SUNARYAMAN DALAM KENANGAN
Oleh : K . Suheimi
Namanya Sunaryaman.. Kami panggil Pak Sun. Sun = Matahari. Bagaikan M dia
Sumber kehidupan, dia menghidupkan. Dimana Pak Sun berada murid akan
mengelilinginya, dan murid merasa lebih hidup bersamanya. Pancaran cahaya
kehidupan yang di imbaskannya, menggairahkan murid menapaki jalan hidupnya.
Makanya dari tangan pak Sun lahirlah murid-murid yang memantulkan kehidupan
dan berani mengharungi lautan kehidupan ini.
Bagaikan Matahari dia adalah sumber energi. Enrgi ini terimbas ke
sekelilingnya, dan semua kami muridnya merasakan imbasan energi itu. Dialah
guru yang sangat pandai membakar semangat. Setiap kali saya ketemu dengan Pak
Sun bahu saya selalu di tepuk-tepuknya. “Tulisan kamu yang kemarin bagus
sekali” kata beliau sambil memperlihatkan Koran Singgalang,m kerna saya sering
menulis di Koran itu> Buku yang kamu beri dulu sudah tamat say abaca, enak,
mengalir dan perlu kata beliau kembali menepuk pundakku..
Setiap kali pundaj saya di tepuknya setiap kali itu pula hati saya
berbunga-bunga. Maka kalau terbit buku saya , yang pertama saya kitrimi beliau,
dan beliau senyum senang menerima kiriman ini.
Pada galibnya beliaulah yang memicu semnagat saya untuk menulis dan
terus-terusan menulis hingga ke tagihan menulis. Hari ini, walaupun beliau
telah tiada, juga tulisan ini saya peruntukkkan baginya. Guru yang saya sangat
hormati, guru yang telah menorehkan semangat hidup dan kehidupan, Guru yang
dari tangannya banyak murid yang mencapai tujuan, menuju cita mencapai tanah
tepi.
Sebagai Matahi dia selalu menghangatkan. Ada-adanya ceritra beliau, matanya
berkaca-kaca menceritrakankeberjasilan muridnya. Wajahnya jernih , matanya
bersinar memancarkan semangat dan pengabdian. Tutur katanya jelas dan yang
keluar kata-kata ke iikhlasan. Keikhlasan akan keberhasilan muridnya.
Keikhlasan itu pulalah yang menghabtarakan kemi menuju cita
Dengan hangat saya disapanya, beliau tahu betul Istri saya dr Zurtias , mertua
dan bapak saya, bahkan anak-anak saya dia hafal namanya. Kemampuan pak Sun
mengenal dan menghafal nama murid serta ingatan beliau itulah yang tak mungkin
kami tiru
Pak Sunaryaman Guruku.yang namanya guru, sekali dia guru,seumur-umur kita dia
tetap guru kita, tidak ada istilah itu bekas guru saya, dulu dia pernah jadi
guru saya sekarang tidak lagi. Saya kan sudah lulus mata pelajarannya, saya
tak akan berurusan¬ lagi dengannya. Sekali lagi saya ulangi, sekali
seseorang jadi guru selamanya dia tetap guru, walaupun kita telah jauh
sekali meninggalkannya namun dia tetap guru kita. Hanya untuk gurulah yang
tidak ada istilah "Dia bekas guru saya". Tidak ada istilah bekas pada pak atau
bu guru. Sampai detik inipun saya tetap salut dan hormat kepada guru-guru saya,
mulai dari TK dan sampai guru-guru saya hari ini. Dan ternyata guru kita itu
sangat banyak, di sekeliling kita di lingkungan kita bahkan alam takambangpun
kita jadikan guru, Dan yang namanya guru, siapa saja, dimana saja dan kapan
saja selalu kehormatan kita berikan dan kita persembahkan padanya. Dan kalau
dia sakit, itulah saat yang
paling tepat menunjukkan rasa simpatik dan kalau perlu memberikan bantuan
dan pertolongan. Jangan ada seorang guru sampai berkata "Aku sakit engkau
tak menjengukku".
Guru pahlawan tak di kenal, tidak juga mengharap balas jasa, namun kalau bukan
murid-muridnya siapa lagi yang akan menaruh simpati?.
Disinilah kembali saya merenung, inikah dunia zaman sekarang?, murid tidak
lagi menghargai dan mengacuhkan gurunya, dimana letaknya terima kasih dan
kapan seorang murid menyampaikan terima kasihnya?. Lalu jawabannya sangat
menyayat, "saya tidak membutuhkannya lagi, saya sudah ujian dan saya
sudah lulus, peduli amat dengan dia".
Didepan rumah saya, saya sering menyaksikan murid-murid SMA berebutan naik
oplet dengan guru-gurunya, tidak ada mereka yang memberi kesempatan dan
mendahulukan agar guru-gurunya di beri tempat dan di perjuangkan tempatnya.
Lalu siapakah yang salah dan apakah yang salah. Salahkah si nurid atau
salahkah si guru, atau salahkah zaman sekarang?.
Tidak, tidak ada yang salah, cuma pendidikan di rumah agaknya perlu di
tingkatkan, diberi tahu tentang etiket, tentang sopan santun tentang harga
menghargai dan hormat menghormati, agaknya inilah yang kurang di zaman
sekarang, pendidikan budi pekerti, akhlakul Karimah. Ingin dan rindunya kita
akan pendidikan budi pekerti, agar melahirkan manusia-manusia yang berbudi
luhur, yang tahu sopan santun dan pandai berterima kasih.
Waktu saya jadi murid selalu di tanamkan, bahwa tak mungkin saya menjadi
orang dan tak mungkin saya ber ilmu kalau bukan karena jasa seorang guru.
Lalu saya mendengar sebuah lagu yang mengalun di TPI, "jasa guru" kita jadi
pintar karena siaapa?.
Guru adalah manusia yang sangat berjasa mendidik, dari tanganya¬lah lahir
orang-orang besar dan orang-orang hebat. Untuk ini, pendidik ini, dapat di
sejajarkan denga orang tua kita, dan baginya pantas kehormatan dan sebuah
doa di panjatkan. Hari ini saya teringat sebuah firman suci_Nya dalam Al
Qur'an surat Al-Israa' ayat 24 :"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka
berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah :"Wahai Tuhanku, kasihilah mereka
keduanya, sebagaimana mereka berdua telah "mendidik" aku waktu kecil".
SUNARYAMAN GURUKU
Dalam sibukmu, kau slalu memikirkan kami
Dalam sakitmu, kau terus hadir
Dalam sakitmu, kau masih berkarya
Dalam sakitmu, kau hadir di hati kami
Tapi, seluruh kesibukanmu, adalah kesibukan
untuk orang lain
Engkaulah guru kami
Banyak hal baik yang kami petik darimu
Engkau adalah panutan kami
Demi amanah yang dipikul
Kami tahu, kau tak pernah mengeluh
Banyak kemelut kau lalui dank au atasi
Engkau bagaikan karang
Semakin ditempa ombak dan badai
Kau semakin kokoh
Diwajahmu terpancar Ilmu amaliah,
dan amal ilmiah
Dan ilmu yang kau sebarkan
adalah ilmu yang bermanfaat
Engkau telah saksikan
kami selalu berusaha mengenal dirimu
berusaha meneladanimu
tapi… maafkan kami
inilah yang tak pernah kami bisa
Kami kagumi pribadimu
Dan untuk itulah kami hadir di sini hari ini
Dihari Ulang Tahun emas SMA 1
P Baru 20 April 2009
Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!
http://id.messenger.yahoo.com/invite/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---