Da Riri dan sanak sa Palanta Ha..ha menarik ulasannya...saya hanya sekedar melemparkan sesuatu mudah2an menarik permasalahan menjadi beda kenapa saya bisa menterjemahkan setengah terjun bebas lha wong dalam perjalanan Da 8 jam, ya rehat sejenak di warung kopi..tentu mata dan pikiran saya yang istilah da Riri "complicated" menjadi sesuatu yang menggelitik...anyway..menarik apa yang Uda sampaikan...hal2..kecil remeh temeh di jalan contoh iklan sedot wc partai dll saya pikir begitulah negara kita dengan segala fenomena sosialnya.
Emang si Da, waktu saya ke Jakarta Oktober yang lampau, nggak luput juga dari perhatian saya tiang2 listrik serta fasilitas umumnya ditempeli berbagai iklan dan promosi..disamping iklan, poster, spanduk caleg..tentu menarik juga saya perhatikan seperti terima sedot wc, wc mampet, service kulkas, tv, radio, mesin cuci..macam2 lah..tu terima pijit..bisa dipanggil kerumah..saya pikir Da ini akibat kemajuan jaman dengan teknologi komunikasi seluler (nir kabel)..makanya lebih efektif iklan tersebut cukup menyamtumkan no hape, yang baca nggak repo2 lagi jika perlu tinggal hubungi no tersebut, coba jaman sebelum ada hape..nggak rame seperti ini tempel menempel iklan di tiang listrik, telepon dan fasilitas umum lainnya. Ada yang menarik pengalaman saya tentang sedot WC mampet ini, ketika nggak ada masalah di WC rumah saya dulu, iklan tersebut sering saya baca secara iseng di tiang listrik di pekanbaru...nah ketika WC dirumah mampet..saya kelabakan...dan saya sangat membutuhkan, akhirnya saya coba telurusi lagi dimana tiang listrik atau pohon besar dijalan yang pasang Iklan WC mapet itu, akhirnya setelah mutar2 ketemu, lansung bel hape penyedia jasa WC mapet tersebut. efektif sekali beberapa menit setelah di hape mereka datang, lalu cek sejenak masalahnya singkat cerita mereka balik membawa peralatan untuk mengatasi WC saya yang mampet...masalah selesai...kanai Rp 125.000,-...ini sangat melegakan sekali jadinya bukan apa2 semenjak macet WC setiap pagi saya dan anak2 terpaksa rebutan di WC kamar utama saya...kadang2 saking nggak tahan lagi.,,,anak saya terpaksa berlari-lari terbirit-birit ke depan menumpang ke WC rumah kakak Istri saya yang di depan rumah saya. Jadi..cukup efektifkan iklan para penyedia jasa WC mampet..nggak tahu deh..kalo Iklan partai dan caleg di tiang listrik, telepon dan tempat umum lainnya baik secara kuantitas dan kualitas tentu semakin tinggi menjelang 9 April 2009..apa efektif untuk mempengaruhi pemilih... Wass-Jepe ________________________________ Dari: Riri Chaidir <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Sabtu, 24 Januari, 2009 11:14:56 Topik: [...@ntau-net] Re: 1 MINUM..2 YANG MENIKMATI......By : Jepe Jepe, Ini ada sisi lain dari iklan Kato urang rumah ambo nan dulu waktu kuliah maambiak marketing sebagai minor subjects. ada kecenderungan bahwa Iklan bukan untuk diterjemahkan, karena iklan adalah bisnis dari pembuat iklan. Nah bingung, kan? Tapi inyo maagiah contoh bantuak iko. Di sepanjang jalan tol, banyak iklan partai atau caleg atau calon2 lainnya. Logika sederhana saja, siapa yang sempat memperhatikan iklan tersebut, kan di tol orang2 ngebut, atau kalau tidak - yang lebih sering lagi - berpikir keras mencari celah atau berusaha bersabar karena jalan tol nya justru macet ... (kita memang agak beda dengan - katanya di LN - dimana di highway, apalagi jalan tol yang katanya malah tidak boleh ada iklan). Yang labiah parah, di sepanjang jalan dari pintu tol sampai pintu komplek ambo. Indak ado lai tiang listrik