Assalammu'alaikum Wr,Wb.
 
Apa khabar Pak Emi......setahu saya yang namanya PNS , yg benar 2 menerima gaji 
PNS
kecuali dokter , untuk menjadi kaya  ,sepertinya tidak mungkin , kalau  sekedar 
cukup InsyaALLAH. 
Saya  anak pegawai negri antara thn 60 an s/d 80 an kemudian ayah saya Pensiun, 
dengan posisi , Muspida tkt 1, dosen , menulis disalah satu koran yg cukup 
punya nama di Sum-Bar secara rutin. hidup kita  cukup2 saja , tidak berlebihan 
, Alhamdulillah  anak2 nya bisa selesai  s1 ,dan saya  < kita semua anak2>  
sangat berterima kasih sekali kepada ibu kami  yg sangat pandai sekali dalam 
pengendalian ekonomi Rumah tangga , sebagai salah satu pimpinan Yudikatif  
pada  waktu itu , ayah saya  sangat luar biasa pengendalian dirinya terhadap 
godaan dari luar , HORMAT kami semua buat ayah kami , sehingga disaat 
pensiunnya , sungguh memprihatinkan , Namun Allah  yg tdk pernah tidur , selalu 
menjaga umatnya , Ketua MA  pada waktu itu memerintahkan  rumah yg kami tempati 
tetap  ditempati oleh  ayah saya dengan membeli melalui cicilan , ALHAMDULILLAH 
, itulah  hadiah pensiun buat ayah saya dari pemerintah.
Saya  rasa semua juga tau  berapa besar gaji seorang pegawai negri , jadi untuk 
bisa kaya secara  berlebihan  rasanya tidak mungkin.
Yang  dimiliki ayah saya sampai akhir hayatnya  adalah kehidupan yg tenang , 
tidak berlebihan sangat  bahagia  dikelilingi keluarga ,sangat bahagia  dan 
kaya  sekali saat pertama kali mempunyai seorang cucu.
 
Wassalam
 
Dewi Mutiara.suku Sikumbang.
 


--- On Sun, 11/22/09, [email protected] <[email protected]> wrote:


From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Ketika PNS Jadi Pilihan
To: "Rantau" <[email protected]>
Date: Sunday, November 22, 2009, 9:58 AM


Saya bahagia jadi PNS dan jadi guru. Kalau kebetulan Ifah menilai bisa jadi 
kaya Alhamdulillah Puji syukur papa Ilahi
Tapi kehidupan saya masih senang bersepeda walapun ke kantor
Makan sedehana dan hidup sedehana
Agaknya kesederhanaanlah yang menyehatkan dan membahagiakan
Kaya itu bagaikan beban. Tubuh yang lemah dan kerdil ini ndak kuat memikulnya
Katanya jika ingin sehat "sederhanalah"
Banyak guru2 yg sehat kerna sederhana dan saya suka
Salam
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: hanifah daman <[email protected]>
Date: Sat, 21 Nov 2009 23:58:36 
To: [email protected]<[email protected]>
Cc: [email protected]<[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Ketika PNS Jadi Pilihan


Assalammualaikum WR WB dunsanak sapalanta yth. He he he hanifah sendiri memilih 
PNS ya karena pendidikannya di IKIP... Jadi calon guru. Waktu itu jelas PNS jd 
tujuan utama. Alhamdulillah bisa pula jd PNS di perguruan tinggi. Walau banyak 
atribut jelek yg di lemparkan ke PNS krn kenyataannya umumnya begitu kecuali 
guru dan dosen. Enaknya jadi dosen, beban mengajar tak sebanyak guru. Kitapum 
bisa pesan jadwal  sesuai kdinginan. Jadi kalau ada pilgan maka hanifah pilih 
masuk jam 9 atau jam 10. Dg bgt hanifah bisa memasaj atau menyapu dulu pagi2. 
Penghasilan dosen tdk hanya dari gaji. Yg aktif dan yg beruntung bisa saja 
punya penghasilan banyak. Tinggal pilih. Mau jd orang kaya atau pilih hidup 
sederhana ? Kalau mau jd orang kaya tiru bpk Suheimi he he he. Wass. Hanifah

Rita Desfitri Lukman wrote: 
> Ketika PNS jadi pilihan...??? 
>    
>  Apa ya... alasan saya dulu ketika mendaftar dan memilih jadi PNS? :) 
>    
>  Salah satunya (dan paling utama) karena ingin jadi guru ... 
>    
>  Menjadi guru sudah impian saya sejak kecil 
>  Berdiri di atas meja makan atau di atas kursi, dan semua orang di atas rumah 
>jadi muridnya adalah 'role playing' yang saya suka sejak masih kanak-kanak. 
>  Topik yang saya 'ajar' kan dari atas meja hanya dua, operasi perhitungan 
>sampai angka seratus, atau bercerita tentang 'si malin'. 
>    
>  Boleh jadi itu dipengaruhi oleh ibu saya yang mengajar matematika dan bapak 
>saya yang mengajar/mendalami sejarah dan adat budaya. Sehingga kedua subjek 
>itu jadi primadona saya sampai sekarang. 
>    
>  Jadilah... saya melamar jadi PNS .. 
>    
>  Alhamdulillah, sampai sekarang saya menikmati dan berusaha mensyukurinya. 
>  Berbagi ilmu dan pengalaman (kalau tidak mau menggunakan istilah 
>mengajar) dengan mahasiswa bagi saya juga merupakan saat-saat yang 
>menyenangkan.. 
>  Dan Insya Allah, semoga sampai nanti saya akan berusaha melaksanakan 
>tanggung jawab dan memelihara amanahnya... 
>    
>  Sehingga... Yaaah... sekarang saya nikmati saja jadi PNS, atau tepatnya 
>PNSD, hehehe  :) 
>  Wassalam, 
>    
>  Rita D.L. 
>  digadangkan jo pitih PNS juo, dek kaduo urang tuo dulu guru pulo :)   
>  ----------------------------------------------- 
>  Pada tanggal 21/11/09, Arina Widya Murni < [email protected] > 
>menulis: 
>  Assalamu'alaikum sanak palanta RN menjadi PNS bisa jadi memang pilihan saat 
>ini, apa lagi pasca gempa, ketika bekerja di swasta , runtuhnya bangunan 
>tempat mereka bekerja , akan membuat runtuh pula ekonomi mereka, berapa banyak 
>pegawai non pns dan yang berusaha mandiri terpaksa jadi pengangguran saat ini, 
>maka yang menjadi PNS masih punya harapan.. walau kantor tidak bekerja 
>maksimal karena kerusakan bangunan , rusaknya sarana prasarana, tapi masih ada 
>kucuran dana yang setidaknya mampu membangkitkan semangat untuk hidup masa 
>berikutnya.. 
> maka mendaftar jadi PNS bukanlah suatu hal yang sia-sia.. bukankah selalu ada 
> peluang untuk orang yang telah dijatahkan? wassalam Arina (40 ), PNS 9 thn, 
> dibesarkan dgn uang pensiun PNS   
> 


      







      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke