Beberapa bulan yang lalu Kompas menurunkan sederet artikel yang topiknya sama, dampak negatif pariwisata terhadap Bali (saya lupa penulisnya siapa saja, ada beberapa artikel).
Waktu saya kutip ke palanta, saya menerima "pesan" melalui japri yang isinya kira2: "JADI NGGA USAH AJA KITA PROMOSIKAN KAMPUANG AWAK, RI?". Ha ha, daripada dianggap menghambat cita2 luhur, saya memilih diam. Riri On 18/03/2009, Y. Napilus <[email protected]> wrote: > FYI. Kita perlebar ruang diskusinya agar lebih menarik dg scope yg mungkin > lebih beragam. Thanks. > > Salam, > Nofrins > > > > ----- Forwarded Message ---- > From: "[email protected]" <[email protected]> > To: [email protected] > Sent: Tuesday, March 17, 2009 3:29:03 PM > Subject: [West Sumatra Tourism Board] MARI KITA HATI-HATI dan TELITI Bagian > Satu (Re: Senyum Ramah Minangkabau - Apakah hanya ini...?) > > Dear Pak Nofrin dan Bapak serta Ibu di WSTB, > > 1. Apa yg Pak Nofrins sampaikan adalah sesuatu yg sangat esensial dan kita > perlukan. BANYAK HAL yang masih menjadi PR KITA BERSAMA,... dan BANYAK HAL > pula yang HARUS KITA TINGKATKAN KUALITAS nya BERSAMA. > > 2. Apapun yg terjadi maka saya sangat yakin bhw tidak ada satu pun diantara > kita yg mau menjadikan Ranah Minang mengalami MALAPETAKA spt BALI, yaitu : > > a. ALAM nya RUSAK, ...silahkan kumpulkan data ttg perubahan tata guna lahan > di Bali (social and cultural landuse). > > b. ADAT nya BERANTAKAN dan BUDAYA nyaMEMBINGUNGKAN ,....silahkan kumpulkan > data berapa banyak ADAT ARTIFICIAL yg dimunculkan utk dijual ke > turis.....dan dlm konteks budaya maka silahkan cari MAKSIAT apa yg tidak ada > di BALI. > > c. IDENTITAS nya telah tergerus nilai PITI pariwisata sehingga bisa > dikatakan mereka TELAH kehilangan "galur murni"......silahkan diamati > dinamika perkawinan campur, perpindahan agama dll di Bali. > > d. ORANG BALI ternyata HANYA JADI BURUH di dlm "pesta wisata" di kampung > halamannya sendiri......silahkan kumpulkan data ttg berapa "capital flight" > yg terjadi di Bali,....dan silahkan hitung berapa persen dari miliaran dolar > investasi di Bali yg benar2 dimiliki olh org Bali,....serta silahkan data > ttg berapa gaji buruh terendah yg harus diterima oleh sekian persen org Bali > di dlm "pesta wisata" di sana. > > Brgkali sekian dulu utk BAGIAN SATU ini, mudah2 kita punya data yg sama. > Perspektif ini disampaikan TIDAK UTK MENDISKREDITKAN org BALI, melainkan utk > berempati atas berbagai malapetaka yg tlh terjadi di sana (sbg pasangan dr > "pesta wisata" yg telah terjadi 40 thn di "negeri berbudi" tsb. > > Bagian berikutnya akan kami sampaikan dlm sela2 kesibukan kami saat ini di > SwhLunto. Mhn maaf jika terasa vulgar dan pahit. > > Salam, > ricky avenzora > > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ________________________________ > From: "Y. Napilus" > Date: Mon, 16 Mar 2009 09:22:32 -0700 (PDT) > To: <[email protected]> > Subject: [West Sumatra Tourism Board] Re: Senyum Ramah Minangkabau - Apakah > hanya ini...? > > Yth. Kawan2 Pemeduli Pariwisata, > > Bgmn pun, munculnya inisiatif "Senyum Ramah Minangkabau" ini, setidaknya > sudah lumayan dari pada tidak sama sekali...:) Disadari atau tidak, ini > merupakan "buah" dari sensasi yang kita kembangkan terus menerus sehingga > banyak pihak yg terdorong akhirnya... Tetapi menyenangkan juga mendengarkan > suara para pemimpin kita ini agar kita merasa lebih akrab lagi dg > beliau-beliau tsb... Disisi lain, artinya ini baru untuk kampanye ke > internal Sumbar kan...? > > Tapi saya khawatir, "pesannya" agak kurang nyampe kalau hanya melalui Radio > saja. Jangan setengah-setengah hati lah. Perlu dibackup juga dengan kampanye > untuk pemahaman lebih jauh berupa poster2, spanduk2, stiker2, t-shirt, > ceramah2, seminar2, lomba2, kebersihan toilet umum, dll. Top-down harus > membuat himbauan ke berbagai pihak dan diberbagai segmen. Bahwa dibalik > SENYUM dan Keramahan TULUS kita itu sebetulnya kita mengharapkan MASUKNYA > PITIH, PITIH dan PITIIHH... > > Saya sering liat spanduk2 Anti Narkoba bertebaran di Sumbar. Dan itu tidak > langsung meningkatkan PAD Sumbar. Bgmn kalau kita buat juga spanduk > "himbauan" ke masyarakat untuk "SADAR WISATA" yang akan mendatangkan "PITIH" > dan akan meningkatkan PAD Sumbar...? Masak gak ada dananya sih...? Saya > masih gak habis pikir tuh...? Apa betul kita sudah sadar sepenuhnya bahwa > Industri Pariwisata ini akan membuat "leap" buat ekonomi kita? Atau baru > sebatas pemahaman sampai "lip service" saja...? Saya bukan orang Pariwisata, > baru sebatas "tukang kodak" yg membantu membukakan mata orang lain akan > fakta keindahan yang ada di Sumbar. Jadi saya sebetulnya belum paham bener > apa itu Pariwisata. Nah, apalagi dg masyarakat awam kita...? > > Pemahaman yang baru saya tangkap selama 5 tahun bolak balik ke Sumbar, > rasanya perlu bbrp isu yang harus kita tingkatkan dan sadarkan ke > masyarakat. Harus diterangkan betul dengan lugas dan gamblang ke mereka. Ini > usulan saya sejak 1 tahun lebih pertama digulirkan di milis RantauNet untuk > melengkapi permintaan Bang Aim tsb. Semoga ada isu-isunya yang berkenan utk > dikembangkan lagi. Namanya juga baru sebatas usulan kok...:) > > Usulan satu lagi. Sudah waktunyalah kita menggunakan Tenaga Profesional, > Ahli-Ahli Konseptor, Ahli2 Marketing, Ahli2 Komunikasi, dll. untuk membuat > Grand Strategy / Cetak Biru Pariwisata Sumbar. Tidak cukup hanya oleh > Regulator, Operator dan Konsumen saja yang duduk sama-sama. Sekalipun kita > sudah pernah babak belur belasan tahun dibisnis ini. > > Kenapa begitu? Ini salah satu alasan saya. Walaupun tidak persis sama, tapi > ini mungkin bisa jadi contoh sederhana. Pengalaman saya utk implementasi > Proyek2 IT Sistim Besar Terpadu bertahun-tahun, selalu bermasalah dg para > users yg sudah belasan tahun bekerja sbg pekerja. Mereka dari berbagai > level, sangat menguasai pekerjaan sehari-hari mereka. Tetapi selalu > kesulitan ketika diminta untuk membuatkan dan memetakan Business Processes > mereka sendiri. Sehingga bbrp kali saya implementasi di bbrp perusahaan dan > industri berbeda, selalu pake berbagai konsultan yg terpaksa dibayar jutaan > dollar utk itu...:( Utk implementasi tahap kedua dstrsnya, setelah embrionya > dibangun sedemikian rupa, barulah kita teruskan sendiri. My point, sebaiknya > kita usulkan ke Pemerintah agar menyediakan dana khusus utk menggodok ini dg > para ahlinya secara lebih serius. Kalau gak, ntar gak jadi-jadi. Sehingga > kita punya batu pijakan bersama utk melangkah ke depan nantinya. Tidak > tambal sulam dan saling menyalahkan terus sehingga lambat majunya > Pariwisata Sumbar kita ini... > > Siapa saja yang ahli? Silahkan ditentukan nanti. Visit Musi Year Sumsel > dibantu dan digodok oleh Hermawan Kertajaya dg IMA (Indonesian Marketing > Association) nya serta dg merangkul Para Artisnya Tantowi, Helmi, dll. Yogya > juga dibantu oleh Hermawan dan akhirnya dia dapat gelar Keraton..:) Gempa > Yogya aja, bisa mereka balik sedemikian rupa oleh "team tak terlihat" yang > jago2 komunikasi massa..:) Mereka rancang tuh publikasi2 tertentu, ekspose2 > terarah, tampilan2 di TV, dll. secara terpadu. Gorontalo, Jatim, Banten dan > bbrp lg, saya denger juga pake tenaga2 ahli utk mengkonsep arah > Pariwisatanya. Tolong koreksi kalau ada info yg kurang tepat. Saya yakin di > milis ini ada Bapak-Bapak yg lebih tahu dari saya tentang ini. Mohon dibagi > ceritanya buat motivasi kita semua... > > Skl lg, mungkin kita yg berada diluar lingkaran, kadang melihatnya terlalu > sederhana. Seperti biasa, penonton selalu merasa lebih pintar dari pemain. > Untuk itu saya mohon maaf sebelumnya. Semoga berkenan. Terima kasih. > > Salam, > Nofrins > www.4r5lb.west-sumatra.com > > > > > ________________________________ > From: Abdullah Rudolf Smit <[email protected]> > To: wstb <[email protected]> > Sent: Sunday, March 15, 2009 7:47:10 AM > Subject: [West Sumatra Tourism Board] Senyum Ramah Minangkabau > > > Rekan-rekan yth. > > Slogan ini ditujukan pada siapa? Kalau untuk mensosialisasikan > pariwisata pada masyarakat Sumatera Barat saya rasa bagus karena > sebagai pendatang yang sudah menetap saya melihat bahwa walau > masyarakat Minang anggota2nya cantik dan cakep tetapi senyumnya sangat > sangat kurang dibanding di propinsi lain. > > Tetapi bila ingin menggaet wisatawan mancanegara dan bahkan nusantara > tapi dari luar Sumbar, slogan ini sama sekali tidak menggigit alias > tidak akan membuat orang mau datang ke Sumbar untuk melihat pariwisata > Sumbar. Bikin team donk untuk menggodok Slogan yang tepat - termasuk > ahli-ahli advertising. > > > > > > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
