He he, *tepat dugaan saya, ini sebuah iklan yang cerdas ...*

Gimana cerdasnya?

Urutannya begini, misalnya saya kirim video itu ke seseorang (katakanlah
namanya "A Thuang" di luar negeri seperti yang diminta. Si A Tuang nonton
video itu. A Thuang mulai tertarik, dia ingin ingin informasi lebih lanjut.
Kemana A Thuang mencari informasi? Ndak usah jauh2, *di ujung tayangan itu
sudah jelas kok, kemana link nya*.

Mungkin cuma "kebetulan" kalau alamat yang di link itu sama dengan alamat
yang tercantum di signature email pertama.

Kalau begitu, ini sebetulnya iklan untuk siapa?


Riri
Bekasi, l, 47






2010/1/8 andri rusta <[email protected]>

> Rekan2,
> Berikut saya forward email seorang kawan yang saya pikir sangat bagus,
> mudah dilakukan dan semoga bermanfaat bagi bangsa ini.
>
> Salam,
> Sidik
>
> Rekan-rekan sekalian,
>
> Kita tahu, pariwisata Indonesia tak mungkin bersaing dengan negara
> tetangga karena anggaran promosi yang minim.
>
> Sebagai gambaran, pada 2007, Malaysia (Truly Asia) memiliki dana
> promosi US$100 juta, Thailand (Amazing Thailand) US$85 juta, Singapura
> (Uniquely Singapore) US$90 juta, sementara Indonesia (Ultimate in
> Diversity) hanya US$15 juta. Anggaran promosi pariwisata kita hanya
> 15% dari Malaysia.
>
> Dampak anggaran promosi yang besar, kunjungan wisatawan asing ke
> Malaysia pada 2007 mencapai 20,97 juta. Sementara itu, ke Thailand
> 14,46 juta, Singapura 7,96 juta, dan Indonesia 5,51 juta. Darti sisi
> pemasukan devisa: Malaysia mendapat US$14,05 miliar, Thailand US$15,57
> miliar, Singapura US$8,66 miliar, dan Indonesia US$5,35 miliar.
>
> Meski iklan-iklan televisi (video) pariwisata Indonesia sudah bagus,
> mengingat anggaran yang kecil, sulit bersaing dengan Malaysia,
> Singapura maupun Thailand. Gambaran kasarnya, satu kali tayang iklan
> Indonesia akan dilawan 5 kali penayangan oleh Malaysia.
>
> Ironinya, Nusantara yang memiliki kekayaan alam dan budaya paling
> beragam dan indah di kawasan ini. Kita tentunya yakin bahwa destinasi
> pariwisata Indonesia lebih baik dari yang bisa ditawarkan negara
> tetangga. Hanya saja, ya itu tadi, kurang promosi.
>
> KEKUATAN KITA
> Namun demikian, Indonesia memiliki kekuatan yang tak mungkin
> ditandingi para tetangga, yakni masyarakatnya. Kita memiliki 220 juta
> penduduk. Dari jumlah itu, 30 juta (di atas total penduduk Malaysia)
> memiliki akses internet. Sekitar 160 juta orang memiliki ponsel.
>
> Sementara itu, 10 juta warga Indonesia menjadi anggota situs jejaring
> maya Facebook dan sekitar 1 juta menjadi anggota Twitter. Indonesia
> adalah negara kedua dengan pengguna Facebook terbanyak. Kekuatan
> masyarakat di dunia maya itu bisa bermanfaat bagi kampanye pariwisata
> Indonesia.
>
> Idenya sederhana: Masing-masing dari kita mengirim e-mail (atau
> mesaage) kepada kenalan-kenalannya di luar negeri (warga negara asing)
> atau bahkan sesama orang Indoensia dengan isi mempromosikan video
> pariwisata Indonesia yang disimpan di YouTube.com atau situs lainnya.
>
> Misalnya, silakan lihat:
> http://www.youtube. com/watch? v=SwJKjonBNzA
> atau
> http://www.youtube. com/watch? v=ED7V0SfeIFk
>
> Dengan cara itu, video-video promosi pariwisata kita bisa lebih banyak
> ditonton dibanding iklan yang ditayangkan Malaysia di CNN dan
> sebagainya.
>
> MENGAPA?
> Pariwisata membawa banyak manfaat bagi masyarakat kita. Dari sisi
> ekonomi, ia mendatangkan devisa dan membuat ekonomi berputar. Menurut
> data Kementerian Budaya dan Pariwisata, pariwisata memberi sumbangan
> sekitar Rp200 triliun kepada ekonomi Indonesia (dari belanja turis
> asing maupun turis dalam negeri). Ia membuka lapangan kerja, bahkan
> untuk lulusan sekolah dasar.
>
> Dari sisi sosial, berwisata dan menerima kedatangan wisatawan
> menjadikan kita mengenal bangsa, suku bangsa dan budaya lain. Ia
> menjadikan kita lebih menyadari pluralitas manusia dan toleran.
>
> Jadi, mari bersama-sama memanfaatkan kekuatan kita dalam membantu
> mempromosikan pariwisata Indonesia. SIlakan berkirim e-mail dan
> menforward e-mail ini.
> Salam hangat penuh semangat
>
> Andrianto Soekarnen
> Editor in Chief
> Majalah VENUE
> http://www.venuemag z.com
>
>
> __._,_.___
>
> --
> .
> Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
> lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>  1. Email besar dari 200KB;
>  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
>  3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan
> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
>
>


-- 
Riri Chaidir
Bekasi, L, 47
-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke