Menu Harian 
Bernama Trauma Gempa 

JIKA hujan lebat datang melanda, 500 kepala keluarga (KK) di nagari 
Tanjuangsani, Kecamatan Tanjuangraya, Agam berselimut resah. Setiap kali 
mendengar suara bergemuruh dari arah perbukitan di salingka Danau Maninjau, 
warga di Jorong Pandan, Galapuang, Mukojalan dan Batunanggai mulai dilingkupi 
perasaan ketakutan. Jika saat itu hujan turun deras, bisa dipastikan ribuan 
warga ini bergegas meningalkan rumah mereka. 

Saat gempa 30 September lalu, kawasan Tanjuangsani sebagaimana berbagai daerah 
lainnya di Sumbar, juga terkena dampak gempa berkekuatan 7,9 skala richter 
(SR). Gempa yang kemudian diiringi pergerakan tanah ini, apabila bercampur 
hujan dengan intensitas lebat, beberapa waktu terakhir telah jadi bom waktu, 
bagi kelangsungan hidup warga di salingka danau. 

Ketakutan warga Tanjuangsani ini, juga masih menghinggapi warga Sumbar lainnya. 
Namun, bentuknya berbeda-beda. Untuk Kota Padang, setiap hari warga 
dipertontonkan dengan reruntuhan gedung yang sampai sekarang "belum mampu" 
dibersihkan pemerintah. Seolah, pemerintah membiarkan fragmen kehancuran ini, 
tetap menggelayut di pelupuk mata warganya. 

Padahal, 30 September, telah tujuh bulan berlalu. Namun, gempa berkekuatan 7,9 
skala richter (SR) jelang mentari tenggelam di ufuk timur pada hari Rabu itu 
terjadi, kehancurannya masih saja jadi trauma yang tak mudah dihilangkan. 
Sebab, dampaknya sungguh membuat yang bernyawa di Sumbar terguncang jiwanya, 
karena tak pernah dirasakan gempa sebegitu dahsyatnya. Enam dari 19 
kabupaten/kota yang di Sumbar Sumbar, jadi daerah terparah karena gempa itu 
yakni Padang, Pariaman, Padangpariaman, Agam, Pasaman Barat dan Pesisir 
Selatan. 

Gempa yang telah menyebabkan seribuan nyawa melayang ini, juga menyebabkan 
kerusakan pada rumah penduduk. Sebesar 135.448 unit masuk kategori rusak berat, 
65.280 unit (rusak sedang) dan 78.604 unit (rusak ringan). Sementara, kerusakan 
pada fasilitas umum juga terjadi. Tercatat, sebanyak 2.163 ruang pendidikan tak 
bisa digunakan lagi, 51 unit fasilitas kesehatan hancur. Selanjutnya, 1.001 
rumah ibadah tak bisa dimanfaatkan, 21 unit jembatan tak bisa dilalui, 178 unit 
ruas jalan dan 130 irigasi, rusak berat.

Besarnya dampak gempa, bantuan dari berbagai pihak terus mengalir. Baik itu 
dari pemerintah maupun lembaga non pemerintah. Baik itu dari dalam negeri atau 
dari mancanegara. Melihat bantuan dari berbagai lembaga yang seperti 
bersigegas, membuat banyak korban gempa berharap, bisa segera bangkit seiring 
kerasnya gaung pejabat menyatakan 'kita harus bangkit' dari keterpurukan ini. 

Namun apa dinyana. Hari berlalu, bulan pun berganti. Yang namanya korban gempa, 
nasibnya masih seperti itu-itu saja. Bagi yang menumpang nginap di shelter 
seperti di kawasan Padangpariaman dan Agam, tampaknya akan masih tetap berteduh 
di terpal bantuan berbagai lembaga donor tersebut. Bagi yang bermukim di 
kawasan rawan bencana seperti di Tanjuangsani, Kecamatan Tanjuangraya, Agam, 
akan tetap dihantui perasaan ketakutan. 

Akankah pemerintah bersigegas menghilangkan trauma warganya seperti 
bersigegasnya asing menyalurkan bantuan. Tak nampak program ke arah itu. Untuk 
sekadar menyalurkan bantuan sebesar Rp115 miliar dari total Rp313 miliar 
bantuan pertama yang dikucurkan pusat, pemerintahan daerah seperti tak sanggup. 
Perintah membentuk kelompok masyarakat (pokmas), agar dana tersebut dikucurkan, 
kepala daerah penerima bantuan sempat-sempatnya ngeles. Dari berbasis 
kecamatan, dalam rapat evaluasi yang digelar Badan Nasional Penanggulangan 
Bencana (BNPB), bupati dan wali kota yang hadir meminta dialihkan jadi 
berbasiskan kelurahan (nagari). Setelah ditelusuri benar, sebenarnya pokmas itu 
sendiri yang belum terbentuk. 

Akibatnya, saat pemerintah pusat tengah membahas perubahan APBN 2010, yang 
namanya bantuan gempa belum juga tersalurkan. Penghalangnya hanyalah persoalan 
sepele, administrasi. Surat belum ditandatangani kepala daerah. Bagaimana 
bantuan selanjutnya akan dialirkan pusat, jika bantuan tahap pertama ini saja 
tak kunjung beres pendistribusiannya. 

Padahal, jika disimak janji kepala daerah di musim pilkada 2010 ini, pantas 
kita berharap banyak. Karena, begitu besarnya perhatian yang akan mereka -68 
pasangan calon yang akan bertarung di pilkada pada tingkat provinsi yang 
digelar berbarengan dengan di dua kota dan 11 kabupaten-red- curahkan, bagi 
rakyat yang akan mereka pimpin. Kenyataannya, rakyat terutama para korban 
gempa, masih seperti itu-itu saja. Kepada siapa lagi kita berharap? Berusaha 
sajalah sendiri dulu. Kalau bantuan itu ada, tentu akan dibagi walau harus 
disunat pula oleh oknum si raja tega. (*)

    ---------------------------------------- 



Pada 1 Mei 2010 11:20, azmi abu kasim azmi abu kasim 
<[email protected]> menulis:








Assalamualaikum w.w.
 
Angku2/Bapak2/Ibu2  Saudar sarato dunsak sapalanta nan ambo hormati
 
Terlebih dahulu ambo ucapkan terima kasih ateh perhatian angku2/Bapak2/Ibu2 
sarato dunsanak di palanta, nanlah memberikan perhatian serta do’anya atas 
musibah nan terjadi di Jorong Pandan kanagarian Tanjung Sani Kec.Tanjung Raya ( 
Maninjau) semoga musibah ini segera dapat diatasi dan diterima sebagai cobaan, 
dengan sabar dan tawakal kepada Allah S.W.T, amin. 

Baru sajo ambo kembali dari kampung sehubungan dengan musibah tersebut yang 
terjadi pada hari Minggu malam tgl. 25 April 2010,  terjadi dari Jam 19.00, 
bersama ini dapek ambo informasikan sebagai berikut :

 Azmi Dt.Bagindo

 
-- 

.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe







-- 

.

Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. Email besar dari 200KB;

  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet

- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe



-- 
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin merubah konfigurasi/settingan 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe

Kirim email ke