Assalamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu
(4)
Minggu 20 Desember.
Pagi yang lebih cerah dari pagi kemarin. Tidak ada hujan walau langit tetap
saja agak mendung. Tadi aku shalat subuh di masjid Baitul Haq. Setelah hari
mulai agak terang, kami mengatur rencana untuk pergi ke Garegeh lagi. Tiba-tiba
aku ditelepon kakak sepupu, (yang ikut pulang kampung untuk rapat siang nanti)
mengatakan bahwa lepau tutup. Aku menganjurkan untuk ke lepau lain di Ateh
Ngarai, persis di simpang tiga pintu masuk ke ngarai. Lepau disini lebih besar
dan lebih ramai dari lepau di Garegeh. Tidak ada ketan dan goreng pisang di
lepau ini tapi bubur samba, bahkan gado-gado, bubur kampiun dan beraneka macam
kue-kue ada tersedia. Teh telur juga bisa dipesan. Lepau ini memang pilihan
keduaku.
Kami berkumpul di lepau ini. Kami berempat dan rombongan kakak sepupuku enam
orang. Semua berkecepak-kecepong. Di dalam lepau yang penuh pengunjung ini.
Bahkan di luar masih ada yang antri karena tidak kebagian tempat duduk. Aku
tidak tahu apakah lepau ini seramai ini karena hari Minggu pagi atau memang
seperti ini setiap hari. Sesudah sarapan aku ikut dengan rombongan kakak sepupu
ke kampung, karena kami akan rapat jam sembilan pagi. Aku minta tolong istriku
untuk pergi membeli dan mengantarkan nasi bungkus untuk konsumsi peserta rapat
nanti siang.
Sesuai rencana rapat di sekolah penghafal Al Quran itu dimulai jam sembilan
lebih sedikit. Bertempat di bangunan sekolah di Kasiak, di Koto Tuo Balai
Gurah. Sekolah ini setingkat SMP, dengan kekhasan pendidikan menghafal Al Quran
ditambah pengetahuan agama disertai pengenalan hadits-hadits Rasulullah SAW.
Kami menamainya Ma'had Tahfizhul Quran di bawah Yayasan Syekh Ahmad Khatib.
Sekolah dengan fasilitas pemondokan dimana santrinya memang diwajibkan untuk
tinggal di sekolah. Baru dibuka untuk tahun pertama di tahun ajaran 2009 -
2010. Jumlah santrinya masih sangat mini, hanya empat orang. Tapi yang empat
orang itu (mulanya 7 orang) alhamdulillah bisa bertahan dan membuat kemajuan
yang lumayan. Rapat kami pagi itu adalah dalam rangka mengatur strategi untuk
lebih mensosialisasikan keberadaan sekolah itu kepada masyarakat. Sekolah
dengan penekanan menghafal Al Quran ini baru satu-satunya di Sumatera Barat.
Dipimpin oleh seorang kepala sekolah tamatan
Madinah, dibantu seorang lagi guru yang juga tamatan Madinah serta guru-guru
dari sekolah umum dan guru-guru tamatan IAIN. Di dalam rapat itu kami
rencanakan untuk memanfaatkan media televisi (Bukit Tinggi TV), radio swasta
dan koran terbitan Padang sebagai sarana.
Rapat yang sangat konstruktif itu berjalan lancar dan berakhir jam dua siang.
Sesudah selesai rapat, kami pergi lagi meraun ke Kamang. Berputar-putar sejak
dari Parikputuih, Lungguakmuto, Kapau, Koto Tangah, Magek, Koto Panjang, Pakan
Sinayan di Kamang Mudiak, terus ke Gaduik. Melereng di kaki Bukik Kawin.
Memandang bukit batu gamping yang sambung-menyambung. Tapi tidak masuk
mendekati Ngalau. Ada bagian dari jalan yang melingkar-lingkar itu yang belum
pernah kutempuh. Ada keinginan untuk mampir ke rumah bako di Koto Panjang, tapi
aku batalkan. Dua bulan yang lalu aku sudah mengunjungi mereka. Kedatanganku
pasti akan 'merepotkan' mereka saja.
Sore hari menjelang maghrib kami berada di antara orang ramai di bawah jam
gadang. Sebelum masuk waktu maghrib aku bergegas ke masjid Raya, meninggalkan
istri dan ipar yang akan langsung pulang ke penginapan. Malam itu kami dijamu
adik ipar makan malam di rumahnya di Garegeh. Kali ini makan malam tanpa
disertai durian.
***
Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam
Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi
Lahir : Zulqaidah 1370H,
Jatibening - Bekasi
--
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe