung di kampuang awak: "Sebetulnya siapa yang
beriklan, dan siapa yang jadi bintang iklan?"

He he,

Riri
BEkasi, l 46




2009/1/24 jupardi andi <[email protected]>

>              *Sanak sapalanta RN, ini sekedar tulisan ringan akhir pecan,
> kata OrDap silahkan saja dilapeh Bung Jepe ke Palanta jika memang original
> karya sendiri, sinyal dari OrDap RN ya sedikit saya memberanikan diri
> "malapeh" segala tulisan ringan saya ke Palanta ini diantara diskusi
> sanak-sanak dalam ber minang-minang. Khusus buat Herr Muljadi yang
> kedinginan di Jerman tentu sering mengopi dalam cuaca yang menusuk tulang,
> baa Pak Mul..paralu ndak ambo kirim Kopi Tongkat Ali ko dari pelabuhan
> Sungai Siak ka Pelabuhan Hannover.*
>
> * *
>
> *Have a nice week end*
>
>
> **
>
> *Wass-Jepe*
>
> *------------------------*
>
> * *
>
> * *
>
> * *
>
> *1 MINUM, 2 YANG MENIKMATI*
>
> *By :  Jepe  *
>
> * *
>
>
>
> Tulisan kali ini sebuah joke ringan diakhir pekan saja
>
> Sekitar jam 10.00 tadi saya sempat mampir disebuah warung kopi di Duri
>
> Didalam warung tersebut, mata saya tertumbuk pada sebuah poster
>
> Berukuran cukup besar menempel di dinding warung tersebut.
>
>
>
> Poster iklan yang cukup menggelitik, produk minuman
>
> Yaitu : Kopi Tongkat Ali.
>
>
>
> Poster tersebut  digambarkan seorang pasangan usia paro baya (mungkin suami
> istri)
>
> Duduk diatas taburan biji kopi mentah,  berpelukan mesra.
>
> Keduanya saling menatap dan senyum pernuh arti
>
> Lalu didepan mereka secangkir kopi panas
>
> Ditadah cangkir keramik tersebut tergeletak sepotong ginseng
>
>
>
> Poster ini berlatar belakang kehijauan hutan dengan pohon yang
> tinggi-tinggi
>
>
>
> Lalu apa yang menarik dari poster iklan ini , pasangan yang tersenyum
> mesra..kah
>
> Bukan….. gambar mereka berdua ini tentunya sangat penting jika kita membaca
>
> Ungkapan kalimat iklan tersebut..ini dia kalimat ungkapan tersebut
>
>
>
> Saya tulis huruf dan warna kata-kata tersebut sesuai dengan Poster Iklan
> Kopi Tongkat Ali tersebut  :
>
>
>
> *Kopi Tongkat Ali*
>
> * *
>
> *1 MINUM*
>
> *2 YANG MENIKMATI…*
>
> * *
>
> Anda bisa menterjemahkan secara terjun bebas arti ungkapan iklan kopi ini…?
>
> Sepertinya saya punya firasat anda yang membaca tulisan saya ini
>
> "Jepe elu aja yang terjemahin mau terjun bebas, loncat bebas, terjun batu
> terserah elu aja deh….."
>
>
>
> Oke..kalau itu yang diminta (nggak pun punya firasat..saya aja yang gatal
> kali ya
>
> Untuk menterjemahkan ungkapan diatas..he..he..)
>
>
>
> Versi saya dalam menterjemahkan ungkapan kalimat merah kuning tersebut
> adalah:
>
>
>
> Yang pasti diwarung kopi tersebut ketika saya minum secangkir kopi tongkat
> ali
>
> Ya…hanya saya seorang ( 1/satu) yang menikmatinya….
>
>
>
> Entah jika nanti saya dari Duri pulang ke Pekanbaru..dan bertemu…………
>
> Cukup sampai disini…..terjemahan setengah terjun bebas saya..
>
>
>
> Jika anda punya terjemahan setengah terjun bebas lagi ya silahkan saja
>
>
>
> Salam-Jepe
>
>
>
>
>
> ------------------------------
> Apakah wajar artis ikut Pemilu?
> Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke