Ikutan dikit tentang RMP

Ini hanya berdasarkan pengamatan dilapangan saya yang suka berkeliling-keliling 
dalam bertugas, saya hanya melihat RMP ditingkat menengah kebawah, saya pikir 
tetap masakan kita mendominasi, ini nggak lebih nggak kurang selera masakan 
kita begitu Pas dilidah hampir semua suku di Nusantara apalagi Indonesia 
mayoritas Islam, contoh jika ada teman saya orang sunda dan jawa satu 
perjalanan dengan saya, mereka nggak ngotot harus riumah makan sunda atau jawa 
untuk makan diperjalanan seperti "Kerbau kena cocok idung dengan tali saja" 
mereka ngikut jika saya ajak ke RMP alias nggak ada protes malah kadang2 mereka 
yang "protes" ke saya...di rumah makan minang saja Jepe !!!

Disamping rasanya mengundang selera, bahkan dengan gulai cubadak saja orang2 
pada bisa makan bertambuh..coba bayangkan sama masakan sunda apa bisa makan 
sama sayur lodeh doang..he..he artinya...ditingkat masyarakat kebanyakan 
RMP..ya nggak ada matinya, nah jika dikelas atas Rumah Makan ini memang RMP 
punya saingan yang sangat ketat terutama di Masakan Sunda yang rata-rata 
bermain di Restoran atau Rumah Makan kelas Atas begitu juga sea food ala 
Cina/Mandarin..ini tentu yang berbicara banyak RMP kita bagaimana manajemen 
yang berkualitas dalam menarik pengunjung kelas atas agar bersaing dengan rumah 
makan kelas atas lainnya dari suku lain, 

Tapi jika bicara pangsa pasar yang terbuka lebar ditingkat masyarakat 
kebanyakan saya sedikit bisa memastikan bahwa RMP kita masih mendominasi dan 
saya perjaya bgitiu, lihat saja dikota2 besar jika istirahat siang begitu ramai 
karyawan di RMP kelas menengah kebawah ini dengan harga sekali makan Rp 8.000 
s/d Rp 15.000 sudah mendapatkan cita rasa masakan Minang yang khas dan 
ibaratnya makan kenyang, enak murmer tapi itu tadi bersih sedikit harus 
dipertanyakan RMP kebanyakan ini..memang masih kurang saya lihat...basalemak 
peak sajo..aneh juga kadang2 walau kelihatan sedikit kurang bersih ya ada 
"jorok-joroknya" dikit RMP kebanyakan ini terutama di pasar-pasar 
tradisional..tapi nan urang catuak cantang..cepak cepong sajo makan sambia kaki 
diangkek...ini nggak lebih nggak kurang jika saya perhatikan MEMANG MASAKAN 
MINANG ENAK, BERSELERA..NGGAK ADA MATINYA..DAN DISUKAI SERTA DITERIMA LIDAH 
OLEH SUKU-SUKU LAIN.

Demikian saja ya..dari saya

Wass-Jepe




________________________________
Dari: Hifni H.Nizhamul <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sabtu, 24 Januari, 2009 11:54:52
Topik: [...@ntau-net] Re: Dominasi Rumah Makan Padang di Medan Berakhir


Salam dusanak kasadonyo,


Mudah-mudahan tidak terlambat ambo sedikit memberi informasi, bahwasanya kurang 
lebih 10 tahun yang lalu sudah ada asosiasi Rumah Makan Minang ini. Kalau tidak 
salah waktu di gerakkan oleh Bapak Muslim Kasim - waktu itu beliau masih 
menjadi kepala Dolog  di Bali, yang kemudian menjadi Bupati Padang Pariaman. 
Beliau ini sangat aktif menggerakkan asosiasi Rumah Makan Minang ini, karena 
beliau juga pemilik beberapa buah Rumah Makan Minang. Entah mungkin beliau 
memiliki kesibukan sebagai birokrat sehingga akhirnya beliau melepaskan rumah 
makan miliknya itu.  Mungkin ada baiknya  sanak-sanak mencari informasi 
kebenaran  ini kepada Bapak Muslim  Kasim itu.

Sebenarnya kuliner kita tidak melulu dapat menurunkan kesehatan, memang 
diperlukan kreativitas dari  para juru masak  untuk menampilkan citera  masakan 
kita yang tidak  mengandung  kolestorel tinggi.

Yang menggelitik hati saya dan mengundang protes tanpa ada yang menanggapi 
adalah  di Jakarta muncul  " RUMAH MAKAN AMPERA" . Pada nasi ampera dulunya 
adalah diciterakan kepada rumah makan padang yang kecil -kecil yang harga murah 
meriah. Sekarang nama RUMAH MAKAN AMPERA itu sudah menyaingi " Restoran 
Sederhana". 

