Dunsanak Andri,

Mohon izin, tulisan Andrianto Soekarnen ini akan saya posting di 
West-Sumatra.com di Forum MAPPAS dan mungkin ke Facebook, dll. Saya liat jg 
diforward ke berbagai milis. Bagus sekali... Semoga judulnya mendorong utk 
berkompetisi positif...

Terkait KEKUATAN kita tsb, Sumbar sebetulnya juga luar biasa. Populasi di Ranah 
kalau gak salah hanya sktr 3,5jt, sedangkan "perantau" yang berada diluar 
Sumbar katanya mencapai jumlah sktr 10juta...! Bayangkan hasilnya jika Pemda 
dan kita semua jika mau dengan kebesaran hati meminta bantuan ke semua perantau 
ikut "bersuara" untuk Pariwisata Sumbar ke kolega-kolega di lingkungan kerja 
dan tetangganya dimana saja. Sarana pendukung utk itu kan sudah ada, tinggal 
kasih tau aja ribuan foto2 di West-Sumatra.com dan puluhan situs/blog yang 
sudah ada... Dengan pemikiran seperti itu, saya pernah melemparkan ide yang 
rada mengada-ada, yaitu GAMAWAN SUMBAR alias Gerakan Lima Juta Wisatawan ke 
Sumbar...

Jika kita tetap pakai asumsi kunjungan 3 hari 2 malam dan setiap wisatwan akan 
"meninggalkan" uang di Sumbar Rp.2jt (angka pesimis), jika tercapai 1 juta 
saja, artinya sudah masuk uang sktr Rp.2 triliun. Asumsi angka2 ini pernah saya 
sampaikan juga didepan Para Saudagar Minang dan bbrp Direktur BUMN di rumah 
Bang Fahmi Idris. Sampai2 stlh saya bicara, langsung dipanggil sama Uda Emir 
Satar yang ternyata menyampaikan uneg-unegnya ttg respon promosi yang sudah 
didukung Garuda utk Sumbar tapi gak bisa berjalan baik...

Catatan di BIM, angka penumpang setahun sdh mencapai 2 juta orang setahun 
(tolong koreksi angka yg lebih tepat). Kalau ini betul, berapa tuh uang yang 
telah masuk ke Sumbar sekarang...? Ditambah dg dukungan "grand" DIPA yg sekian 
triliun tsb, KENAPA kurang terlihat pengembangan fasilitas dan infrastruktur 
untuk Pariwisata di Sumbar...? KENAPA Pemda kita masih kurang serius menggarap 
sektor ini...? Kenapa BUDGET PROMOSI dan dukungan fasilitas utk Pariwisata 
MASIH KECIL terus di Sumbar...? Kenapa TOILET UMUM kita MASIH KOTOR...? 
Silahkan kawan2 media cek angka pastinya ke semua Kabupaten/Kota dan bandingkan 
dengan asumsi kasar saya tsb. Dengan angka asumsi sebesar itu, bisa puluhan 
milyar mestinya bisa diinvestasikan utk infrastruktur pariwisata di Sumbar...

Skl lg, jika kita serius, HARUS BERANI buat kampanye kesadaran masyarakat thd 
arti dari Pariwisata ini utk ekonomi Sumbar. Kecuali ada prospek ekonomi yang 
LEBIH BESAR dari Pariwisata utk Sumbar...! Krn setelah 2 tahun saya gulirkan 
dan sampai hari ini tidak ada yang mengeluarkan program kampanye pariwisata 
yang serius, saya terpaksa mensosialisasikan terus USULAN Program yang saya 
ajukan "4 Rancak 5 Lamak Bana". Program yang "masih dangkal" ini bisa dibaca di 
http://4r5lb.west-sumatra.com, akan tetap saya teruskan hingga ada yang gak 
setuju dan mengeluarkan usulan program BUDI PEKERTI atau TATA KRAMA yang lebih 
baik dan diakui publik... Agar masyarakat kita terutama pelaku terkait 
pariwisata tidak "mati urek" alias kaku sikapnya dalam melayani tamu. Pitih, 
pitih, pitih tu...

Tahun 2010 ini akan sangat heboh dg Pilkada. Sekarang mari kita ikuti, siapa 
Cagub, Cabup dan Cawako yang betul-betul paham ttg aspek Pariwisata ini. Krn 
saya cuman ngerti2 dikit di Pariwisata saja, saya akan dukung siapa saja yang 
akan mengusung isu Pariwisata utk Sumbar. 

Mohon maaf sebelumnya. Terima kasih.

