Kebetulan saya sudah 2 thn lalu mengupload sebuah feature Pariwisata Minang, dari Majalah Titian Kaba di You Tube, silahkan mampir di http://www.youtube.com/watch?v=ix_s6alFO6k
Salam Bot Sosani Piliang Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream www.botsosani.wordpress.com Hp. 08123885300 --- On Fri, 1/8/10, andikoGmail <[email protected]> wrote: From: andikoGmail <[email protected]> Subject: Re: [...@ntau-net] OOT : MARI MENGALAHKAN MALAYSIA To: [email protected] Cc: "IndonesianCommunityAtMacquarie" <[email protected]>, [email protected], [email protected], "BeasiswaLN_DIKTI" <[email protected]>, [email protected], [email protected] Date: Friday, January 8, 2010, 7:03 PM Pak Sidik dan Sanak Palanta Menurut ambo pertanyaan pentingnyo adolah apakah Pariwisata adalah sektor yang prioritas dalam rencana pemerintah untuak mendapatkan devisa negara. Kalau tidak prioritas, maka masalah utamanya bukan promosi, tetapi kepastian keberlangsungan usaha-usaha pariwisata. Bisa saja kawasan wisata itu di alih fungsikan untuk kepentingan usaha-usaha yang lain seperti perkebunan besar atau pertambangan. Salam andiko sutan mancayo andri rusta wrote: > Rekan2, > Berikut saya forward email seorang kawan yang saya pikir sangat bagus, > mudah dilakukan dan semoga bermanfaat bagi bangsa ini. > > Salam, > Sidik > > Rekan-rekan sekalian, > > Kita tahu, pariwisata Indonesia tak mungkin bersaing dengan negara > tetangga karena anggaran promosi yang minim. > > Sebagai gambaran, pada 2007, Malaysia (Truly Asia) memiliki dana > promosi US$100 juta, Thailand (Amazing Thailand) US$85 juta, Singapura > (Uniquely Singapore) US$90 juta, sementara Indonesia (Ultimate in > Diversity) hanya US$15 juta. Anggaran promosi pariwisata kita hanya > 15% dari Malaysia. > > Dampak anggaran promosi yang besar, kunjungan wisatawan asing ke > Malaysia pada 2007 mencapai 20,97 juta. Sementara itu, ke Thailand > 14,46 juta, Singapura 7,96 juta, dan Indonesia 5,51 juta. Darti sisi > pemasukan devisa: Malaysia mendapat US$14,05 miliar, Thailand US$15,57 > miliar, Singapura US$8,66 miliar, dan Indonesia US$5,35 miliar. > > Meski iklan-iklan televisi (video) pariwisata Indonesia sudah bagus, > mengingat anggaran yang kecil, sulit bersaing dengan Malaysia, > Singapura maupun Thailand. Gambaran kasarnya, satu kali tayang iklan > Indonesia akan dilawan 5 kali penayangan oleh Malaysia. > > Ironinya, Nusantara yang memiliki kekayaan alam dan budaya paling > beragam dan indah di kawasan ini. Kita tentunya yakin bahwa destinasi > pariwisata Indonesia lebih baik dari yang bisa ditawarkan negara > tetangga. Hanya saja, ya itu tadi, kurang promosi. > > KEKUATAN KITA > Namun demikian, Indonesia memiliki kekuatan yang tak mungkin > ditandingi para tetangga, yakni masyarakatnya. Kita memiliki 220 juta > penduduk. Dari jumlah itu, 30 juta (di atas total penduduk Malaysia) > memiliki akses internet. Sekitar 160 juta orang memiliki ponsel. > > Sementara itu, 10 juta warga Indonesia menjadi anggota situs jejaring > maya Facebook dan sekitar 1 juta menjadi anggota Twitter. Indonesia > adalah negara kedua dengan pengguna Facebook terbanyak. Kekuatan > masyarakat di dunia maya itu bisa bermanfaat bagi kampanye pariwisata > Indonesia. > > Idenya sederhana: Masing-masing dari kita mengirim e-mail (atau > mesaage) kepada kenalan-kenalannya di luar negeri (warga negara asing) > atau bahkan sesama orang Indoensia dengan isi mempromosikan video > pariwisata Indonesia yang disimpan di YouTube.com atau situs lainnya. > > Misalnya, silakan lihat: > http://www.youtube. com/watch? v=SwJKjonBNzA > atau > http://www.youtube. com/watch? v=ED7V0SfeIFk > > Dengan cara itu, video-video promosi pariwisata kita bisa lebih banyak > ditonton dibanding iklan yang ditayangkan Malaysia di CNN dan > sebagainya. > > MENGAPA? > Pariwisata membawa banyak manfaat bagi masyarakat kita. Dari sisi > ekonomi, ia mendatangkan devisa dan membuat ekonomi berputar. Menurut > data Kementerian Budaya dan Pariwisata, pariwisata memberi sumbangan > sekitar Rp200 triliun kepada ekonomi Indonesia (dari belanja turis > asing maupun turis dalam negeri). Ia membuka lapangan kerja, bahkan > untuk lulusan sekolah dasar. > > Dari sisi sosial, berwisata dan menerima kedatangan wisatawan > menjadikan kita mengenal bangsa, suku bangsa dan budaya lain. Ia > menjadikan kita lebih menyadari pluralitas manusia dan toleran. > > Jadi, mari bersama-sama memanfaatkan kekuatan kita dalam membantu > mempromosikan pariwisata Indonesia. SIlakan berkirim e-mail dan > menforward e-mail ini. > Salam hangat penuh semangat > > Andrianto Soekarnen > Editor in Chief > Majalah VENUE > http://www.venuemag z.com > > > __._,_.___ > -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
