Assalamu'alaikum wr. wb.

Tarimo kasih info nyo Pak Datuak.
Kito sadonyo berduka dan menyatakan ikut belasungkawa.

Memang Senin subuh pagi tanggal 26 April tu, ketika sebagian pemuda-pemuda
dari Kukuban pulang dari menolong evakuasi di Pandan, kemudian di Mushala
Kukuban setelah shalat Subuh diumumkan ada korban meninggal 5 orang. Kami
semua langsung terperangah. Dalam berdo'a bersama, kami masih berharap bahwa
itu hanyalah informasi awal, artinya waktu itu kita tetap berdoa agar korban
jiwa yang sebenarnya tidaklah sebesar itu.

Saya jadi teringat perbincangan saya sekitar 3 bulan yang lalu dengan pak
Ed, salah seorang guru dan pemuka masyarakat di Pandan (beliau pasti kenal
dekat dengan Pak Dt. Bagindo). Waktu itu kami kebetulan bercerita dampak
gempa, dan beliau berkata: "Buk Ta, ada satu hal yang membuat saya agak
risau sekarang di atas bukit di Pandan. Kalau dilihat dari karamba
saya, seolah-olah ada aliran air di bukit yang sepertinya menghilang.
Jangan-jangan ada 'gohong' di atas sana, mungkin karena gempa lalu. Kalau
memang benar dan suatu saat air yang tertampung sudah melebihi kapasitas dan
daya tahan gohong jebol , galodo di Pandan dan sekitarnya bisa terjadi".

Waktu itu, saya, Pak Ed, dan Pak Azmid, dan lain-lain langsung berdoa semoga
hal itu tidak terjadi.

Apakah memang persisnya begitu, hanya Allah lah yang lebih tahu...

Semoga Tuhan memberikan jalan yang terbaik untuk semua korban galodo di
kenagarian Tanjung Sani, baik korban langsung maupun tak langsung. Amien.

Salam,

Rita Desfitri

----------------------------------------
Pada 1 Mei 2010 11:20, azmi abu kasim azmi abu kasim <
[email protected]> menulis:

>   Assalamualaikum w.w.
>
>
>
> Angku2/Bapak2/Ibu2  Saudar sarato dunsak sapalanta nan ambo hormati
>
>
>
> Terlebih dahulu ambo ucapkan terima kasih ateh perhatian angku2/Bapak2/Ibu2
> sarato dunsanak di palanta, nanlah memberikan perhatian serta do’anya atas
> musibah nan terjadi di Jorong Pandan kanagarian Tanjung Sani Kec.Tanjung
> Raya ( Maninjau) semoga musibah ini segera dapat diatasi dan diterima
> sebagai cobaan, dengan sabar dan tawakal kepada Allah S.W.T, amin.
>
> Baru sajo ambo kembali dari kampung sehubungan dengan musibah tersebut yang
> terjadi pada hari Minggu malam tgl. 25 April 2010,  terjadi dari Jam
> 19.00, bersama ini dapek ambo informasikan sebagai berikut :
>
>
>
> 1.      Di jorong Pandan saja  terjadi sekeitar 11 titik galodok, dan ada
> 5 titik yang besar dan satu diantaranya adalah yang paling besar, yang
> diperkirakan. Menurut orang tua-tua, bahwa bencana Galodok yang baru saja
> terjadi adalah yang peling besar, dan belum pernah terjadi yang sebesar itu
> sebelumnya.
>
> 2.   Masyarakat pada mulanya tidak mengira bahwa bencana Gelodok tersebut
> akan sebesat itu, dikarenakan jarak antara kaki bukit dengan perkampungan
> penduduk cukup jauh di perkiran lebih 1 km, sehingga air diperkirakan akan
> pecah di perjalan.
>
> 3.      Hal yang tidak di perkirakan masyarakat adalah adanya dua lapis
> bukit yang berhadapan dan diantara dua bukit ini terbentuk lurah yang sangat
> dalam, dan dari kedua-duanya telah terjadi longsor yang menimbun dan menutup
> lurah tersebut, sehingga terbentuklah bendungan alam, yang sangat besar dan
> di perkirakan lebih besar dari Situgintung. Longsor tersebut adalah akibat
>  Gempa yang terjadi pada tgl. 30 September 2009. maka pada hari Minggu
> tgl. 25 April 2010  akibat ujan lebat sejak jam 14.00 siang, itulah yang
> mengakibatkan Galodok Besar karena jebolnya tanggul tersebut.
>
> 4.      Akibat musibah tersebut 2 orang korban jiwa, satu orang yang baru
> di temukan, 20 buah rumah ancur rata dengan tanah dan sebahgian ada yang di
> lemparkan kedalam danau,  dan sekitar 50 hektar sawah ladang rusak berat
> tertimbun lumpur, batu  dan Kayu. Diantara rumah yang ancur tersebut,
> termasuk *rumah orang* *Tua dan rumah Mertua ambo*. Masyarakat yang
> terkena musibah, ada yang di tampung di Posko di Pandan dan ada pula yang
> diungsikan ke Jorong Tanjung Sani dan Sungai Batang
>
> 5.      Menurut penuturan masyarakat, jika musibah itu terjadi sebelum
> pelaksanaan pemilu atau PILKADA, biasanya banyak calek-calek yang
> berdatangan memberikan bantuan yang mungkin juga sekaligus untuk
> memperkenalkan diri kepada masyarakat sekalipun terkesan sambil menyalam
> minun air, tetapi perhatian itulah yang sangat di harapkan dan diargai oleh
> masyarakat dan masyakat akan jadi tahu dan mengenal para calek-calek *“kok
> elok baimbauan, kok buruak baambawan”*. Namun, sejak  musibah terjadi atau
> sejak ambo tibo di kampung hari Senen tgl. 26 April 2010, sampai ambo akan
> berangkeh hari Jumat tgl. 30 April 2010, tidak ado celek-calek yang datang
> baik yang sedang aktif, begitu juga yang baru mencalonkan diri, kecualai
> hanya 1 orang calon wakil WABUB yang berkunjung kelokasi pada hari Selasa
> dua hari setelah kejadian. Hal ini sangat membingungkan masyarakat setempat,
> siapa yang akan di pilih nanti, apakah beliau-beliau itu akan ado perhatian
> terhadap masyarakt setelah duduk nanti? Pada hal Gambar-gambar para
> calon-calon banyak sekali di pajang di sekitar lokasi misibah, mungkin ada
> juga yang ikut terkena longsor, baik tingkat Kabupaten begitu juga Provinsi.
>
>
> Itulah sajo nan dapek ambo sampaikan, mungkin akan dilanjutkan dengan
> informasi selanjutnya, mohon maaf bila ado kesalahan dan terima kasih ateh
> segala perhatian.
>
>
>
> Wasalam,
>
>
>
> Azmi Dt.Bagindo
>
>

-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke