Maa Angku Imran Al jo Angku Azmi Dt.Bagindo,
sarato Rang Lapau nan Basamo,

Apokoh "Menu Harian Bernama Trauma Gempa" ko tulisan asli Angku Imran Al 
sandiri ataukoh  kutipan (salinan) dari surekkaba/media? Mangko baitu janyo 
ambo, kok postiang ko tulisan Angku Imran Al sandiri indak tampak di ambo 
signature atau namo panulih di bawahnyo. Kok dari Media, indak pulo tampak 
ditulihkan dari maa sumber asli berita tu.

Dalam mamostiang masalah ko paralu kito paratikan basamo. 

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif
Di Tspi Riak nan Badabua
Di Subarang Lautan Pasifik

--- In [email protected], Imran Al <palito_k...@...> wrote:
>
> Menu Harian 
> Bernama Trauma Gempa 
> 
> JIKA hujan lebat datang melanda, 500 kepala keluarga (KK) di nagari 
> Tanjuangsani, Kecamatan Tanjuangraya, Agam berselimut resah. Setiap kali 
> mendengar suara bergemuruh dari arah perbukitan di salingka Danau Maninjau, 
> warga di Jorong Pandan, Galapuang, Mukojalan dan Batunanggai mulai dilingkupi 
> perasaan ketakutan. Jika saat itu hujan turun deras, bisa dipastikan ribuan 
> warga ini bergegas meningalkan rumah mereka. 
> 
> Saat gempa 30 September lalu, kawasan Tanjuangsani sebagaimana berbagai 
> daerah lainnya di Sumbar, juga terkena dampak gempa berkekuatan 7,9 skala 
> richter (SR). Gempa yang kemudian diiringi pergerakan tanah ini, apabila 
> bercampur hujan dengan intensitas lebat, beberapa waktu terakhir telah jadi 
> bom waktu, bagi kelangsungan hidup warga di salingka danau. 
> 
> Ketakutan warga Tanjuangsani ini, juga masih menghinggapi warga Sumbar 
> lainnya. Namun, bentuknya berbeda-beda. Untuk Kota Padang, setiap hari warga 
> dipertontonkan dengan reruntuhan gedung yang sampai sekarang "belum mampu" 
> dibersihkan pemerintah. Seolah, pemerintah membiarkan fragmen kehancuran ini, 
> tetap menggelayut di pelupuk mata warganya. 
> 
> Padahal, 30 September, telah tujuh bulan berlalu. Namun, gempa berkekuatan 
> 7,9 skala richter (SR) jelang mentari tenggelam di ufuk timur pada hari Rabu 
> itu terjadi, kehancurannya masih saja jadi trauma yang tak mudah dihilangkan. 
> Sebab, dampaknya sungguh membuat yang bernyawa di Sumbar terguncang jiwanya, 
> karena tak pernah dirasakan gempa sebegitu dahsyatnya. Enam dari 19 
> kabupaten/kota yang di Sumbar Sumbar, jadi daerah terparah karena gempa itu 
> yakni Padang, Pariaman, Padangpariaman, Agam, Pasaman Barat dan Pesisir 
> Selatan. 
> 
> Gempa yang telah menyebabkan seribuan nyawa melayang ini, juga menyebabkan 
> kerusakan pada rumah penduduk. Sebesar 135.448 unit masuk kategori rusak 
> berat, 65.280 unit (rusak sedang) dan 78.604 unit (rusak ringan). Sementara, 
> kerusakan pada fasilitas umum juga terjadi. Tercatat, sebanyak 2.163 ruang 
> pendidikan tak bisa digunakan lagi, 51 unit fasilitas kesehatan hancur. 
> Selanjutnya, 1.001 rumah ibadah tak bisa dimanfaatkan, 21 unit jembatan tak 
> bisa dilalui, 178 unit ruas jalan dan 130 irigasi, rusak berat.
> 
> Besarnya dampak gempa, bantuan dari berbagai pihak terus mengalir. Baik itu 
> dari pemerintah maupun lembaga non pemerintah. Baik itu dari dalam negeri 
> atau dari mancanegara. Melihat bantuan dari berbagai lembaga yang seperti 
> bersigegas, membuat banyak korban gempa berharap, bisa segera bangkit seiring 
> kerasnya gaung pejabat menyatakan 'kita harus bangkit' dari keterpurukan ini. 
> 
> Namun apa dinyana. Hari berlalu, bulan pun berganti. Yang namanya korban 
> gempa, nasibnya masih seperti itu-itu saja. Bagi yang menumpang nginap di 
> shelter seperti di kawasan Padangpariaman dan Agam, tampaknya akan masih 
> tetap berteduh di terpal bantuan berbagai lembaga donor tersebut. Bagi yang 
> bermukim di kawasan rawan bencana seperti di Tanjuangsani, Kecamatan 
> Tanjuangraya, Agam, akan tetap dihantui perasaan ketakutan. 
> 
> Akankah pemerintah bersigegas menghilangkan trauma warganya seperti 
> bersigegasnya asing menyalurkan bantuan. Tak nampak program ke arah itu. 
> Untuk sekadar menyalurkan bantuan sebesar Rp115 miliar dari total Rp313 
> miliar bantuan pertama yang dikucurkan pusat, pemerintahan daerah seperti tak 
> sanggup. Perintah membentuk kelompok masyarakat (pokmas), agar dana tersebut 
> dikucurkan, kepala daerah penerima bantuan sempat-sempatnya ngeles. Dari 
> berbasis kecamatan, dalam rapat evaluasi yang digelar Badan Nasional 
> Penanggulangan Bencana (BNPB), bupati dan wali kota yang hadir meminta 
> dialihkan jadi berbasiskan kelurahan (nagari). Setelah ditelusuri benar, 
> sebenarnya pokmas itu sendiri yang belum terbentuk. 
> 
> Akibatnya, saat pemerintah pusat tengah membahas perubahan APBN 2010, yang 
> namanya bantuan gempa belum juga tersalurkan. Penghalangnya hanyalah 
> persoalan sepele, administrasi. Surat belum ditandatangani kepala daerah. 
> Bagaimana bantuan selanjutnya akan dialirkan pusat, jika bantuan tahap 
> pertama ini saja tak kunjung beres pendistribusiannya. 
> 
> Padahal, jika disimak janji kepala daerah di musim pilkada 2010 ini, pantas 
> kita berharap banyak. Karena, begitu besarnya perhatian yang akan mereka -68 
> pasangan calon yang akan bertarung di pilkada pada tingkat provinsi yang 
> digelar berbarengan dengan di dua kota dan 11 kabupaten-red- curahkan, bagi 
> rakyat yang akan mereka pimpin. Kenyataannya, rakyat terutama para korban 
> gempa, masih seperti itu-itu saja. Kepada siapa lagi kita berharap? Berusaha 
> sajalah sendiri dulu. Kalau bantuan itu ada, tentu akan dibagi walau harus 
> disunat pula oleh oknum si raja tega. (*)
> 
>     ---------------------------------------- 
> 
> Pada 1 Mei 2010 11:20, azmi abu kasim azmi abu kasim <azmi_libra_kenc...@...> 
> menulis:
>  
> 
> Assalamualaikum w.w.
>  
> Angku2/Bapak2/Ibu2  Saudar sarato dunsak sapalanta nan ambo hormati
>  
> Terlebih dahulu ambo ucapkan terima kasih ateh perhatian angku2/Bapak2/Ibu2 
> sarato dunsanak di palanta, nanlah memberikan perhatian serta do'anya atas 
> musibah nan terjadi di Jorong Pandan kanagarian Tanjung Sani Kec.Tanjung Raya 
> ( Maninjau) semoga musibah ini segera dapat diatasi dan diterima sebagai 
> cobaan, dengan sabar dan tawakal kepada Allah S.W.T, amin. 
> 
> Baru sajo ambo kembali dari kampung sehubungan dengan musibah tersebut yang 
> terjadi pada hari Minggu malam tgl. 25 April 2010,  terjadi dari Jam 19.00, 
> bersama ini dapek ambo informasikan sebagai berikut :
> 
>  Azmi Dt.Bagindo


-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke