Maaf sanak Andiko, ambo belum punyo konsep wisata sama sekali utk Sumbar. Ambo 
bukan urang Parawisata. Tetapi krn hobby mangodak-ngodak, banyak nan nampak 
jadinyo. Dek acok pulo mancaliek rumah urang suok kida, tabandiangkan juo jo 
nan di kito... Jadi ambo soraknyo sajo nan banyak. Nan kito punyo dan kito 
gulirkan dari MPKAS, ya baru sebatas Konsep KA Wisata Sumbar saja. Baru itu... 
Ambo acok basorak, supayo kalua konsep nan labiah gadang dari itu...:)

Itulah makanya, ambo selalu berharap agar Pemda memanggil para ahli konsep dan 
para pakar dibidangnya utk membuat "cetak biru" Pariwisata Sumbar, jangka 
pendek dan jangka panjangnya, agar tidak salah kaprah kedepan nanti... Salah 
satu contoh kecil. Pohon Pinus yang menjadi ciri khas Alahan Panjang dari dulu, 
ternyata skrg sdh hampir habis dibabat dan tidak ada usaha penanaman kembali 
krn kurangnya pemahaman bersama...

Mungkin ada benarnya dan perlu dipertimbangkan pendapat Kurnia dibawah. 
Jangankan membicarakan yg negatif ke Pemda, yang positif aja dan sudah ada 
hasil NYATA, itupun kadang masih suka "terlupakan" atau "icak-icak" lupa...:) 
Pas bagian karajonyo, sadang sibuk pulo jo nan lain. Pas alah barami-rami: "Iko 
usaho panjang kito salamo iko... Alah lamo dulu kami manyampaikan ke pusat...". 

Kata salah seorang pionir di Sumbar: "Kalau model-model itu, ambo alah kanyang 
dari dulu Bang... Kito sampaikan ide-ide bagus, 'icak-icak' indak didanga. Tapi 
tau-tau beko alah kalua sajo pernyataan nan sarupo jo ide kito itu. Kalau indak 
tageh, alah dari dulu ambo kalua dari Sumbar...".

Kata kuncinya: "tageh...". Kalau tageh alah, tapi indak juo barubah, baa lai 
nan rancak...?

Salam,
Nofrins





________________________________
From: andikogmail <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, March 19, 2009 12:33:14 PM
Subject: [...@ntau-net] Re: MARI KITA HATI-HATI dan TELITI Bagian Satu


Sato saketek

Mungkin apa yang disampaikan oleh sanak Ricky dibawah lebih baik ditanggapi 
dengan pengembangan sistem dan konsep pariwisata yang lebih baik untuk 
Minangkabau dengan mengambil pelajaran dari apa yang baik dan apa yang buruk di 
daerah lain. Apapun yang dilakukan tentu akan mempunyai dampak, baik positif 
ataupun negatif. tapi semua itu tentu akan mambuek kito sebagai urang 
minangkabau akan lebih hati-hati dan perencanaan serta sisitemnyo akan lebih 
baik. Ambo yakin Pak Nofrin telah memikirkan hal-hal demikian untuk 
menghasilkan konsep wisata yang lebih baik di Sumbar. Mungkin lebih baik di 
share rencana utuhnyo untuak diagiah masukan dari sidang palanta.

Salam

andiko

----- Original Message -----
From: "Kurnia Chalik" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, March 18, 2009 5:26:13 PM GMT +07:00 Bangkok, Hanoi, Jakarta
Subject: [...@ntau-net] RE: MARI KITA HATI-HATI dan TELITI Bagian Satu


Ass Wr Wb Da Nof dan rekan2 semuanya, 

Menurut hemat saya rasanya kurang bijaksana ya kalau kita terlalu cepat 
memblow-up "dampak2 negatif" dari Pariwisata Bali yang sebetulnya masih 
memerlukan kajian2 lebih jauh dengan data yang lengkap untuk membuktikannya,di 
saat kita semua lagi berusaha untuk memajukan sektor Pariwisata Sumatera 
Barat,yang diharapkan akan dapat menjadi salah satu sumber income daerah. 

Menurut saya masyarakat Bali dengan Masyarakat Minang merupakan dua mansyarakat 
yang sangat berbeda. 

Mungkin akan lebih cocok bila kita mengambil contoh kasus kesuksesan sektor 
Pariwisata di Negara tetangga Malaysia dan Singapore,karena masih satu rumpun 
Melayu dengan orang Minang. 

Wassalam, 
Kurnia Chalik 


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

  • ... Y. Napilus
    • ... Riri Chaidir
    • ... Aslim Nurhasan
    • ... Kurnia Chalik
      • ... Riri Chaidir
        • ... avenzora19
          • ... Kurnia Chalik
            • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
      • ... andikogmail
        • ... Y. Napilus

Kirim email ke