Waalaikumsalam w.w. Sanak Arman Bahar dan para sanak sa palanta,
Argumen sanak marupokan argumen nan paliang padek, nan panah ambo baco. Ambo 
tingga maangguak-angguak sajo lai,
Dalam 'signature' di e-mail ko ambo tambahkan juo namo suku jo gala adat sarato 
nagari asa niniak muyang ambo -- nan sangaik jarang ambo pakai dalam iduik 
sahari-hari --  untuak manyanang-nyanangkan hati para sanak kito nan amaik 
bapaduli jo masalah ko. 
Kan indak salah doh kito manyanangkan hati sanak-sanak kito nan lain?
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, 
Pariaman.)
"Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" 
Alternate e-mail address: [email protected];




________________________________
From: Arman Bahar <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, March 25, 2009 9:05:14 PM
Subject: [...@ntau-net] Re: MERUBAH ADAT ISTIADAT (Kasus "Punah")


Assalamualaikum ww

Nimbrung ambo saketek, dalam sebuah hadist pernah ambo baco bahwa "Kamu nanti 
(di Yaumil Akhir) akan dipanggil dengan nama bapak kamu"

Kayaknya malaikat tidak mengenal dan tidak peduli dengan nama suku saya, pada 
hal demi adat saya ambil bagian sedikit untuk melestarikan adat tersebut 
terlebih dalam ber-Minang2 sejak ber-tahun2 terakhir ini saya menambahkan nama 
suku dibelakang nama bahkan sejak ber-rantaunetria 1998 dulu dengan bangga saya 
tambah pula dengan gelar Malin Bandaro

Gimanalah udah keputusan Rasul SAW gitu, saya tidak bakal dipanggil sebagai 
Arman Bahar Piliang Malin Bandaro tetapi dalam cacatan para malaikat dan akan 
dipanggilkan sebagai Arman Bahar Bin Baharuddin

Biarlah saya manut aja, abis mau gimana lagi?

wasalam
armansamudra 

--- On Tue, 24/3/09, Hifni H.Nizhamul <[email protected]> wrote:

From: Hifni H.Nizhamul <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: MERUBAH ADAT ISTIADAT (Kasus "Punah")
To: [email protected]
Date: Tuesday, 24 March, 2009, 7:32 AM


Assalamualaikum, wr. wb,

Jika ditelaah dari sisi adat - maka sebenarnya padusi Minang adalah sosok yang  
dijunjung tinggi.. Bundakanduang sebagai limpapeh rumah nan gadang. Tiang utama 
dalam pembelakuan adat itu. Mengapa karena :
- sistem perkawinannya bersifat eksogami,
- garis keturunan diambil dari Ibu,
- Bersuku ke ibu,
- Harta pusako dikuasai padusi ( bukan dimiliki ya...)

Namun setelah Islam masuk ke Ranah Minang - ternyata beberapa hal yang tidak 
sesuai penerapan adat itu dengan kaedah syariah Islam...

Sepanjang pengetahuan saya, telah ada petunjuk - petunjuk dari cerdik pandai 
dan ulama di Rantaunet Yml. Buya Mas'oed dan Bapak Azmi datuk Bagindo dan Datuk 
Endang Pahlawan, dimana kita memang sudah tidak bisa murni lagi menerapkan hal 
-hal yang bertentanga denga syariah Islam.

Telah disepakati bahwa :
- Kita menggunakan Ranji ABS - SBK, sehingga seorang anak bersuku kepada ibunya 
da bernazab kepada ayahnya.

- Masalah harta pusako - harta pusaka tinggi dapat dijadikan sebagai wakaf, 
dimana hasil dari pengelolaan harta pusaka itu digunakan untuk kemaslahatan 
keluarga besar dari si empunya harta, yaitu antara lain :
- perawatan rumah gadang,
- menyelenggarakan mayit yang terbujur,
- penyelenggaraan pesta perkawinan atas para anak gadis kita,
- babako ba baki.

Bagi saya sebagai seorang perempuan minangkabau - disinilah keagungan adat dan 
budaya minangkabau yang harus diselaraskan antara penerapan hukum adat dan 
hukum islam.

Insya allah - jika kita para perantau minang ( saya sudah merantau 4o tahun), 
masih meyakini bahwa adat istiadat kita tetap - tidak lekang karena panas dan 
tidak lapuk karena hujan.

Adat bersendikan ABS - SBK - hendaknya tetap merupakan transformasi dan 
reformasi bagi pembaharuan adat minangkabau sepanjang - kita menyadari semuanya 
bahwa kita tetap mengedapankan syariah Islam sebagai keyakinan kita..
Marilah kita  secara bertahap mulai menerapkan ABS - SBK ini dalam lingkungan 
keluarga kita dan kerabat kita...

Ternyata mengelola harta pusaka sesuai dengan ajaran agama islam itu - suatu 
kenikmatan bagi kita - bahwa kita telah berbagi untuk kemaslahatan kelaurga 
besar kita dan kerukua berkeluarga juga tercipta.

Padahal sesungguhnya sering kita mendengar di kampung - bahwa justru orang 
dikampung kita tidak mengenal ABS - SBK.

Rasanya perlu sosialisasi terhadap ABS - SBK di wilayah Sumbar...

Lebih kurangnya mohon dimaafkan


Wassalam,



 Hifni H. Nizhamul 


http://bundokanduang.wordpress.com



 


________________________________






________________________________



   
________________________________
Get your preferred Email name! 
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com


[email protected]

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke