Salam dusanak kasadonyo,
Mudah-mudahan tidak terlambat ambo sedikit memberi informasi, bahwasanya kurang
lebih 10 tahun yang lalu sudah ada asosiasi Rumah Makan Minang ini. Kalau tidak
salah waktu di gerakkan oleh Bapak Muslim Kasim - waktu itu beliau masih
menjadi kepala Dolog di Bali, yang kemudian menjadi Bupati Padang Pariaman.
Beliau ini sangat aktif menggerakkan asosiasi Rumah Makan Minang ini, karena
beliau juga pemilik beberapa buah Rumah Makan Minang. Entah mungkin beliau
memiliki kesibukan sebagai birokrat sehingga akhirnya beliau melepaskan rumah
makan miliknya itu. Mungkin ada baiknya sanak-sanak mencari informasi
kebenaran ini kepada Bapak Muslim Kasim itu.
Sebenarnya kuliner kita tidak melulu dapat menurunkan kesehatan, memang
diperlukan kreativitas dari para juru masak untuk menampilkan citera masakan
kita yang tidak mengandung kolestorel tinggi.
Yang menggelitik hati saya dan mengundang protes tanpa ada yang menanggapi
adalah di Jakarta muncul " RUMAH MAKAN AMPERA" . Pada nasi ampera dulunya
adalah diciterakan kepada rumah makan padang yang kecil -kecil yang harga murah
meriah. Sekarang nama RUMAH MAKAN AMPERA itu sudah menyaingi " Restoran
Sederhana".
Perhatikan pula citera mie Instan " Indomie " yang menampilkan citera rasa khas
Rendang Medan.
Jadi memang kita harus berupaya jangan sampai " orang minang " yang terampil
memasak sirna oleh pengaruh zaman.
Berikut ini ada sebuah artikel yang menarik dibaca oleh sanak-sanak pada akhit
pekan ini. Ingat... dan ingat.. Restoran Minanglah yang pertama menghidangkan
masakannya dengan cara cepat saji dan display yang jelas. Tinggal pilih mana
yang engkau suka.
Go international for Minang’s Restaurant
Edit
By ~padusi~
0 Comments
Categories: MASAKAN MINANG and
Ranah Padusi
Tags: budaya, kuliner
Ada yang menduga, ketika Neil Amstrong
mendarat di bulan, ternyata telah ada Restoran Minang disana. Demikian
orang menyebut, ketika restoran ini menyebar seantero dunia. Di negara
manapun tersedia masakan Minang atau masakan Padang. Restoran Minang
merupakan restoran siap saji dengan display
yang jelas. Pengunjung tidak perlu menunggu pesanan terlalu lama untuk
menikmati hidangan yang tersedia.
Silahkan mencicipi semua masakan
walaupun hanya sekedar “kuah”. Karenanya aku pernah membual kepada
orang yang merendahkan atau meremhkan nasi bungkus padang itu. Mereka lupa
bahwa tidak
ada satu negeripun atau negarapun yang melakukan penyajian seperti ini.
Makanya ketika aku mengikuti rapat interdep pada Instansi Pemerintah di jalan
yang bergengsi di kota Jakarta, aku
berani menyampaikan bahwa Restoran Minang telah masuk dalam kurikulum
sekolah perhotelan yang terkenal di Zurich - Swiss - Eropa.
" Oh ya....
" Mengapa
demikian ? Karena siap saji.. display jelas, kataku.
Pendengarnya para peserta rapat itu
menggut-manggut. Aku tertawa dalam hati. "Hemmmm... rasain.. kutipu kau..???
he.. he... Bohong dikit demi membela kapuang ndak apalah.
Yaa … bagaimana tidak. Aku harus membela kuliner yang berasal dari ranahku ini.
Ketika
itu mereka menyebut bahwa makan nasi Padang adalah masakan untuk orang
kebanyakan alias rakyat. Hemmm… kadang-kadang benar juga sih. Coba anda
bayangkan jika jajan di seputar jalan Sabang - pasti yang dicari adalah
restoran Minang.
Wassalam
3vy Nizhamul
http://hyvny.wordpress.com
http://bundokanduang.wordpress.com
--- On Fri, 1/23/09, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> wrote:
From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Dominasi Rumah Makan Padang di Medan Berakhir
To: [email protected]
Cc: "Warni DARWIS" <[email protected]>
Date: Friday, January 23, 2009, 11:22 PM
Waalaikumsalam w.w. Pak Tasril Moeis dan para sanak sa palanta,
Satuju sekali. Dima dan bilo kito adokan ? Apo paralu diundang tokoh-tokoh RMP
nan lain ? Apo indak sarancaknyo sakalian didorong tabantuaknyo Asosiasi Rumah
Makan Padang (ARMP?) untuak manampuang dan mangolah kritik para langganan,
sarato manyapakati rencana untuak maso datang ?
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]
--- On Sat, 1/24/09, Tasril Moeis <[email protected]> wrote:
From: Tasril Moeis <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Dominasi Rumah Makan Padang di Medan Berakhir
To: [email protected]
Date: Saturday, January 24, 2009, 10:04 AM
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Da Saaf jo dumsanak sapalanta,
Kalau memang paralu ado Pak Gindo Ichan (H.. Nursal st. Bagindo) pemilik
Simpang Raya nan bisa wak ajak ma ota2 tantang hal iko, kebetulan baliau ko
konco arek pulo jo Da Muchtar Naim. Baa kiro2?
Wassalam
Tan Ameh
----- Original Message -----
From: Dr.Saafroedin BAHAR
To: [email protected]
Cc: Dr Mochtar NAIM
Sent: Saturday, January 24, 2009 4:36 AM
Subject: [...@ntau-net] Re: Dominasi Rumah Makan Padang di Medan Berakhir
-
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---