Perhatikan pula citera mie Instan " Indomie " yang menampilkan citera rasa khas 
Rendang Medan. 

Jadi memang kita harus berupaya jangan sampai " orang minang " yang terampil 
memasak sirna oleh pengaruh zaman.
Berikut ini ada sebuah artikel yang menarik dibaca oleh sanak-sanak pada akhit 
pekan ini. Ingat... dan ingat.. Restoran Minanglah yang pertama menghidangkan 
masakannya dengan  cara cepat saji dan display yang jelas. Tinggal pilih mana 
yang engkau suka.


Go international for Minang’s RestaurantEdit 
By ~padusi~ 0 Comments 
 Categories: MASAKAN MINANG and Ranah Padusi 
Tags: budaya, kuliner

  Ada yang menduga, ketika Neil Amstrong mendarat di bulan, ternyata telah ada 
Restoran Minang disana. Demikian
orang menyebut, ketika restoran ini menyebar seantero dunia. Di negara
manapun tersedia masakan Minang atau masakan Padang. Restoran Minang
merupakan restoran siap saji dengan display yang jelas. Pengunjung tidak perlu 
menunggu pesanan terlalu lama untuk
menikmati hidangan yang tersedia. 

Silahkan mencicipi semua masakan
walaupun hanya sekedar “kuah”. Karenanya aku pernah membual kepada
orang yang merendahkan atau meremhkan nasi bungkus padang itu. Mereka lupa 
bahwa tidak
ada satu negeripun atau negarapun yang melakukan penyajian seperti ini.
Makanya ketika aku mengikuti rapat interdep pada Instansi Pemerintah di jalan 
yang bergengsi di kota Jakarta, aku
berani menyampaikan bahwa Restoran Minang telah masuk dalam kurikulum sekolah 
perhotelan yang terkenal di Zurich - Swiss - Eropa. 
" Oh ya....
" Mengapa
demikian ? Karena siap saji.. display jelas, kataku. 
Pendengarnya para peserta rapat itu
menggut-manggut. Aku tertawa dalam hati. "Hemmmm... rasain.. kutipu kau..??? 
he.. he... Bohong dikit demi membela kapuang ndak apalah. 
Yaa … bagaimana tidak. Aku harus membela kuliner yang berasal dari ranahku ini. 
Ketika
itu mereka menyebut bahwa makan nasi Padang adalah masakan untuk orang
kebanyakan alias rakyat. Hemmm… kadang-kadang benar juga sih. Coba anda 
bayangkan jika jajan di seputar jalan Sabang - pasti yang dicari adalah 
restoran Minang.



Wassalam


 3vy Nizhamul 

http://hyvny.wordpress.com
http://bundokanduang.wordpress.com



 



--- On Fri, 1/23/09, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> wrote:

From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Dominasi Rumah Makan Padang di Medan Berakhir
To: [email protected]
Cc: "Warni DARWIS" <[email protected]>
Date: Friday, January 23, 2009, 11:22 PM


Waalaikumsalam w.w. Pak Tasril Moeis dan para sanak sa palanta,
 
Satuju sekali. Dima dan bilo kito adokan ? Apo paralu diundang tokoh-tokoh RMP 
nan lain ? Apo indak sarancaknyo sakalian didorong tabantuaknyo Asosiasi Rumah 
Makan Padang (ARMP?) untuak manampuang dan mangolah kritik para langganan, 
sarato manyapakati rencana untuak maso datang ?


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]



--- On Sat, 1/24/09, Tasril Moeis <[email protected]> wrote:


From: Tasril Moeis <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Dominasi Rumah Makan Padang di Medan Berakhir
To: [email protected]
Date: Saturday, January 24, 2009, 10:04 AM


 
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Da Saaf jo dumsanak sapalanta,
Kalau memang paralu ado Pak Gindo Ichan (H.. Nursal st. Bagindo) pemilik 
Simpang Raya nan bisa wak ajak ma ota2 tantang hal iko, kebetulan baliau ko 
konco arek pulo jo Da Muchtar Naim. Baa kiro2?
 
Wassalam
Tan Ameh
----- Original Message ----- 
From: Dr.Saafroedin BAHAR 
To: [email protected] 
Cc: Dr Mochtar NAIM 
Sent: Saturday, January 24, 2009 4:36 AM
Subject: [...@ntau-net] Re: Dominasi Rumah Makan Padang di Medan Berakhir

 


 
-
 



      Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari 
email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke