Saya forward kan lagi yg saya posting kemaren.
________________________________ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Nofiardi Sent: Tuesday, January 27, 2009 2:18 PM To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] menguji kritisme ulama minang Sabtu, 24/01/2009 23:18 WIB menguji kritisme ulama minang Oleh: ahmad Ada perbedaan khusus dalam tataran pemikiran antara orang minang kabau dengan masyarakat diluarnya dalam membedah sebuah persoalan. Dari dahulu orang minang lebih menekankan daya ktisisnya ketimbang daya menerima apa adanya. Segala yang bertentangan dengan prinsip hidup dan agama, akan selalu nmenjadi kupasan otaknya, untuk mencari solusi. Apakah ijtima' ini juga menunjuukkan sikap ulama minang kabau kalau beberapa item sebagaimana penjelasan ketua MUI kalau agenda ijtima' tidak bisa ditambah semisal, tentang sikap bersama terhadap israel dan haramnya politik uang. Sebab dua isu inilah yang sangat uptude disamping isu rokok itu sendiri. http://www.antara-sumbar.com/id/index.php?mod=artikel&j=1&id=95 ________________________________ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Riri Chaidir Sent: Wednesday, January 28, 2009 7:59 AM To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] Re: MUI Sepakati Fatwa Rokok Mudah2an, keputusan tentang rokok dan golput yang dihasilkan di Padangpanjang itu sudah merupakan "puncak" dari "kelucuan" MUI. Tadinya saya berpikir bahwa MUI itu - dari judulnya, Majelis Ulama Indonesia - dapat menjadi pedoman bagi masyarakat Indonesia secara umum. Tapi melihat trend outputnya, memang tidak salah kalau ujungnya adalah pendapat2 seperti Mak Sati atau Nofend. Untuk fatwa rokok itu, kelihatannya MUI berusaha memuaskan semua pihak. MUI berusaha mengakomodasikan desakan, seperti Komnas Perlindungan Anak yang bbrp waktu yll mendatangi kantor MUI. MUI juga berusaha membantu pemerintah di bidang kesehatan, karena peringatan pemerintah di kotak rokok tidak efektif, MUI juga ingin tampil sempurna di depan Pemerintah DKI yang punya Perda larangan merokok di tempat umum. Di sisi lain, Ijtima MUI di Padangpanjang juga mengakomodasi desakan MUI Jatim yang mengatasnamakan kepentingan masyarakat rokok, dan tentu saja, yang tak boleh dilupakan: pidato JK waktu pembukaan pesta para Ulama tersebut. Mungkin ada baiknya MUI itu ganti nama ya. Karena tiga kata yang digunakan untuk namanya -menurut saya- adalah tiga kata2 yang bermakna besar: Majelis, Ulama, dan Indonesia. Riri Bekasi, L 46 The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