Wass,
Nofrins
www.west-sumatra.com
www.fesbuker.com


--- On Fri, 1/8/10, andri rusta <[email protected]> wrote:

From: andri rusta <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] OOT : MARI MENGALAHKAN MALAYSIA
To: "IndonesianCommunityAtMacquarie" 
<[email protected]>, "RantauNet" 
<[email protected]>, [email protected], 
[email protected], "BeasiswaLN_DIKTI" 
<[email protected]>, [email protected], 
[email protected]
Date: Friday, January 8, 2010, 9:08 PM

Rekan2,
Berikut saya forward email seorang kawan yang saya pikir sangat bagus,
mudah dilakukan dan semoga bermanfaat bagi bangsa ini.

Salam,
Sidik

Rekan-rekan sekalian,

Kita tahu, pariwisata Indonesia tak mungkin bersaing dengan negara
tetangga karena anggaran promosi yang minim.

Sebagai gambaran, pada 2007, Malaysia (Truly Asia) memiliki dana
promosi US$100 juta, Thailand (Amazing Thailand) US$85 juta, Singapura
(Uniquely Singapore) US$90 juta, sementara Indonesia (Ultimate in
Diversity) hanya US$15 juta. Anggaran promosi pariwisata kita hanya
15% dari Malaysia.

Dampak anggaran promosi yang besar, kunjungan wisatawan asing ke
Malaysia pada 2007 mencapai 20,97 juta. Sementara itu, ke Thailand
14,46 juta, Singapura 7,96 juta, dan Indonesia 5,51 juta. Darti sisi
pemasukan devisa: Malaysia mendapat US$14,05 miliar, Thailand US$15,57
miliar, Singapura US$8,66 miliar, dan Indonesia US$5,35 miliar.

Meski iklan-iklan televisi (video) pariwisata Indonesia sudah bagus,
mengingat anggaran yang kecil, sulit bersaing dengan Malaysia,
Singapura maupun Thailand. Gambaran kasarnya, satu kali tayang iklan
Indonesia akan dilawan 5 kali penayangan oleh Malaysia.

Ironinya, Nusantara yang memiliki kekayaan alam dan budaya paling
beragam dan indah di kawasan ini. Kita tentunya yakin bahwa destinasi
pariwisata Indonesia lebih baik dari yang bisa ditawarkan negara
tetangga. Hanya saja, ya itu tadi, kurang promosi.

KEKUATAN KITA
Namun demikian, Indonesia memiliki kekuatan yang tak mungkin
ditandingi para tetangga, yakni masyarakatnya. Kita memiliki 220 juta
penduduk. Dari jumlah itu, 30 juta (di atas total penduduk Malaysia)
memiliki akses internet. Sekitar 160 juta orang memiliki ponsel.

Sementara itu, 10 juta warga Indonesia menjadi anggota situs jejaring
maya Facebook dan sekitar 1 juta menjadi anggota Twitter. Indonesia
adalah negara kedua dengan pengguna Facebook terbanyak. Kekuatan
masyarakat di dunia maya itu bisa bermanfaat bagi kampanye pariwisata
Indonesia.

Idenya sederhana: Masing-masing dari kita mengirim e-mail (atau
mesaage) kepada kenalan-kenalannya di luar negeri (warga negara asing)
atau bahkan sesama orang Indoensia dengan isi mempromosikan video
pariwisata Indonesia yang disimpan di YouTube.com atau situs lainnya.

Misalnya, silakan lihat:
http://www.youtube.com/watch?v=SwJKjonBNzA
atau
http://www.youtube.com/watch?v=ED7V0SfeIFk

Dengan cara itu, video-video promosi pariwisata kita bisa lebih banyak
ditonton dibanding iklan yang ditayangkan Malaysia di CNN dan
sebagainya.

MENGAPA?
Pariwisata membawa banyak manfaat bagi masyarakat kita. Dari sisi
ekonomi, ia mendatangkan devisa dan membuat ekonomi berputar. Menurut
data Kementerian Budaya dan Pariwisata, pariwisata memberi sumbangan
sekitar Rp200 triliun kepada ekonomi Indonesia (dari belanja turis
asing maupun turis dalam negeri). Ia membuka lapangan kerja, bahkan
untuk lulusan sekolah dasar.

Dari sisi sosial, berwisata dan menerima kedatangan wisatawan
menjadikan kita mengenal bangsa, suku bangsa dan budaya lain. Ia
menjadikan kita lebih menyadari pluralitas manusia dan toleran.

Jadi, mari bersama-sama memanfaatkan kekuatan kita dalam membantu
mempromosikan pariwisata Indonesia. SIlakan berkirim e-mail dan
menforward e-mail ini.
Salam hangat penuh semangat

Andrianto Soekarnen
Editor in Chief
Majalah VENUE
http://www.venuemagz.com





      
-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke