Tambahan... saya tidak menambahkan pujian untuk keindahan dan kecantikan Indonesia, khususnya SUMBAR, tapi salah satu kekurangan kita, yakni Sumbar khususnya belum mengakomodir berbagai segmen turist. Saat ini, kita masih fokus pada turis berbudget besar, namun itu pun tanggung, karena di SUmbar tidak ada akomodasi yang lux atau super mewah. Semuanya masih kelas 'tanggung'. Atau dengn kata lain, berwisata ke Sumbar masih "mahal harganya". Jadi wajar saja kalau orang2 Jakarta lebih banyak memilih Bali dan Jogja untuk tempat berlibur ketimbang Sumbar. No heart feeling, cuma masalah prinsip ekonomi saja, dengan harga yang sama, mendapat fasilitas yang lebih bagus, kenapa ga?? Toh alam yang indah bukan lagi penentu banyak atau tidak turis/wisatawan disana.
Anehnya, disisi lain, kita juga tidak mengakomodir turis-turis bebudget rendah, yang rata-rata adalah wisatawan berusia muda, backpacker. Pengaruh uang dari wisatawan ini memang tidak banyak, namun mereka memiliki "power of speech" lisan atau tulisan, rata-rata mereka akan memampang tulisan, foto-foto dan kesan pesan mereka di blog, twiter, facebook, atau link pertemanan di dunia maya dan nyata. Namun wisatwan kelas ini sering terabaikan. Sangat susah mencari penginapan backpacker di Padang atau Bukittinggi. Begitujuga dengan pilihan akomodasi, misalnya penyewaan motor atau mobil yang murah. Harga sewa mobil di padang terbilang mahal, dan rata-rata adalah mobil Innova, harus dengan sopir itupun tidak full 24 jam. Pengalaman saya sewaktu tinggal di Bali, untuk turis2 low budget, terdapat pilihan mobil-mobil dengan harga sewa murah, misalnya Karimun yang cuma 150rb/24 jam (siang dan malam), atau Xenia Li seri E yang cuma 175/24 jam. Dan tentu saja puluhan penginapan backpack yang bisa menampung turis2 lowbudget tapi high impact ini. Salam Bot Sosani Piliang Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream www.botsosani.wordpress.com Hp. 08123885300 --- On Sat, 1/9/10, Ryan Firdaus <[email protected]> wrote: From: Ryan Firdaus <[email protected]> Subject: Re: [...@ntau-net] OOT : MARI MENGALAHKAN MALAYSIA To: [email protected] Date: Saturday, January 9, 2010, 12:08 AM sanak palanta nan budiman, kutiko dunia di lando krisis ekonomi...malaysia mengalami kejatuhan wisatawan luar negeri...sebagai langkah untuk tetap menhidupkan industri pariwisata, Malaysia melancarkan promosi "Melancong di negara sendiri".... dari segi keindahan alami atau objek2 yg lain...ndak ka manang gai malaysia di bandiang jo Indonesia...tapi ba-a kok sampai kalah dari segi kunjungan wisata ka indonesia???...antaro jawabannyo adolah urang2 kayo Indonesia sendiri nan rajin datang ka Malaysia...mulai dari segi wisata shopping..wisata kesehatan...malah wisata pendidikan...wal hal objek wisata di Indonesia sendiri alun abih di terokai... tapi rasonyo da nofrins jo da jepe alah lamo mamuloi...melalui west sumatera...kodak2nyo nan hebat2 lah ado di sinan...tingga mamparowaikkan sarato manambah carito saketek...tentang lokasi2 nan indah permai...sarato event2 kebudayaan nan ado di masiang2 daerah... jadi, kalau nan di kalangan bapitih urang2 indonesia ba pakaik untuak melancong/berwisata di negara sendiri...bayangkan berapa uang yg mengalir di negara sendiri untuk menghidupkan wisata yg sedia ada...dengan sendirinya angka2 yg menaikkan kunjungan wisata ke malaysia pasti menurun... tapi ada satu yg mungkin jadi penghalang....mentalitas, bahwa berkunjung ke luar negara...keren...padahal untuk mendapatkan 1 RM kita harus nukar Rp 3750...ketimbang orang malaysia yg datang ke indonesia...untuk jadi jutawan mereka tak perlu habis satu ribu pun...he..he... wassalam, maaf kalo ade yang tak berkenan.. ryan 42 ipoh From: andri rusta <[email protected]> To: IndonesianCommunityAtMacquarie <[email protected]>; RantauNet <[email protected]>; [email protected]; [email protected]; BeasiswaLN_DIKTI <[email protected]>; [email protected]; [email protected] Sent: Fri, January 8, 2010 10:08:56 PM Subject: [...@ntau-net] OOT : MARI MENGALAHKAN MALAYSIA Rekan2, Berikut saya forward email seorang kawan yang saya pikir sangat bagus, mudah dilakukan dan semoga bermanfaat bagi bangsa ini. Salam, Sidik Rekan-rekan sekalian, Kita tahu, pariwisata Indonesia tak mungkin bersaing dengan negara tetangga karena anggaran promosi yang minim. Sebagai gambaran, pada 2007, Malaysia (Truly Asia) memiliki dana promosi US$100 juta, Thailand (Amazing Thailand) US$85 juta, Singapura (Uniquely Singapore) US$90 juta, sementara Indonesia (Ultimate in Diversity) hanya US$15 juta. Anggaran promosi pariwisata kita hanya 15% dari Malaysia. Dampak anggaran promosi yang besar, kunjungan wisatawan asing ke Malaysia pada 2007 mencapai 20,97 juta. Sementara itu, ke Thailand 14,46 juta, Singapura 7,96 juta, dan Indonesia 5,51 juta. Darti sisi pemasukan devisa: Malaysia mendapat US$14,05 miliar, Thailand US$15,57 miliar, Singapura US$8,66 miliar, dan Indonesia US$5,35 miliar. Meski iklan-iklan televisi (video) pariwisata Indonesia sudah bagus, mengingat anggaran yang kecil, sulit bersaing dengan Malaysia, Singapura maupun Thailand. Gambaran kasarnya, satu kali tayang iklan Indonesia akan dilawan 5 kali penayangan oleh Malaysia. Ironinya, Nusantara yang memiliki kekayaan alam dan budaya paling beragam dan indah di kawasan ini. Kita tentunya yakin bahwa destinasi pariwisata Indonesia lebih baik dari yang bisa ditawarkan negara tetangga. Hanya saja, ya itu tadi, kurang promosi. KEKUATAN KITA Namun demikian, Indonesia memiliki kekuatan yang tak mungkin ditandingi para tetangga, yakni masyarakatnya. Kita memiliki 220 juta penduduk. Dari jumlah itu, 30 juta (di atas total penduduk Malaysia) memiliki akses internet. Sekitar 160 juta orang memiliki ponsel. Sementara itu, 10 juta warga Indonesia menjadi anggota situs jejaring maya Facebook dan sekitar 1 juta menjadi anggota Twitter. Indonesia adalah negara kedua dengan pengguna Facebook terbanyak. Kekuatan masyarakat di dunia maya itu bisa bermanfaat bagi kampanye pariwisata Indonesia. Idenya sederhana: Masing-masing dari kita mengirim e-mail (atau mesaage) kepada kenalan-kenalannya di luar negeri (warga negara asing) atau bahkan sesama orang Indoensia dengan isi mempromosikan video pariwisata Indonesia yang disimpan di YouTube.com atau situs lainnya. Misalnya, silakan lihat: http://www.youtube. com/watch? v=SwJKjonBNzA atau http://www.youtube. com/watch? v=ED7V0SfeIFk Dengan cara itu, video-video promosi pariwisata kita bisa lebih banyak ditonton dibanding iklan yang ditayangkan Malaysia di CNN dan sebagainya. MENGAPA? Pariwisata membawa banyak manfaat bagi masyarakat kita. Dari sisi ekonomi, ia mendatangkan devisa dan membuat ekonomi berputar. Menurut data Kementerian Budaya dan Pariwisata, pariwisata memberi sumbangan sekitar Rp200 triliun kepada ekonomi Indonesia (dari belanja turis asing maupun turis dalam negeri). Ia membuka lapangan kerja, bahkan untuk lulusan sekolah dasar. Dari sisi sosial, berwisata dan menerima kedatangan wisatawan menjadikan kita mengenal bangsa, suku bangsa dan budaya lain. Ia menjadikan kita lebih menyadari pluralitas manusia dan toleran. Jadi, mari bersama-sama memanfaatkan kekuatan kita dalam membantu mempromosikan pariwisata Indonesia. SIlakan berkirim e-mail dan menforward e-mail ini. Salam hangat penuh semangat Andrianto Soekarnen Editor in Chief Majalah VENUE http://www.venuemag z.com __._,_.___ -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-- . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