atau telpon, atau pohon yang bebas dari tempelan iklan: iklan partai, iklan pilkada, iklan ganti jok, iklan badut-sulap, iklan sedot wc. Semuanya bertumpuk2 Nah, kapan orang bisa membaca, apalagi memikirkan, dan "memutuskan sesuatu dari" iklan2 tersebut? Jadi siapa yang paling mendapatkan manfaat dari iklan? Pemasang iklan, pembaca iklan, atau? Yang pasti pembuat iklannya ... Secara umum, pembuat iklan haruslah orang yang luar biasa hebat (iya donk, kalau ga, orang ga terpengaruh). Saking hebatnya, kita sering tidak sadar itu sebuah iklan. Atau - seperti pertanyaan saya 2x kemaren di RN ini tentang nan sadang berlangsung di kampuang awak: "Sebetulnya siapa yang beriklan, dan siapa yang jadi bintang iklan?" He he, Riri BEkasi, l 46 2009/1/24 jupardi andi <[email protected]> Sanak sapalanta RN, ini sekedar tulisan ringan akhir pecan, kata OrDap silahkan saja dilapeh Bung Jepe ke Palanta jika memang original karya sendiri, sinyal dari OrDap RN ya sedikit saya memberanikan diri "malapeh" segala tulisan ringan saya ke Palanta ini diantara diskusi sanak-sanak dalam ber minang-minang. Khusus buat Herr Muljadi yang kedinginan di Jerman tentu sering mengopi dalam cuaca yang menusuk tulang, baa Pak Mul..paralu ndak ambo kirim Kopi Tongkat Ali ko dari pelabuhan Sungai Siak ka Pelabuhan Hannover. Have a nice week end Wass-Jepe ------------------------ 1 MINUM, 2 YANG MENIKMATI By : Jepe Tulisan kali ini sebuah joke ringan diakhir pekan saja Sekitar jam 10.00 tadi saya sempat mampir disebuah warung kopi di Duri Didalam warung tersebut, mata saya tertumbuk pada sebuah poster Berukuran cukup besar menempel di dinding warung tersebut. Poster iklan yang cukup menggelitik, produk minuman Yaitu : Kopi Tongkat Ali. Poster tersebut digambarkan seorang pasangan usia paro baya (mungkin suami istri) Duduk diatas taburan biji kopi mentah, berpelukan mesra. Keduanya saling menatap dan senyum pernuh arti Lalu didepan mereka secangkir kopi panas Ditadah cangkir keramik tersebut tergeletak sepotong ginseng Poster ini berlatar belakang kehijauan hutan dengan pohon yang tinggi-tinggi Lalu apa yang menarik dari poster iklan ini , pasangan yang tersenyum mesra..kah Bukan….. gambar mereka berdua ini tentunya sangat penting jika kita membaca Ungkapan kalimat iklan tersebut..ini dia kalimat ungkapan tersebut Saya tulis huruf dan warna kata-kata tersebut sesuai dengan Poster Iklan Kopi Tongkat Ali tersebut : Kopi Tongkat Ali 1 MINUM 2 YANG MENIKMATI… Anda bisa menterjemahkan secara terjun bebas arti ungkapan iklan kopi ini…? Sepertinya saya punya firasat anda yang membaca tulisan saya ini "Jepe elu aja yang terjemahin mau terjun bebas, loncat bebas, terjun batu terserah elu aja deh….." Oke..kalau itu yang diminta (nggak pun punya firasat..saya aja yang gatal kali ya Untuk menterjemahkan ungkapan diatas..he..he..) Versi saya dalam menterjemahkan ungkapan kalimat merah kuning tersebut adalah: Yang pasti diwarung kopi tersebut ketika saya minum secangkir kopi tongkat ali Ya…hanya saya seorang ( 1/satu) yang menikmatinya…. Entah jika nanti saya dari Duri pulang ke Pekanbaru..dan bertemu………… Cukup sampai disini…..terjemahan setengah terjun bebas saya.. Jika anda punya terjemahan setengah terjun bebas lagi ya silahkan saja Salam-Jepe ________________________________ Apakah wajar artis ikut Pemilu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! ___________________________________________________________________________ Dapatkan nama yang Anda sukai! Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
